Bantah Nepotisme Adik Jadi Tim Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud Bandingkan dengan Prabowo : Hashim Juga
Ardhi Sanjaya April 25, 2026 08:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Gubernur Kalimantan Timur Rudy Masud membandingkan keputusannya menunjuk adik masuk pemerintahan dengan Presiden Prabowo Subianto.

Rudy mengatakan keputusan yang ia ambil sama dengan Presiden Prabowo Subianto yang menunjukan sang adik, Hashim Djojohadikusumo menjadi Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi.

Kini Rudy juga menunjuk adiknya, Hijrah Masud sebagai Wakil Ketua Tim Ahli Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TAGUPP).

Hal ini memunculkan dugaan nepotisme yang dilakukan Rudy dalam pemerintahan.

Ia mengatakan alasan menunjuk sang adik untuk menangani pekerjaan Gubernur Kaltim yang bersifat pribadi.

Rudy pun membandingkan bahwa keputusan yang ia ambil juga dilakukan Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya keputusan tersebut bagian dari hak prerogatif seorang pimpinan.

"Sama, pak Hashim juga begitu. Apa bedanya pak Hashim dengan bapak presiden, kan dia percayakan, itu memang hak prerogratif," katanya.

Rudy Masud mengatakan ia menjadi salah bilamana Hijrah mendadak diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) tanpa melewati mekanisme yang berlaku.

"Kecuali ibu Hijrah tiba-tiba jadi ASN, dilantikan menjadi kepala dinas, lho ini gak melalui proses, ah itu salah.  Sepanjang melalui proses di dalam Pemprov Kaltim," katanya.

Ia menjelaskan tugas TAGUPP untuk mengawal kegiatan percepatan di lapangan.

Baca juga: Curhat Gubernur Kaltim Rudy Masud Nyetir Sendiri Puluhan Kilo, Beli Kursi Pijat Pakai Uang Rakyat

"Terkait TAGUPP juga ini adalah untuk mengawal percepatan kegiatan ekseskusi lapangan," katanya.

"Dia tidak untuk menentukan apalagi memerintahkan pada OPD, tidak. Dia hanya mengawal saja. nanti dia akan menyampaikan perlu percepatan, perlu pertimbangan," tambah Rudy Masud.

Sosok Hashim

Hashim Djojohadikusumo adalah adik kandung Presiden Prabowo Subianto.

Ia seorang pengusaha pemilik Arsari Group, dan politikus senior Partai Gerindra. 

Baca juga: Beda Sikap Gubernur Kaltim dan Dedi Mulyadi Hadapi Pendemo, Rudy Masud : Kalau Saya Dilempar Gimana

Hashim berperan penting sebagai Utusan Khusus Presiden bidang Energi dan Iklim, Ketua Satgas Perumahan, serta aktif dalam berbagai lembaga kajian dan filantropi, menjadikannya salah satu penasihat utama di lingkaran dalam pemerintahan. 

Lahir pada 5 Juni 1953/1954, ia adalah putra bungsu dari pasangan ekonom ternama Soemitro Djojohadikoesoemo dan Dora Marie Sigar.

Hashim merupakan pengusaha ulung yang memimpin Arsari Group, yang bergerak di berbagai sektor.

Ia ditunjuk sebagai Utusan Khusus Presiden bidang Energi dan Iklim dan Ketua Satuan Tugas Inovasi Pembiayaan dan Pengelolaan Taman Nasional pada tahun 2026.

Hashim menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra dan aktif dalam tim transisi pemerintahan Prabowo-Gibran.

Ia juga dikenal sebagai filantropis, mendirikan lembaga kajian non-pemerintah, dan diangkat menjadi Ketua Dewan Penasehat Kadin Indonesia 2024-2029. 

Hashim sering mendampingi Prabowo dalam berbagai pertemuan penting, baik domestik maupun internasional, dan berperan strategis dalam merumuskan kebijakan ekonomi serta energi di pemerintahan

https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.