Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Sebanyak 445 calon haji (calhaj) asal Bandar Lampung mulai masuk asrama haji pada Sabtu (25/4/2026) malam.
Mereka menjadi rombongan pertama calon jemaah haji dari Bandar Lampung yang masuk ke asrama haji tahun ini.
Adapun keberangkatan para jemaah calon haji tersebut akan dilakukan Minggu (26/4/2026) siang.
Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Lampung, Ansori F Citra.
“Pelaksanaan perdana haji tahun 2026 asal Bandar Lampung, mereka mulai masuk malam ini,” kata Ansori, Sabtu malam.
Baca juga: Cerita Adena, Pedagang Sayur yang Kumpulkan Rp35 Juta dari Uang Koin untuk Haji
Menurutnya, proses penerimaan jemaah berjalan lancar. Apalagi penyelenggaraan haji tahun ini sudah berada di bawah Kemenhaj setelah sebelumnya ditangani oleh Kementerian Agama.
“Sampai hari ini alhamdulillah kita sudah melakukan persiapan, insya Allah sudah mantap,” ujar Ansori.
Ia menjelaskan, jemaah yang tiba malam itu merupakan kloter 7 JKG yang juga menjadi kloter pertama asal Lampung.
Seluruh jemaah, kata dia, sebelumnya sudah menyelesaikan berbagai tahapan persiapan, mulai dari pelunasan biaya hingga manasik haji yang sebagian sudah dilakukan bahkan sebelum Ramadan.
“Begitu juga petugas, teknik-tekniknya dilaksanakan di bulan Desember, sehingga di bulan sebelum Ramadan juga mereka sudah dilatih,” tutur Ansori.
Tahun ini juga diberlakukan skema kartu nusuk bagi jemaah haji. Kartu tersebut berfungsi semacam izin resmi yang digunakan jemaah selama menjalankan ibadah di Arab Saudi.
Kartu nusuk diperlukan saat jemaah memasuki kawasan Armuzna hingga berkunjung ke Raudhah.
“Tahun sebelumnya kartu itu diberikan di Saudi. Tahun ini dibagikan di asrama embarkasi, jadi ketika jemaah sampai di Saudi kartu nusuknya sudah ada,” sebut Ansori.
Ia menambahkan, masa tinggal jemaah haji di Tanah Suci diperkirakan sekitar 40 hari.
Pengaturan durasi tersebut berkaitan dengan sistem penerbangan dan kepadatan jumlah jemaah haji dari berbagai negara, termasuk Indonesia yang jumlahnya sangat besar.
“Jadi permasalahan di penerbangan tentunya yang harus diperhatikan, sementara masa tinggal di sana juga diatur secara bergilir,” ujarnya.
Terkait situasi geopolitik di Timur Tengah yang belakangan memanas, Ansori mengatakan hingga saat ini belum ada dampak terhadap penyelenggaraan haji.
Secara nasional, jemaah haji Indonesia juga sudah mulai diberangkatkan sejak 21 hingga 22 April 2026 dan sebagian telah berada di Madinah.
“Insya Allah sampai sekarang tidak ada kabar terkait pengalihan rute atau masalah penerbangan. Alhamdulillah masih aman,” pasti Ansori.
Ia juga mengimbau keluarga jemaah agar tetap tenang dan terus mendoakan para calon haji yang akan berangkat ke Tanah Suci.
“Kepada para jemaah juga tetap waspada, berhati-hati, kemudian patuhi perintah baik oleh PPIH Kloter maupun PPIH yang ada di Arab Saudi,” ujarnya.
Menurutnya, keluarga jemaah tidak perlu panik karena seluruh proses keberangkatan telah dipersiapkan dengan matang.
“Mereka tamu-tamu Allah, mereka dipanggil Allah. Mudah-mudahan diberikan kemudahan juga oleh Allah SWT,” ucap Ansori.
Sebelum beristirahat di asrama, para calon haji juga menjalani pemeriksaan kesehatan terakhir setelah makan malam.
Ansori juga menjelaskan bahwa sistem keberangkatan haji saat ini menggunakan skema waiting list, bukan lagi berdasarkan rasio satu per seribu dari jumlah umat muslim.
Sistem tersebut menerapkan prinsip first come first service, artinya siapa yang lebih dulu mendaftar maka akan lebih dulu diberangkatkan.
Meski begitu, masa tunggu jemaah tetap bervariasi. Ada yang sekitar 13 tahun, namun ada juga yang harus menunggu hingga lebih dari 40 tahun.
Secara rata-rata, masa tunggu jemaah haji saat ini berkisar antara 26 hingga 27 tahun.
Untuk wilayah Lampung sendiri, kuota haji tahun ini juga mengalami penurunan dari sebelumnya 7.050 orang menjadi 5.827 orang.
Penyesuaian tersebut merupakan bagian dari kebijakan pengaturan kuota serta skema pelunasan biaya haji yang berlaku secara nasional.
(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)