Jakarta (ANTARA) - Aliansi Wirausaha Kebangsaan Indonesia (AWKI) menyoroti pentingnya perlindungan bagi pengemudi ojek daring atau online (ojol) perempuan yang menghadapi risiko tinggi di jalan dengan menyiapkan skema bantuan hukum.

Hal itu mengemuka dalam momentum peringatan Hari Kartini yang dirangkaikan dengan Halalbihalal bersama Alumni Program Pemantapan Nilai-nilai Kebangsaan (PPNK) 224 Lemhannas RI dan pengemudi ojol perempuan di Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu.

Ketua Umum AWKI Robertus Rani Lopiga menegaskan ojol perempuan merupakan sosok tangguh yang memegang peran ganda dalam keluarga dan masyarakat, sehingga perlu mendapat perhatian serius melalui langkah nyata.

"Perempuan Indonesia itu hebat dan kuat. Pengemudi ojol perempuan ini menunjukkan bagaimana mereka selain bekerja, juga mendidik anak dan memberi nilai-nilai kebangsaan, sehingga tetap berpegang pada Pancasila sebagai ideologi," katanya.

Menurutnya, kondisi kerja yang penuh risiko membuat AWKI mendorong hadirnya perlindungan hukum sebagai bentuk keberpihakan terhadap kelompok tersebut.

"Kami berencana akan memberikan bantuan hukum bagi para pengemudi ojek online yang mengalami masalah. Nanti kami akan persiapkan itu, sehingga ada bantuan hukum khusus untuk perempuan dan anak,” ujarnya.

Selain itu, AWKI juga terus mengajak para ojol perempuan untuk masuk dalam jejaring pembinaan organisasi.

"Kami menaruh perhatian khusus pada mereka, sehingga kami bisa membantu menjaga mereka, karena mereka berjuang pagi, siang, sore, malam untuk membantu keluarga," ujarnya.

Sekjen AWKI Peter Julio Tarigan menyebut kegiatan tersebut akan menjadi bagian dari agenda berkelanjutan yang diperluas melalui kolaborasi lintas komunitas.

“Kegiatan ini akan terus dilaksanakan. Ke depan kami akan berkolaborasi tidak hanya dengan PPNK 224, tetapi juga dengan PPNK lain dan komunitas lainnya,” ujar Peter.

Sekjen AWKI, Peter Julio Tarigan (kedua kiri) bersama Dewan Pembina AWKI, Ahmad Dipo Ditiro Latief (paling kiri) saat memberikan keterangan di sela-sela Peringatan Hari Kartini yang dirangkaikan dengan Halalbihalal bersama Alumni Program Pemantapan Nilai-nilai Kebangsaan (PPNK) 224 Lemhannas RI dan pengemudi ojol perempuan di Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (25/4/2026). ANTARA/HO-AWKI

Dewan Pembina AWKI, Ahmad Dipo Ditiro Latief menilai keberadaan ojol perempuan sebagai bagian dari kekuatan sosial yang harus dirangkul bersama.

"Para Srikandi ini saudara-saudara kita juga. Kami berkumpul, berbagi, dan saling mengenal. Kalau mereka ada masalah, kami siap membantu," ujarnya.

Dipo juga membuka peluang kerja sama dengan Ikatan Motor Indonesia (IMI) untuk mendukung peningkatan kapasitas ojol perempuan.

"Kalau berkolaborasi dengan IMI, mereka bisa ikut safety riding, mendapat bantuan teknis, bahkan road assistance jika ada kendala di jalan,” tambahnya.

Ketua Bidang Maritim dan Logistik AWKI, Rudolf Tampubolon menambahkan, penguatan perlindungan sosial juga harus diiringi dengan penguatan ekonomi melalui kerja sama internasional, termasuk dengan China.

"Kami tidak hanya bergerak di dalam negeri, tetapi juga membentuk tim B2B matching dengan China. Hari ini juga ada tamu dari China yang ingin menjajaki kerja sama dengan pengusaha di AWKI, salah satunya terkait fast charging kendaraan listrik atau electric vehicle,” ujar Rudolf.

Dia menjelaskan kerja sama tersebut diharapkan berdampak langsung pada ojol yang mulai beralih ke kendaraan listrik.

“Ini tentu ada kaitannya dengan ojol, karena sekarang banyak yang menggunakan motor listrik, sehingga ke depan bisa mendukung operasional mereka,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Acara Nyimas Choiriyah Halim menjelaskan kegiatan ini mengusung tema "Srikandi Cinta Indonesia, Menginspirasi dan Mengabdi Membangun Negeri" yang menggabungkan semangat Kartini dengan kebersamaan pasca-Idul Fitri.

“Rangka acara ini memperingati Hari Kartini dan halalbihalal. Kami beri judul Srikandi Cinta Tanah Air dan menghadirkan ojol-ojol perempuan serta aktivis perempuan. Pesertanya ada 57 orang,” kata Ria.

Kegiatan tersebut akan dijadikan agenda tahunan sekaligus wadah pembinaan.

"Harapannya kegiatan ini akan terus kita lanjutkan setiap tahun dengan dukungan para senior dan antusias para Srikandi bangsa,” ujarnya.

Dia juga menekankan komitmen perlindungan terhadap ojol perempuan melalui pendekatan organisasi dan hukum.

"Kami akan melindungi para ojol ini dalam wadah pembinaan dari AWKI dan bidang-bidang hukum," tuturnya.