Engel Glendy Sahanggamu Dorong Ekonomi dan Olahraga Berkuda Indonesia ke Panggung Global
Dodi Esvandi April 25, 2026 07:38 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Nama Engel Glendy Sahanggamu belakangan mencuri perhatian bukan hanya di dunia usaha, tetapi juga dalam pengembangan olahraga nasional. 

Tidak hanya sekadar mengelola korporasi, pria kelahiran Manado, 26 Juli 1985 ini tengah menjadi sorotan lewat perannya dalam proyek ambisius arena berkuda bertaraf internasional senilai Rp1,7 triliun di kawasan Pulomas, Jakarta Timur.

Sebagai pemilik PT Equinara Global Prima sekaligus Anggota Dewan Pembina PP Pordasi periode 2024–2029, Engel berada di garis depan dalam modernisasi fasilitas olahraga berkuda. 

PT Equinara Global Prima sendiri adalah perusahaan yang mengelola fasilitas arena berkuda di kawasan Pulomas. 

Ambisi ini sejalan dengan posisinya sebagai CEO PT Sigfreda Graha Indonesia, perusahaan yang bergerak di sektor konstruksi, pertambangan, hingga minyak dan gas.

Jaringan bisnisnya terhubung dengan sejumlah nama besar, mulai dari Hashim Djojohadikusumo hingga Tomy Winata, menandakan posisinya sebagai pemain strategis di dunia usaha.

Kiprah Engel tidak hanya berhenti di level korporat. 

Pengalamannya sebagai Wakil Bendahara Umum Karang Taruna Nasional (2015–2025) memberikan landasan kuat bagi aktivitas sosialnya.

Ia menjadi anggota Dewan Pembina Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP Pordasi) periode 2024–2029, dan tengah mendorong pembangunan arena pacuan kuda senilai Rp1,7 triliun di Jakarta Timur. 

Langkah ini dinilai sebagai upaya serius menjadikan Indonesia tuan rumah ajang berkuda bertaraf internasional.

Baca juga: Olahraga Berkuda Nasional Dapat Pengakuan Lewat Indonesia Rising Stars Award 2026

Selain berkuda, Engel juga aktif membina sepak bola komunitas melalui SeeJontor FC, klub yang digerakkan jurnalis di berbagai daerah. 

Engel Glendy Sahanggamu 2
Nama Engel Glendy Sahanggamu belakangan mencuri perhatian bukan hanya di dunia usaha, tetapi juga dalam pengembangan olahraga nasional. Jaringan bisnisnya terhubung dengan sejumlah nama besar, mulai dari Hashim Djojohadikusumo hingga Tomy Winata,

Baginya anak kedua dari pasangan FX Sahanggamu dan Pdt. Mieke Hermanus ini, olahraga bukan sekadar prestasi, tetapi juga sarana membangun kebersamaan dan kepedulian sosial.

"Melalui sepak bola, kita menumbuhkan nilai kebersamaan dan silaturahmi. Ini semangat yang harus dijaga dari tingkat akar rumput," tambahnya.

Di ranah kebijakan, Engel kerap menyuarakan pandangan tentang arah pembangunan nasional. 

Memiliki jaringan strategis dengan tokoh besar, Engel tidak melihat bisnis sebagai entitas yang terpisah dari visi negara.

Engel sendiri menilai fokus pemerintahan Prabowo Subianto pada ketahanan pangan dan pemerataan kesejahteraan sebagai langkah strategis yang harus didukung dunia usaha. 

"Pembangunan bukan sekadar angka pertumbuhan, tetapi bagaimana negara dan dunia usaha hadir memberikan dampak nyata melalui akses lapangan kerja dan pendidikan," ujar pria yang menempuh pendidikan di SMP Negeri 1 Manado, kemudian melanjutkan ke SMA Negeri 7 Manado, sebelum meraih gelar sarjana (S1) dari Universitas Sam Ratulangi, Manado itu.

Terkait isu global, ia menekankan pentingnya posisi tawar Indonesia dalam kemitraan perdagangan internasional. 

Engel juga vokal menyuarakan penguatan hilirisasi industri agar pengusaha domestik tidak hanya menjadi penonton di pasar sendiri.

"Indonesia harus tampil sebagai pemain utama. Setiap kerja sama internasional wajib memberikan nilai tambah bagi kepentingan nasional," tegasnya.

Dengan kiprah yang merentang dari bisnis, olahraga, hingga organisasi sosial, Engel Glendy Sahanggamu tampil sebagai sosok yang berusaha menjembatani kepentingan ekonomi dengan pembangunan masyarakat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.