Sosok Kartin Manto, Pensiunan Kepsek Lestarikan Polopalo Gorontalo lewat Miniatur
Fadri Kidjab April 25, 2026 07:45 PM

 

(Penulis: Yunima Hasan, Mahasiswa Magang Jurnalistik UNG)

TRIBUNGORONTALO.COM – Kartin Manto, seorang pensiunan Kepala Sekolah SMK di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, memilih jalan sebagai pengrajin miniatur alat musik tradisional Polopalo.

Lewat tangan dinginnya, limbah kayu disulap menjadi produk bernilai ekonomi tinggi yang kini menembus pasar nasional.

Saat ditemui pada Jumat (24/04/2026) di Grand Palace Convention Center, Kartin menjelaskan bahwa usahanya fokus pada pembuatan miniatur Polopalo dalam berbagai ukuran, mulai dari gantungan kunci hingga ukuran sedang yang berfungsi normal.

Produk kerajinan Kartin dijual dengan harga yang kompetitif. Untuk gantungan kunci miniatur Polopalo, ia mematok harga Rp5.000 per buah. 

Potret miniatur Polopalo buah tangan Kartin Manto
KERAJINAN MINIATUR — Potret miniatur Polopalo buah tangan Kartin Manto. Polopalo merupakan alat musik tradisional Gorontalo. (Sumber: Yunima Hasan, Mahasiswa Magang Jurnalistik UNG)

Sementara untuk ukuran sedang yang dapat dimainkan, dijual seharga Rp20.000.

“Kalau yang kecil sekitar Rp15.000 sampai Rp16.500, tergantung bahan bakunya. 

Ada juga yang dari tempurung seharga Rp10.000. Bahan tempurung lebih kuat, meski prosesnya lebih sulit,” jelas Kartin.

Saat ini, ia tengah mempersiapkan pesanan besar untuk kegiatan tingkat nasional. 

“Kami diminta menyediakan 6.000 unit untuk Vopenas,” ungkapnya.

Meski saat ini masih dikerjakan secara mandiri, tingginya permintaan membuat Kartin mulai mempertimbangkan untuk merekrut tenaga kerja tambahan.

Inovasi Kartin dimulai dari pemanfaatan limbah ajil atau kayu penyangga pohon tomat. 

Seiring perkembangan usaha, ia mulai memilih bahan baku berkualitas secara khusus.

Ada kearifan lokal yang tetap ia pegang dalam proses produksi, terutama dalam pengambilan bahan baku kayu. 

“Ambil bahan itu tidak bisa di bulan Hijriah yang muda. Harus di akhir bulan supaya kayu tidak mudah dimakan rayap,” tambahnya.

Baca juga: Pemprov Gorontalo Gelar Gebyar UMKM 2026 di GPCC, Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas dan Go Digital

Pensiun Bukan Berarti Berhenti Berkarya

Kartin Manto saat diwawancarai TribunGorontalo.com
WANITA INSPIRATIF — Kartin Manto saat diwawancarai TribunGorontalo.com, Jumat (24/4/2026). Kartin bercerita awal mula menekuni kerajinan miniatur. (Sumber: Yunima Hasan, Mahasiswa Magang Jurnalistik UNG)

Bagi Kartin, usia pensiun bukan menjadi alasan untuk berhenti produktif. Ia ingin membuktikan bahwa masa purnatugas bisa menjadi awal untuk mengembangkan potensi berbasis kearifan lokal.

“Saya ingin mengubah pola pikir bahwa pensiun itu bukan 'lahan tidur'. Selama masih diberi kekuatan, kita harus tetap berkarya,” tegas lulusan jurusan Bahasa Inggris tersebut.

Sejak tahun 2017, Kartin menjadi tulang punggung keluarga sekaligus orang tua tunggal (single parent) bagi kedua putrinya setelah suaminya, almarhum Abdul Atif Isa (Tony Isa), meninggal dunia.

Kegigihannya membuahkan hasil; putri pertamanya telah lulus sarjana Farmasi, sementara putri keduanya sedang menempuh semester enam Ilmu Komunikasi.

Semangatnya melestarikan Polopalo merupakan warisan perjuangan bersama almarhum suaminya. Dahulu, Kartin pernah menginisiasi pertunjukan massal yang melibatkan 3.000 siswa untuk memainkan Polopalo sebagai upaya meraih pengakuan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).

“Musik tradisional sempat dianggap kuno, tapi sekarang justru diminati kembali karena keunikannya,” katanya.

Sebagai perempuan yang mandiri, Kartin berpesan agar kaum ibu tidak ragu untuk membantu ekonomi keluarga melalui kreativitas. 

Menurutnya, perempuan harus mampu berperan aktif sesuai kemampuannya tanpa melupakan kodrat.

Bagi masyarakat yang berminat melihat langsung proses pembuatan atau membeli produknya, Kartin membuka galeri di Perum Graha Permai, Hutuo, Limboto (Persimpangan Jalan Momoyo). 

Selain miniatur Polopalo, galerinya juga menyediakan alat musik tradisional lain seperti gambus, rebana, hingga elengge. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.