Klasemen Sementara Super League Setelah Borneo FC Kalahkan Semen Padang, Poin Sama di Puncak
ferri amiril April 25, 2026 11:20 PM

 

TRIBUNPRIANGAN.COM - Klasemen sementara Super League Indonesia setelah Borneo FC mengalahkan Semen Padang dengan skor 3-0. Persib tetap berada di puncak klasemen meski memiliki poin yang sama dengan Borneo FC yakni 66 poin. 

Posisi klasemen sementara ini membuat persaingan di 5 laga terakhir Super League Indonesia akan semakin seru. 

Semua masih bisa terjadi di sepak bola posisi ketiga ada Persija Jakarta dengan raihan 59 poin, keemepat ada Bhayangkara FC dengan 47 poin dan posisi kelima ada Malut United dengan 46 poin.

Baik Persib Bandung maupun Borneo FC memerlukan kemenangan di laga-laga selanjutnya untuk merebut tahta juara Super League Indonesia 2025/2026. Dua kali seri di pertangingan terakhir membuat Persib belum bisa menjauh dari poin Borneo FC yang memiliki kemenangan di dua pertandingan terakhir.

Selisih 7 poin dengan tempat ketiga yakni Persija yang sebelumnya tertinggal jauh tentu menjadikan persaingan semakin sengit di papan atas.

Lima pertandingan terakhir menjadi laga penting dan krusial bagi semua tim untuk memperbaiki posisi.

Tren positif Persib Bandung yang selalu meraih kemenangan saat berlaga di kandang, pada Super League Indoesia 2025/2026, terputus oleh Arema FC.

Sebab di laga besar Persib menjamu Arema di Stadion GBLA, Kota Bandung, Jumat (24/4/2026) berakhir dengan skor 0-0. Sebelumnya Persib telah menyapu bersih di 14 laga kandang dengan kemenangan.

Sampai saat ini, hanya Arema yang bisa pulang dari Bandung tanpa dan tanpa kekalahan, dan tanpa kebobolan.

Seiring hubungan baik yang menguat antara suporter Persib dan Arema, mulainya laga sengit ini, diiringi koreo bergambar Maung  dan Singa  yang berjabat tangan.

Gambar Maung tersebut tentu melambangkan Maung Bandung dan singa melambangkan Singo Edan, yang merupakan julukan dari kedua tim tersebut. Selain gambar tersebut, di bawahnya juga terdapat tulisan besar, Respect to be rerespected.

Keakraban dan kehangatan antara dua suporter yang memilki basis sangat besar di Indonesia ini, terlihat dari Aremania yang datang ke Bandung, disambut baik oleh Bobotoh.

Bahkan terdapat sekitar seribu lebih Aremania yang hadir menyaksikan laga ini, satu tribun bersama Bobotoh. Mereka berdampingan, mendukung tim kebanggaannya masing-masing. Tak hanya itu mereka saling sahut, saat meneriakan chant-chant untuk mendukung tim kebanggaannya.

Dalam laga Super League Indonesia ini, tempat duduk penonton di Stadion GBLA, hampir terisi penuh, meski masih terlihat ada bangku kosong.  Hal tersebut karena tiket yang disediakan lebih sedikit daripada kapasitas Stadion GBLA. Tiket terjual habis, sebanyak 29.814 penonton, sedangkan kapasitas penonton Stadion GBLA sebanyak 38 ribu.

Antusias penonton untuk menyaksikan laga ini sangat tinggi, sebab merupakan laga besar, ditambah menguatnya hubungan baik suporter kedua tim ini.

Sejak awal laga tim Maung Bandung langsung berusaha membongkar pertahanan tim tamu, bahkan di menit 3 sudah mendapatkan peluang.

Peluang tersebut didapat oleh Andrew Jung, sayang, bola yang disepaknya masih bisa tertepis oleh kiper Arema, Frigeri.

Percobaan demi percobaan terus dilancarkan Persib, tekanan demi tekanan digencarkan, namun memang Arema juga tak tinggal diam. Mereka kerap memanfaatkan serangan balik cepat, untuk menembus pertahanan Persib. Sehingga saling menyerang pun tak terelakkan.

Persib kembali mendapat peluang, lewat tendangan Luciano Guaycochea di dalam kotak penalti, di menit 33. Sayang bola masih melambung di atas mistar gawang.

Stadion GBLA semakin bergemuruh saat Thom Haye melakukan serangan balik, tapi dijgal oleh pemain Arema. Walau demikian wasit yang memimpin pertandingan, Candra, tak melihatnya sebagai pelanggaran.  Teriakan kekecewaan Bobotoh pun menggema.

Saling menyarang terus terjadi, peluang emas kembali didapat Persib memalui Barros di menit 39. Itu terjadi setelahnya bola yang disepak Berguinho tertahan oleh Frigeri. Bola pantulannya berhasil disontek Barros, lagi-lagi Frigeri masih bisa menyelamatkan gawangnya.

Selang dua beberapa menit Barros kembali mendapat peluang, sayang bola yang disepaknya masih tertahan, hingga tak mengarah ke gawang.

Meski kedua tim sempat menembus barisan pertahanan lawannya, hingga terdapat beberapa peluang, namun, hingga berakhir babak pertama tak ada gol tercipta. Alhasil untuk sementara skor tetap 0-0.

Persib tampil langsung menyerang sejak awal Babak kedua, bahkan laga baru berjalan satu menit langsung mendapat peluang. Sayang, shooting Lucho yang mengarah ke gawang masih ditahan oleh bek dan hanya berbuah tendangan penjuru.

Gempuran tim Maung Bandung terus dilancarkan dari berbagai lini, mulai sisi kanan, kiri, hingga tengah, mulai memalui umpan panjang, terobosan dan umpan Pendek. Tapi benteng pertahanan Arema tegak kokoh, dalam memutus aliran bola.

Di tengah sengitnya laga di lapangan, di sisi lapangan Bojan Hodak terlihat kerap melakukan protes karena beberapa pemainnya terjatuh dijegal pemain Arema tak dianggap pelanggaran oleh Candra, seperti saat Berguinho terjatuh di menit 56.

Banyak peluang yang tercipta, seperti di menit 64 Shooting Barros, ditahan kiper  diambil Berguinho, diumpan kepada Marc Klok,  dan gol, namun sebelumnya Berguinho dianggap sudah dalam posisi offside.

Sorak sorai dan tepuk tangan mengiring masuknya Beckham Putra Nugraha dan Adam Alis yang menggantikan Luciano Guaycochea dan Uilliam Barros di menit 74. Tentu diharapkan bisa menjadi pembeda karena Persib belum bisa mencetak gol.

Tak hanya itu, untuk menambah daya gedor, Persib memasukan Sergio Castel di menit 81, menggantikan Thom Haye.

Gempuran Persib semakin masif tapi Arema yang memilih untuk bertahan, disiplin dalam menjalankan skema memutus serangan Persib. Beberapa kali para pemain Persib bisa menembak mengarahkan bola ke gawang, hingga penjaga gawang Arema, Frigeri harus jatuh bangun untuk melakukan penyelamatan.

Di menit 90+5 Persib kembali melakukan pergantian pemain, Berguinho dan Eliano digantikan oleh Robi Darwis dan Julio Cesar. Dengan demikian Barba, bergeser menjadi gelandang untuk menambah daya gedor.

Hampir saja Beckham bisa menjebol gawang Fringeri, sekitar di menit 90+6, setelahnya menerima umpan terobosan dari Andrew Jung, sayang bola yang disepaknya maih bisa ditahan pemain Arema dan hanya berbuah tendangan penjuru.

Di menit-menit akhir pertandingan Persib tak berhenti melakukan percobaan, terus menggempur gawang Arema. Tapi Fringeri kerap melakukan penyelamatan gemilang.

Meski Persib menguasai jalannya pertandingan menciptakan banyak peluang, hingga para pemain bertahan Arema jatuh bangun, tapi Dewi portuna belum berpihak, karena tak ada yang berbuah gol,  alhasil pertandingan berakhir dengan skor 0-0.

Bahkan Fringeri, yang banyak melakukan penyelamatan gemilang, hingga gawangnya tetap perawan sampai akhir laga,  menjadi pemain terbaik dalam laga ini.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.