TRIBUNPONTIANAK. CO. ID, KUBU RAYA - Upaya mendorong daya saing pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus digencarkan.
Satu di antaranya melalui kegiatan edukasi dan pendampingan sertifikasi halal berbasis aplikasi SIHALAL yang digelar di Kafe QLA, Sabtu 25 April 2026.
Kegiatan ini menyasar pelaku UMKM di wilayah Kubu Raya, khususnya di kawasan Parit Bugis dan sekitarnya.
Kegiatan ini menghadirkan para pemateri berpengalaman di bidang kesehatan masyarakat dan pemberdayaan UMKM, Siti Masdah, SKM.,M.P.H, Nuruniyah, SKM.,M.Kes, serta didukung oleh tim pendamping Shodikin, Wiranda Albarensi, Maufiroh dan Trysha Adellia dari program studi Administrasi Kesehatan Institut Teknologi dan Kesehatan Muhammadiyah Kalimantan Barat.
Koordinator UMKM setempat, Rino Setiawan, menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat relevan dengan kebutuhan pelaku usaha di daerah.
“Sebagian besar UMKM di sini memiliki potensi besar, terutama di sektor kuliner. Namun, masih banyak yang belum memiliki sertifikasi halal. Padahal, ini sangat penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen,” ujarnya.
Materi Praktis dan Mudah Dipahami
Dalam kegiatan ini, para peserta mendapatkan pemahaman komprehensif mengenai pentingnya sertifikasi halal, termasuk Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH), pemilihan bahan baku, hingga proses produksi yang sesuai standar halal.
Pemateri utama, Siti Masdah, menjelaskan bahwa sertifikasi halal bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari kualitas produk.
“Halal itu bukan hanya label, tetapi proses. Mulai dari bahan, alat, hingga distribusi harus sesuai standar,” jelasnya.
Selain itu, peserta juga dilatih secara langsung menggunakan platform digital untuk mendaftar sertifikasi halal secara mandiri (self declare), sehingga proses menjadi lebih mudah dan efisien.
Baca juga: Dorong UMKM Maju, Wali Kota Pontianak Tekankan Pentingnya Sertifikat Halal dan Kekayaan Intelektual
Transformasi Digital UMKM
Penggunaan aplikasi SIHALAL menjadi salah satu fokus utama dalam kegiatan ini.
Para peserta diajak untuk memanfaatkan teknologi dalam mengurus legalitas usaha mereka, termasuk mengakses sistem perizinan secara online.
Bagi sebagian peserta, ini menjadi pengalaman baru yang membuka wawasan tentang pentingnya digitalisasi dalam pengembangan usaha.
Pendampingan Berkelanjutan
Tak hanya berhenti pada pelatihan, kegiatan ini juga memberikan pendampingan lanjutan bagi peserta hingga proses sertifikasi selesai.
Tim pengabdian bersama mahasiswa turut berperan aktif dalam membantu pelaku UMKM memahami setiap tahapan.
Rino Setiawan berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak jangka panjang bagi perkembangan UMKM di Kubu Raya.
“Kami ingin UMKM di sini bisa berkembang, memiliki legalitas yang jelas, dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” tambahnya.
Menuju UMKM Berdaya Saing
Antusiasme peserta menunjukkan bahwa pelaku UMKM di Kubu Raya memiliki semangat tinggi untuk berkembang.
Dengan adanya edukasi dan pendampingan seperti ini, diharapkan semakin banyak produk lokal yang tersertifikasi halal dan siap bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.
"Dari Parit Bugis Kubu Raya, langkah kecil menuju UMKM besar dimulai".