Di ARCH ID 2026, Pelaku Industri Didorong Kejar Sertifikasi FSC demi Tembus Pasar Global
Mohamad Yusuf April 25, 2026 07:35 PM

 

WARTAKOTALIVE.COM, PALMERAH - Isu material berkelanjutan kembali mencuat di ajang arsitektur terbesar tanah air.

Pelaku industri mulai didorong untuk tidak hanya membangun, tetapi juga memperhatikan standar keberlanjutan global.

Hal itu terlihat dalam gelaran ARCH ID 2026 yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition BSD, Tangerang Selatan, Jumat (24/4/2026).

Baca juga: Gagal Uji Higiene, 10 Dapur MBG di Kabupaten Bekasi Ditutup Sementara

Forum ini menjadi ruang bertemunya arsitek, developer, hingga pelaku industri untuk membahas masa depan konstruksi yang lebih ramah lingkungan.

Di tengah diskusi tersebut, sertifikasi FSC menjadi salah satu topik yang banyak disorot.

Sertifikasi ini dinilai semakin penting seiring meningkatnya tuntutan pasar global terhadap praktik industri yang berkelanjutan.

Sertifikasi FSC Jadi Sorotan Industri

Melalui sesi talkshow bertajuk Understanding FSC for Architects From Certification to Construction, peserta mendapatkan gambaran menyeluruh.

Pembahasan mencakup proses sertifikasi hingga implementasi di lapangan.

Sejumlah pelaku industri tampak antusias mengikuti sesi tersebut.

Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan seputar peluang dan tantangan sertifikasi FSC.

Sebagai informasi, FSC merupakan standar internasional yang menjamin pengelolaan hutan secara bertanggung jawab.

Dalam praktiknya, sertifikasi ini mencakup pengelolaan hutan hingga rantai distribusi produk kayu.

Baca juga: Perselisihan Sopir Berujung Pembakaran Angkot di Tanah Abang Jakarta Pusat, Ini Pemicunya

Dorong Daya Saing Global

Kebutuhan terhadap sertifikasi FSC kini tidak lagi sekadar formalitas.

Bagi banyak perusahaan, sertifikasi ini mulai menjadi bagian dari strategi bisnis.

CEO MK Academy, Thomas Hidayat Kurniawan, menyampaikan pandangannya terkait hal tersebut.

“Saat ini sertifikasi FSC bukan lagi pilihan tambahan, tetapi sudah menjadi kebutuhan bagi perusahaan yang ingin bersaing di pasar global yang semakin menuntut standar keberlanjutan. MK Academy hadir sebagai partner end-to-end yang tidak hanya membantu proses sertifikasi, tetapi juga memastikan bahwa sertifikasi tersebut memberikan nilai bisnis nyata, baik dalam membuka akses pasar baru, meningkatkan kredibilitas perusahaan, maupun memperkuat positioning brand di industri.”

Menurutnya, perusahaan yang telah mengantongi sertifikasi FSC memiliki sejumlah keunggulan.

Mulai dari akses pasar internasional hingga meningkatnya kepercayaan dari klien dan stakeholder.

Selain itu, sertifikasi juga membantu diferensiasi produk di tengah persaingan industri.

Bangun Ekosistem Material Berkelanjutan

Keterlibatan pelaku konsultan dan pelatihan dalam forum ini juga membuka peluang kolaborasi.

Targetnya mencakup perusahaan manufaktur berbasis kayu, developer, kontraktor, hingga arsitek.

Langkah ini dinilai penting untuk membangun ekosistem yang terintegrasi.

Mulai dari proses sertifikasi hingga implementasi di lapangan.

Selain talkshow, peserta juga mendapatkan sosialisasi terkait manfaat sertifikasi dan strategi penerapannya.

Baca juga: Kisah Nasabah PNM Mekaar, Ibu Anastasia: Membangun Salon Inklusif dan Gratis untuk ODGJ 

Beberapa di antaranya menyangkut kesiapan audit hingga optimalisasi sertifikasi untuk kebutuhan bisnis.

Dengan pendekatan tersebut, diharapkan pelaku industri tidak lagi melihat sertifikasi sebagai beban.

Namun sebagai peluang untuk berkembang dan memperluas pasar.

Jadi Momentum Perubahan Industri

Sejak pertama kali digelar pada 2020, ARCH ID terus berkembang menjadi forum penting.

Acara ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan di sektor arsitektur dan lingkungan binaan.

Baca juga: Realme C100 Siap Rilis di Indonesia, Ponsel Entry Level dengan Desain Blooming dan Tahan Banting

Tahun ini, fokus pada material berkelanjutan menjadi salah satu perhatian utama.

Perubahan tren global membuat industri harus beradaptasi lebih cepat.

Tidak hanya dari sisi desain, tetapi juga dari sumber material yang digunakan.

Dengan dorongan tersebut, diharapkan semakin banyak perusahaan yang beralih ke praktik yang lebih bertanggung jawab.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.