TRIBUNJOGJA.COM - Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memperkenalkan layanan konsultasi DARA.
Layanan ini berfungsi untuk membantu pengguna yang mengalami adiksi gim melalui asesmen mandiri dan konsultasi dengan tenaga ahli.
Dilansir dari Komdigi, DARA hadir sebagai respons atas kekhawatiran yang meningkat dari para orang tua terkait adiksi gim pada anak.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, juga menyebut jika langkah ini tetap mempertimbangkan potensi positif gim.
Pasalnya, gim dinilai dapat mengembangkan kreativitas anak. Karena itu, akses terhadap industri gim tidak serta merta dibatasi.
Baca juga: Perayaan Anniversary ke-30 Metal Slug, Janjikan Reboot Game-game Klasik
Di sisi lain, DARA juga menjadi bentuk kehadiran negara bagi masyarakat yang telah terpapar atau mengalami adiksi gim.
Layanan ini mencakup asesmen mandiri, modul edukasi, serta konsultasi privat one-on-one dengan tenaga ahli.
Dalam implementasinya, DARA bekerja sama dengan platform kesehatan mental Riliv untuk menyediakan layanan konsultasi profesional.
Melansir pengalaman konsultasi akun @UlerSakti, tenaga ahli yang terlibat dalam sesi konsultasi merupakan lulusan sarjana psikologi.
Layanan DARA dapat diakses melalui situs adiksi.igrs.id, atau menghubungi kontak WhatsApp Indonesia Game Rating System (IGRS).
Secara sistem, DARA dirancang sebagai layanan konsultasi digital yang dimulai dari inisiatif pengguna.
Saat mengakses situs adiksi.igrs.id atau kanal WhatsApp IGRS, pengguna akan diarahkan ke chatbot berbasis AI.
Pengguna akan diminta untuk menjawab pertanyaan awal seputar kebiasaan bermain gim, durasi penggunaan, hingga dampaknya pada diri.
Dari tahap ini, sistem AI akan membaca gejala awal dan tingkat adiksi gim sebelum melanjutkan ke proses berikutnya.
Setelah respon awal, pengguna akan masuk ke tahap selanjutnya, yaitu asesmen mandiri.
Pada tahap ini, pengguna diminta mengisi kuesioner untuk melihat tingkat risiko, mulai dari kategori aman, berisiko, hingga adiksi.
Perlu diketahui, hasil dari kuesioner ini merupakan screening, dan bukan sebagai alat diagnosis mutlak.
Hasil dari kuesioner ini dapat dijadikan sebagai gambaran awal terhadap adiksi gim, yang kemudian dapat dilanjut konsultasi dengan ahli.
Baca juga: Implementasi Sistem Rating Usia Milik Komdigi Pada Game Steam, Apa Artinya?
Hasil asesmen ini juga menjadi dasar bagi AI untuk menentukan apakah pengguna cukup mendapat edukasi dasar atau perlu diarahkan ke konsultasi lanjutan dengan tenaga profesional.
Jika hasil asesmen menunjukkan risiko kecanduan gim yang tinggi, pengguna akan diarahkan ke tahap konsultasi psikolog melalui WA yang sama.
Dalam sesi ini, pengguna dapat membahas keluhan secara lebih mendalam dan terbuka, tidak lagi dengan chatbot AI.
Konteks seperti perubahan perilaku, kesulitan mengontrol waktu bermain, hingga gangguan pada belajar dan interaksi sosial, dapat diceritakan.
Layanan ini juga bersifat privat one-on-one, membuat pengguna lebih nyaman saat menyampaikan kondisi yang dialami.
Selain konsultasi, DARA, melalui IGRS, juga menyediakan modul edukasi bagi orang tua dan keluarga.
Isinya mencakup panduan mengatur waktu bermain gim, mengenali tanda-tanda kecanduan, serta cara mendampingi anak agar tetap seimbang dalam menggunakan perangkat digital.
Panduan modul IGRS juga mengacu pada standar ICD-11 yang ditetapkan oleh WHO (World Health Organization).
Dalam isinya, adiksi gim yang berlebihan dapat diklasifikasikan sebagai gangguan kesehatan.
Pendekatan tersebut memungkinkan penilaian tenaga ahli terkait tingkat keparahan kondisi pengguna secara lebih sistematis.
DARA juga terintegrasi dengan sistem klasifikasi usia IGRS (Indonesia Game Rating System).
Para orang tua dapat mengecek kesesuaian konten gim berdasarkan kategori usia, mulai dari 3+, 7+, 13+, 15+, hingga 18+.
Sistem ini diharapkan mampu menjadi langkah preventif agar anak tidak terpapar konten dalam gim yang tidak sesuai dengan umur.
Pemerintah menilai DARA dan IGRS merupakan bagian dari strategi jangka panjang dalam menciptakan ekosistem digital yang lebih sehat.
Baca juga: Hideo Kojima Kunjung Kantor Xbox dan Valve, Cari Inspirasi Game Metal Gear?
Upaya ini tidak hanya berfokus pada pengembangan industri gim, tetapi juga perlindungan kesehatan mental para pemain gim.
Melalui layanan ini, masyarakat dapat mengakses bantuan profesional terkait adiksi gim tanpa harus datang ke fasilitas kesehatan.
Pemerintah berharap, Risiko kecanduan pada gim diharapkan dapat ditekan, khususnya pada anak dan remaja.
(MG Fadhlullah Ramadhan)