TRIBUN-MEDAN.com - Seorang pengantin pria dilaporkan melakukan kekerasan terhadap mempelai wanita di hadapan keluarga dan para tamu undangan.
Peristiwa ini dipicu karena cemburu setelah sang pengantin pria menemukan pesan dari mantan kekasih istrinya di ponsel.
Dilansir dari Sanook.com, Sabtu (25/4/2026), kejadian bermula setelah prosesi pernikahan resmi selesai dilaksanakan.
Kedua mempelai asal Tiongkok tersebut bersiap melanjutkan rangkaian acara dengan jamuan makan bersama keluarga dan tamu yang hadir.
Pengantin pria dilaporkan tengah menunggu istrinya yang sedang merias wajah di ruang terpisah.
Saat menunggu istrinya, ia melihat ponsel milik mempelai wanita tiba-tiba bergetar, menandakan adanya pesan masuk.
Ia pun penasaran dengan isi pesan tersebut dan membukanya tanpa meminta izin kepada istrinya.
Situasi yang awalnya penuh sukacita dan tenang berubah drastis ketika ia mengetahui bahwa pesan itu berasal dari mantan kekasih istrinya.
Kecurigaan semakin memuncak setelah ia menelusuri riwayat percakapan di ponsel tersebut.
Ia menemukan pesan lama yang berisi nomor kamar hotel yang dikirim oleh mantan pacar sang mempelai wanita.
Pesan tersebut dikirim beberapa hari sebelum pernikahan berlangsung.
Temuan itu memicu kemarahan besar dari pengantin pria.
Dalam kondisi emosi yang memuncak, ia dilaporkan melemparkan ponsel tersebut ke arah wajah istrinya dan langsung menuntut penjelasan.
Mempelai wanita berusaha menenangkan situasi dengan menjelaskan bahwa hubungannya dengan mantan kekasih tersebut telah berakhir.
Ia mengaku pertemuan terakhir mereka hanya sebatas makan malam dan mengobrol, tanpa terjadi hal lain.
“Dia mantan pacarku. Dia tahu aku akan menikah, jadi kami bertemu. Tapi hanya makan malam lalu pulang,” ujar mempelai wanita.
Ia juga menyebutkan bahwa saat itu dirinya tidak sendirian, melainkan bersama seorang teman perempuannya.
Pengantin wanita segera memanggil teman wanitanya dan memohon kepadanya agar menjelaskan situasi yang sebenarnya.
Namun, penjelasan tersebut tidak mampu meredakan kecurigaan pengantin pria, terutama karena tidak adanya bukti yang diberikan mempelai wanita dan temannya.
Pertengkaran antara mempelai wanita dan mempelai pria pun tak terhindarkan.
Dalam situasi yang semakin memanas, pengantin pria kehilangan kendali dan melakukan kekerasan fisik dengan menjambak rambut serta menampar istrinya.
Ia terus-menerus melakukan kekerasan, di hadapan keluarga dan beberapa tamu undangan.
Mempelai wanita hanya bisa menangis dan menundukkan kepala menahan rasa sakit dan malu.
Kerabat yang menyaksikan kejadian tersebut segera turun tangan untuk melerai dan mencegah tindakan kekerasan lebih lanjut.
Setelah beberapa saat, situasi berhasil dikendalikan dan mempelai pria pergi meninggalkan istrinya.
Meski demikian, insiden tersebut meninggalkan dampak mendalam.
Suasana pesta yang seharusnya penuh kebahagiaan berubah menjadi tegang dan canggung.
Salah satu kerabat menyebutkan bahwa hubungan kedua mempelai terlihat memburuk setelah kejadian itu.
Keduanya tampak menjaga jarak dan hampir tidak berinteraksi satu sama lain usai insiden tersebut.
(cr19/tribun-medan.com)