Rekam Jejak Chatib Basri, Eks Menkeu Era SBY yang Jadi Komisaris Independen PT Astra International
Putra Dewangga Candra Seta April 25, 2026 07:32 PM

 

SURYA.co.id – PT Astra International Tbk (ASII) resmi melakukan perombakan besar dalam jajaran direksi dan dewan komisaris melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Kamis (23/4/2026).

Keputusan ini menjadi sorotan karena menghadirkan wajah baru di posisi strategis, termasuk masuknya mantan Menteri Keuangan ke dalam struktur perusahaan.

Dikutip SURYA.co.id dari Kompas.com, pemegang saham menyetujui pengangkatan Rudy sebagai Presiden Direktur menggantikan Djony Bunarto Tjondro. Sebelumnya, Rudy menjabat Wakil Presiden Direktur Astra.

Langkah ini menandai pergantian kepemimpinan di tubuh Astra, salah satu konglomerasi terbesar di Indonesia, yang selama ini dikenal memiliki stabilitas manajemen kuat.

Eks Menkeu Chatib Basri Jadi Komisaris Independen

Dalam keputusan yang sama, Astra juga mengangkat mantan Menteri Keuangan, Muhamad Chatib Basri, sebagai Komisaris Independen.

Selain itu, nama Pariya Tangtongpairoth juga ditunjuk sebagai Komisaris Independen.

Keduanya melengkapi jajaran komisaris independen yang sebelumnya telah diisi oleh Sri Indrastuti Hadiputranto dan Muliaman Darmansyah Hadad.

Prijono Sugiarto Naik Jadi Presiden Komisaris

Perubahan signifikan juga terjadi di pucuk dewan komisaris.

Prijono Sugiarto ditunjuk sebagai Presiden Komisaris, memperkuat struktur pengawasan perusahaan di tengah dinamika bisnis global.

Sementara itu, sejumlah nama tetap bertahan sebagai komisaris, antara lain Anthony John Liddell Nightingale, Benjamin William Keswick, Stephen Patrick Gore, Lincoln Lin Feng Pan, dan Lee Liang Whye.

Adapun Apinont Suchewaboripont dan Benjamin Herrenden Birks tidak lagi tercantum dalam susunan terbaru.

Susunan Direksi Baru: Kombinasi Lama dan Baru

Di jajaran direksi, Rudy akan memimpin bersama Gidion Hasan, Santosa, Gita Tiffani Boer, FXL Kesuma, Thomas Junaidi Alim W, Hsu Hai Yeh, serta dua direktur baru, yakni Siswadi dan Djap Tet Fa.

Sejumlah direksi lama tidak lagi menjabat, di antaranya Djony Bunarto Tjondro, Henry Tanoto, dan Hamdani Dzulkarnain Salim.

Perombakan ini mencerminkan langkah strategis Astra dalam memperkuat tata kelola perusahaan serta menjawab tantangan bisnis ke depan.

Dengan kombinasi figur lama dan baru, Astra diharapkan mampu menjaga kinerja sekaligus mendorong inovasi di tengah persaingan industri yang semakin ketat.

Rekam Jejak Chatib Basri

Dikutip dari Wikipedia, Muhammad Chatib Basri, S.E., M.Ec.Dev., Ph.D. lahir 22 Agustus 1965.

Ia adalah seorang ekonom, peneliti, dan profesional asal Indonesia yang pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan Indonesia[1] sejak 21 Mei 2013 hingga 20 Oktober 2014.

Ia sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal sejak 14 Juni 2012 hingga 1 Oktober 2013.

Keahliannya terutama dalam bidang makroekonomi, perdagangan internasional, dan ekonomi politik.

Ia pernah duduk sebagai Penasehat Khusus Menteri Keuangan Republik Indonesia (2006-2010), Sherpa Indonesia untuk G-20 (2008) dan Deputi Menteri Keuangan untuk G-20 (2006-2010). Saat ini ia menjabat sebagai anggota Dewan Ekonomi Nasional, dilantik pada 5 November 2024.[2]

Saat ini Chatib Basri menjadi Co-Chair Pandemic Fund,[3] ia juga aktif di berbagai dewan penasehat lembaga internasional seperti menjadi anggota Independent High-Level Expert Group on Climate Finance untuk COP 27 dan 28, anggota Governing Board Lee Kuan Yew School of Public Policy, National University of Singapore,[5] anggota dari Climate Overshoot Commission[6]

Chatib Basri saat ini menjadi Komisaris Utama PT Bank Mandiri tbk dan juga Presiden Komisaris PT XL Axiata tbk. Ia juga mengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Chatib Basri juga menjadi kerap menjadi distinguished resources person dan nara sumber pada Harvard Ministerial Leadership Forum dan pembicara tamu pada program Comparative Tax Policy and Administration, Executive Education Program,[8][9] di Harvard Kennedy School.

Chatib Basri menjadi Ash Centre Senior Fellow  di Harvard Kennedy School 2015–2016. Ia juga menjadi Fellow di Centre on Global Transformation University of California at San Diego 2016.

Chatib Basri juga menjadi anggota the World Bank Advisory Council on Gender and Development.

Selain itu ia juga menjadi anggota Advisory Board dari Centre for Applied Macroeconomic Analysis. Sebelumnya pendiri CReco Research Institute ini menjadi Wakil Ketua Komite Ekonomi Nasional dan pernah menjadi komisaris di beberapa perusahaan publik, dan konsultan di berbagai lembaga internasional.

Dr. Basri juga menjadi Thee Kian Wie Distinguished Visiting Professor di the Australian National University [13] Dr. Basri saat ini juga menjadi anggota Group Eminent Personalities dari OECD Development Centre.

Astra tebar dividen Rp 15,66 triliun

Selain perubahan pengurus, PT Astra International Tbk (ASII) juga membagikan dividen tunai senilai Rp 15,66 triliun dari laba bersih tahun buku 2025. Keputusan ini ditetapkan dalam RUPST 2026, Kamis (23/4/2026).

Total laba bersih konsolidasian Astra hingga 31 Desember 2025 mencapai Rp 32,76 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp 390 per saham dialokasikan sebagai dividen tunai kepada investor.

“RUPST menyetujui penggunaan laba bersih konsolidasian perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp 32,76 triliun. 

Sebesar Rp 390 setiap saham atau sebanyak-banyaknya Rp 15,66 triliun dibagikan sebagai dividen tunai,” ujar Chief of Corporate Affairs Astra, Boy Kelana Soebroto, dalam konferensi pers.

Nilai tersebut sudah termasuk dividen interim sebesar Rp 98 per saham atau Rp 3,96 triliun yang telah dibayarkan pada 31 Oktober 2025.

“Termasuk di dalamnya dividen interim sebesar Rp 98 per saham atau sebesar Rp 3,96 triliun yang telah dibayarkan pada tanggal 31 Oktober 2025,” paparnya.

Dengan demikian, sisa dividen final yang akan diterima investor sebesar Rp 292 per saham. Manajemen menetapkan pembayaran dividen final pada 25 Mei 2026.

Pembayaran diberikan kepada pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada 6 Mei 2026 pukul 16.00 WIB.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.