TRIBUBLOMBOK.COM, MATARAM - Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) stasiun meteorologi Zainul Abdul Majid mengeluarkan peringatan dini cuaca hujan sedang hingga lebat selama 3 hari ke depan di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), mulai tangga 25-27 April 2026.
Pada periode 25 April peringatan waspada hujan meliputi: Kota Mataram, Lombok Tengah, Lombok Barat, Lombok Utara, Kabupaten Bima, Kota Bima, Dompu, Sumbawa, dan Sumbawa Barat.
Pada tangga 26 April, peringatan waspada meliputi: Kota Mataram, Lombok Tengah, Lombok Barat, Lombok Utara, Kabupaten Bima, Kota Bima, Dompu, Sumbawa, dan Sumbawa Barat.
Semetara pada tanggal 27 April meliputi: Kota Mataram, Lombok Tengah, Lombok Barat, Lombok Utara,Lombok Timur, Sumbawa, Sumbawa Barat, Dompu, Kota Bima dan Kabupaten Bima.
Di wilayah Kota Mataram, cuaca terpantau cerah pagi hingga siang pada Sabtu (25/4/2026).
Baca juga: 3 Rumah di Lombok Utara Hanyut Akibat Banjir Bandang
Dengan adanya potensi terjadinya hujan ringan-lebat dan angin kencang, masyarakat diimbau untuk selalu tetap waspada dan berhatihati dengan dampak bencana yang ditim bulkan seperti banjir, tanah longsor, genangan air, angin kencang, kilat/petir, berkurangnya jarak pandang, baliho roboh, dan pohon tumbang.
Selain itu operator jasa transportasi laut, nelayan, wisata bahari dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar wilayah pesisir juga diminta waspada akan tinggi gelombang yang mencapai kurang lebih 2 meter di Selat Lombok bagian selatan, Selat Alas bagian selatan, dan Samudera Hindia selatan NTB.
Sebelumnya, belasan rumah rusak di Desa Kekeri, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat setelah diterjang angin kencang yang melanda wilayah itu Senin (20/4/2026) sekitar pukul 15.15 WITA.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), peristiwa ini dipicu cuaca ekstrem berupa angin puting beliung yang datang secara tiba-tiba dan melintasi permukiman warga di Dusun Kekeri Timur dan Dusun Kekeri Barat.
Angin kencang tersebut berlangsung singkat, namun memiliki kekuatan cukup besar hingga menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah warga serta menimbulkan kepanikan di lokasi kejadian.
Di Dusun Kekeri Timur, tercatat delapan unit rumah terdampak yang dihuni delapan kepala keluarga dengan total 24 jiwa.
Dari jumlah tersebut, satu rumah mengalami rusak berat, sementara tujuh lainnya rusak ringan, terutama pada bagian atap.
Satu kepala keluarga terpaksa mengungsi sementara ke rumah kerabat akibat kerusakan parah pada hunian mereka. Selain itu, aktivitas masyarakat sempat terganggu dan warga mengalami kerugian material akibat kerusakan bangunan serta perabot rumah tangga.
Sementara itu, di Dusun Kekeri Barat, empat unit rumah milik empat kepala keluarga dengan total 16 jiwa dilaporkan mengalami kerusakan ringan.
Puing-puing material bangunan sempat berserakan di sekitar lokasi, sementara sebagian warga mengalami trauma ringan akibat kejadian yang berlangsung tiba-tiba.
(*)