Ditinggal Tugboat Saat Cuaca Buruk, Tongkang Hanyut Hantam Rumah Warga di Gandus Palembang
Yandi Triansyah April 25, 2026 06:27 PM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG — Akibat ditinggalkan kapal penarik (tugboat) yang sedang mengisi air tawar di tengah kondisi cuaca ekstrem, kapal tongkang Andalan Semesta 02 Larat hanyut diterjang angin kencang hingga menghancurkan rumah warga di pinggir Sungai Musi, Kelurahan Gandus, Palembang, Jumat (24/4/2026). 

Insiden yang dipicu oleh dorongan angin kuat terhadap badan tongkang yang sedang lego jangkar ini memaksa penghuni rumah menyelamatkan diri bersama orang tuanya yang sedang sakit sesaat sebelum bangunan kayu mereka rata dengan tanah.

"Kapal tongkang sudah diturunkan jangkarnya. Sedangkan Kapal Tugboat TB Trans Marine 02 pergi berlabuh ke Jetty Gandus untuk mengisi air tawar, meninggalkan tongkang, " kata Kanit Gakkum Satpolairud Polrestabes Palembang AKP Kamil Al Rasyid, Sabtu (25/4/2026). 

Menurut dia, pihaknya tengah meminta keterangan nahkoda kapal Tugboat bernama Hendri dan semua kru. 

"Nahkoda beserta kru kapalnya sedang kami minta keterangan ," ujar Kamil.

Pengakuan Penghuni Rumah

Hendra pemilik rumah yang ditabrak tongkang mengaku sudah was-was ketika saat hujan deras dan angin kencang menerjang sore itu.

Sebab ia sudah sempat melihat kapal tongkang sudah berada di tengah Sungai Musi dan menurunkan jangkar sesaat sebelum hujan.

Rumah kayu berukuran 4x6 meter yang menghadap langsung ke sungai itu telah rusak parah, material kayu dan seng berserakan tidak beraturan. Perabotannya pun masih bertumpuk di lokasi. Selain itu Kapal ketek milik Hendra yang ia gunakan untuk menyelam telah rusak.

Rumahnya tampak menempel dengan sebuah rumah berdinding batu milik orangtuanya.

Saat dijumpai Hendra mengaku panik ketika melihat Kapal tongkang mulai menepi dan mendekati rumahnya. Hal pertama yang ia lakukan adalah menjauh sambil membawa ayahnya yang sedang sakit keluar rumah.

"Kapal itu sudah terlihat dari tengah. Tiba-tiba hujan ditambah angin kencang dia hanyut, begitu panik saya lari dan bawa ayah yang lagi sakit keluar," ujar Hendra, Sabtu (25/4/2026).

Ketika hanyut menepi, kapal tongkang menghantam perahu keteknya terlebih dahulu baru mengenai rumahnya dan dapur milik tetangganya yang bernama Sapar (66).

"Perahu saya duluan yang kena, baru setelah itu rumah. Kebetulan saya lagi renovasi rumah. Wah lihat kapal itu dari dekat seperti lihat gunung, besar," tuturnya.

Tinggal di pinggir Sungai Musi dan dekat dengan lokasi kapal tongkang yang berhenti melepas jangkar, membuatnya selalu waspada apabila hujan deras ditambah angin kencang.

"Kalau sudah ada tongkang yang jatuhkan jangkar nah itu mulai kami yang tinggal disini memantau. Apalagi kalau hujan dan angin," katanya.

Ia menambahkan saat ini masih menunggu itikad dari tongkang untuk mengganti rugi.

"Masih menunggu informasi," tutupnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.