POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Hembusan udara terasa sejuk di Desa Lenggang, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur pada Sabtu (25/4/2026). Bangunan kayu sederhana berdiri kokoh di atas hamparan pasir putih yang luas.
Tempat ini ialah Replika SD Muhammadiyah Gantong, sebuah ikon yang paling mencolok dalam film terkenal Laskar Pelangi. Warna cat biru dan putih dari bangunan itu terlihat sangat mencolok di bawah langit yang sedang mendung saat itu.
Tak lama, di depan pintu masuk, sebuah mobil menepi. Sepasang muda-mudi turun. Maririn (24), seorang wanita asal Palembang, hari itu mewujudkan mimpi masa kecilnya, ditemani sang calon suami.
Di hadapan Maririn, SD Muhammadiyah Gantong berdiri dengan atap seng yang mencolok, disertai bendera Merah Putih yang tertancap lesu di bawah papan kayu bertuliskan SD Muhammadiyah Gantong.
"Ingin flashback masa kecil sih. Saya sangat suka nonton film Laskar Pelangi dan ngefans sama ceritanya yang bagus," ujar Maririn.
Kunjungan ini sangat spesial bagi Maririn karena ini adalah pertama kalinya ia menginjakkan kaki di Pulau Belitung. Sebagai orang Palembang asli, ia mengaku sudah lama berencana untuk datang ke sini.
Langkah pertama Maririn dan pasangannya dimulai dari loket pembayaran. Dengan menyisihkan Rp5 ribu per orang, mereka pun melangkah masuk.
Sebelum masuk ke dalam bangunan, Maririn dan pasangannya sempat bermain ayunan di pelataran pasir, seolah benar-benar kembali menjadi anak kecil lagi.
Tak berselang lama, mereka pun melangkah masuk ke dalam bangunan. Di dalam kelas tersusun meja dan kursi kayu yang menghadap ke sebuah papan tulis hitam yang masih menggunakan kapur. Di dindingnya terpampang foto-foto adegan dari film Laskar Pelangi.
Kejutan datang saat rombongan anak-anak kecil di lokasi tersebut menyambut mereka. Tanpa diminta, anak-anak itu menyanyikan lagu Laskar Pelangi karya Nidji.
Pengalaman-pengalaman ini membuat Maririn menjadi sedikit emosional.
"Meskipun ini replika, tapi tetap jadi ciri khas tersendiri. Kalau ingat Belitung, pasti yang terlintas pertama kali adalah SD ini," ucapnya.
Menariknya, kunjungan Maririn kali ini tidak hanya sekadar berjalan-jalan, tetapi juga untuk survei lokasi. Ia mengatakan keindahan Pulau Belitung telah memikat hatinya untuk mengabadikan momen di sini.
"Kebetulan saya berencana mau foto prewedding juga di Pantai Laskar Pelangi yang jadi lokasi syuting itu. Jadi kunjungan ke sekolah ini sekalian saja untuk mematangkan konsepnya. Semua temanya Laskar Pelangi," ungkapnya.
Ketika ditanya mengenai rencana kunjungan ke Museum Kata Andrea Hirata yang letaknya tak jauh dari sana, Maririn tampak masih menimbang-nimbang. Ia masih ingin menikmati suasana replika SD tersebut tanpa terburu-buru.
"Belum tahu sih, nanti lihat waktu dan situasinya dulu. Yang jelas, hari ini saya sudah sangat puas bisa melihat langsung sekolah ini," ujarnya.
Kesan mendalam dari wisatawan seperti Maririn ini membuktikan bahwa kekuatan narasi dari media hiburan mampu menjadi penggerak utama sektor pariwisata daerah.
Kehadiran wisatawan juga memberikan dampak ekonomi, mulai dari tiket masuk hingga warung kecil di sekitar area wisata yang tetap bertahan berkat popularitasnya.
"Buat para wisatawan, wajib banget datang ke Belitung untuk melihat keindahan pantainya dan juga bernostalgia masa kecil lewat Laskar Pelangi. Jangan cuma lihat di film, rasakan sendiri sensasinya di sini," tutup Maririn.
(Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)