TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Penggerebekan sebuah daycare tak berizin di Umbulharjo, Kota Yogyakarta, yang diduga melakukan kekerasan terhadap anak balita bisa menjadi sinyal darurat bagi para orang tua dalam memilih tempat penitipan anak.
Kesalahan memilih tempat penitipan di masa usia keemasan atau golden age, dapat berdampak fatal bagi masa depan anak.
"Memilih daycare yang tepat sangat penting untuk memastikan keamanan dan kesejahteraan anak. Apalagi anak yang dititipkan daycare itu pada umumnya anak-anak balita. Artinya mereka masuk dalam fase golden age, apa yang dialami anak akan berdampak sangat besar bagi mereka di masa depan," kata Praktisi Psikologi dan Pemerhati Perkembangan Anak, Dr. Shinta, M.Si., M.A, kepada Tribun Jogja, Sabtu (25/4/2026).
Menurutnya, daycare yang ideal bukan hanya soal gedung bersih atau biaya mahal, melainkan tempat yang mampu mendukung perkembangan emosional dan psikologis.
Ia menekankan bahwa orang tua harus menjadi semacam peneliti atau detektif sebelum menjatuhkan pilihan. Tipsnya, lembaga yang akan dipilih dipastikan telah memiliki izin resmi dan reputasi rekam jejak yang jelas.
"Cari tau latar belakang lembaga, ulasan dari orangtua, serta transparansi pengelolanya. Daycare yang profesional biasanya terbuka terhadap kunjungan dan komunikasi," ujarnya.
Merujuk pada teori belajar sosial, Dr. Shinta menjelaskan bahwa anak adalah peniru ulung yang belajar dari interaksi dengan orang dewasa di sekitarnya.
Oleh karena itu, kualitas guru, pengasuh atau orang yang ada di dalam daycare tersebut menjadi sangat penting.
Idealnya bagi pengasuh dan guru telah memiliki pelatihan tentang perkembangan anak. Mereka dididik sabar dan responsif serta mampu mengelola emosi.
Orang tua juga disarankan kritis dengan mengecek rasio jumlah pengasuh dengan jumlah anak. Hal ini penting karena rasio yang terlalu besar sangat berisiko.
"Selain anak jadi kurang terpantau, beban kerja berlebih dapat meningkatkan potensi stres pada pengasuh yang bisa berujung pada tindakan emosional," kata Dr. Shinta.
Perempuan yang dikenal Bunda Cinta ini juga meminta orang tua untuk memastikan daycare yang dipilih memiliki fasilitas kamera pengawas seperti CCTV maupun laporan harian yang transparan apabila terjadi permasalahan.
Selain itu, yang tidak kalah penting adalah orangtua jangan mengabaikan insting batin yang muncul dan tanda-tanda perubahan perilaku dari buah hati mereka.
"Dengarkan insting dari hati orang tua dan respon anak. Jika anak terlihat tidak nyaman atau ada perubahan prilaku negatif secara signifikan, itu bisa menjadi sinyal untuk segera melakukan evaluasi. Intinya daycare yang baik bukan hanya aman secara fisik, bayaran mahal tapi juga mendukung perkembangan emosional dan psikologis anak," kata dia.