TRIBUNJAKARTA.COM - Perubahan cepat dalam industri hospitality dan pariwisata, menuntut lahirnya talenta yang kompeten, adaptif, dan inovatif.
Perguruan tinggi dituntut berperan aktif dalam membekali mahasiswa agar mampu memahami dinamika tersebut dan meresponsnya secara strategis.
Menjawab tantangan itu, Fakultas Hospitality dan Pariwisata Universitas Pelita Harapan (FHospar UPH) secara konsisten menghadirkan ruang pembelajaran berbasis praktik melalui ajang nasional yang menggabungkan kompetisi, seminar, dan pameran.
Kegiatan yang telah berjalan selama 17 tahun ini menjadi bagian dari kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), khususnya pada mata kuliah Event Management.
Mahasiswa dilibatkan langsung dalam penyelenggaraan acara secara profesional di bawah bimbingan dosen.
Melalui proses tersebut, mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mengasah kemampuan penting seperti kerja sama tim, kepemimpinan, komunikasi, hingga service excellence.
Tahun ini, HOSPITOUR 2026 digelar pada 21–24 April 2026 di UPH Lippo Village Campus dengan tema “EVOLVE: Empowering Visionary Oriented Local and Virtual Experiences”.
Kegiatan ini diikuti lebih dari 350 peserta dari 32 perguruan tinggi bidang pariwisata dan hospitality di berbagai daerah, mulai dari Palembang, Jabodetabek, Bandung, Cirebon, Semarang, Yogyakarta, Surakarta, Surabaya, Bali, hingga Lombok.
Selain itu, turut berpartisipasi 14 SMA/SMK dari wilayah Jabodetabek.
Rektor UPH, Jonathan L. Parapak, menilai tema yang diangkat mencerminkan kebutuhan industri yang terus bergerak dan beradaptasi.
“Tema EVOLVE menggambarkan pentingnya kemampuan untuk terus beradaptasi, berinovasi, dan berkontribusi di tengah tantangan global yang dihadapi industri ini," ujar Jonathan dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (24/4/2026).
"Di tengah dinamika tersebut, kami bersyukur FHospar UPH terus berkembang sebagai salah satu yang unggul di Indonesia dalam mempersiapkan mahasiswa menjawab kebutuhan industri,” ungkap Rektor UPH.
Hal senada disampaikan Dekan FHospar UPH, Diena M. Lemy, yang menilai dinamika global justru membuka peluang baru bagi mahasiswa untuk belajar.
“Tema EVOLVE mengajak kita untuk melihat setiap tantangan sebagai kesempatan. Kita sudah belajar dari masa pandemi, di tengah keterbatasan justru banyak peluang baru yang muncul di industri pariwisata."
"Karena itu, penting bagi kita untuk memiliki kemampuan beradaptasi dan terus menciptakan inovasi,” ujarnya.
Pemahaman tentang pentingnya adaptasi juga diperdalam melalui seminar nasional bertajuk Evolve in Practice: How Hospitality and Tourism Professionals Grow Through Change.
Dalam sesi ini, tiga alumni UPH berbagi pengalaman dari berbagai sektor industri, yakni Leo Satria, Andy Gozali, dan Brian Kennedy.
Moderator sekaligus Ketua Program Studi Pengelolaan Perhotelan UPH, Amelda Pramezwary, menegaskan bahwa perubahan merupakan bagian penting dari perjalanan profesional.
“Perubahan adalah bagian penting dari proses pertumbuhan profesional."
"Oleh karena itu, akumulasi pengalaman, kedalaman pembelajaran, serta keberanian untuk berinovasi menjadi faktor kunci dalam menjaga relevansi dan daya saing di tengah dinamika perkembangan zaman,” jelasnya.
Baca juga: Guru Besar FK UPH, Prof. Antonia Tekankan Deteksi Dini Penyakit Jantung Lewat Kalsifikasi Koroner
Baca juga: Pesan Wakapuspen TNI di Media Gathering UPH: Kampus dan TNI Harus Terus Bersinergi
Baca juga: Viral di Medsos, Status Mahasiswa Terduga Penganiaya Pacar Sampai Bonyok Bakal Dicabut UPH