TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca wilayah Sumatera Barat untuk Senin (27/4/2026).
Prakiraan cuaca ini dibuat dan dikeluarkan oleh Prakirawan BMKG Minangkabau pada Sabtu (25/4/2026).
Hari Senin selalu menjadi titik balik aktivitas masyarakat setelah jeda akhir pekan.
Tingginya intensitas kegiatan di ruang publik menjadikan cuaca sebagai faktor penentu, baik dari segi keamanan maupun efisiensi waktu.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Sumbar Besok 26 April 2026, Pagi Hari Berawan dan Potensi Hujan Ringan di Mentawai
Senin pagi dikenal sebagai puncak kepadatan lalu lintas. Hujan yang turun di jam keberangkatan seringkali memicu titik-titik genangan dan memperlambat laju kendaraan.
Bagi para pekerja dan pelajar, mengetahui prakiraan cuaca membantu dalam menentukan estimasi waktu perjalanan serta memilih moda transportasi yang paling aman agar tetap tiba di tujuan tepat waktu dan dalam kondisi prima.
BMKG memprediksi cuaca pada Senin pagi berawan dengan potensi hujan ringan di wilayah Kepulauan Mentawai.
Memasuki siang sampai sore cuaca cerah berawan hingga berawan dengan potensi hujan ringan di wilayah Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Tanah Datar, Padang Pariaman, Pariaman, dan Pesisir Selatan.
Malam hari cuaca cerah berawan hingga berawan dengan potensi hujan ringan di Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Tanah Datar, Padang Pariaman, Pariaman, Pesisir Selatan.
Baca juga: 7 Fakta Jelang Laga Semen Padang FC Tantang Borneo FC di Samarinda
Sedangkan pada dini hari, BMKG memprediksi cuaca di Sumatera Barat berawan.
Suhu udara di wilayah Sumbar diperkirakan 19-32 derajat Celcius, dengan kelembaban udara 60–95 persen.
Arah angin bertiup dari barat daya ke barat laut dengan kecepatan antara 4–26 km/jam.
Sementara itu, untuk peringatan dini harian tidak ada atau nihil.
Bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan topografi, seperti daerah perbukitan atau dekat aliran sungai, memantau cuaca adalah langkah mitigasi dini.
Kewaspadaan terhadap potensi curah hujan tinggi dapat mencegah dampak buruk dari bencana hidrometeorologi yang seringkali datang tiba-tiba.(*)