Aturan Skor 3x15 Resmi Disetujui, Digunakan di Turnamen BWF Tahun Depan
Arif Tio Buqi Abdulah April 26, 2026 05:57 AM

TRIBUNNEWS.COM - Badminton World Federation (BWF) resmi menyetujui penerapan sistem skor baru 3×15 dalam Rapat Umum Tahunan ke-87,  di Horsens, Denmark pada Sabtu (25/4/2026).

Keputusan ini diambil setelah proposal mendapatkan dukungan dua pertiga suara anggota.

Sebanyak 198 suara menyatakan setuju, berbanding hanya 43 yang menyatakan tidak setuju.

Format baru poin 3x15 akan mulai berlaku pada 4 Januari 2027. BWF sendiri sebelumnya telah menguji sistem dalam turnamen tertentu selama lebih dari setahun.

Nantinya, interval tengah gim selama 60 detik akan dilakukan saat poin ke-8 (sebelumnya di poin ke-11). Sementara jeda antar gim tetap 120 detik.

Pemain tetap harus unggul dua poin untuk menang setelah mencapai angka 15, dengan batas maksimal kini di 21-20 (sebelumnya 30-29).

Sistem skor 3×21 yang dipakai saat ini, telah digunakan sejak 2006 bertepatan dengan era kejayaan Lin Dan dan Lee Chong Wei.

Namun, faktor kebutuhan siaran serta meningkatnya kelelahan dan cedera pemain menjadi alasan utama perubahan ke format yang lebih singkat.

Presiden BWF, Khunying Patama Leeswadtrakul, menyebut keputusan ini penting untuk menjaga relevansi olahraga di mata generasi baru sekaligus melindungi masa depan pemain.

"Kami sedang membangun olahraga yang berbicara kepada generasi berikutnya, sambil terus berinvestasi dalam masa depan jangka panjang para pemain kami," kata Leeswadtrakul, dikutip dari laman BWF.

Baca juga: Kenapa Sistem Skor 3x15 Lebih Baik? Begini Rencana Perubahan Aturan BWF 2027

Dalam sistem skor 3x21, durasi pertandingan kerap berlangsung antara 45 hingga 100 menit, sementara pihak penyiar menginginkan seluruh rangkaian pertandingan dalam satu laga selesai dalam waktu sekitar tiga jam.

BWF menilai pemangkasan durasi pertandingan lebih penting dibanding mengurangi jumlah turnamen, mengingat jadwal padat yang selama ini banyak dikeluhkan pemain.

Ia menyebut bahwa sistem 3×15 akan membuat pertandingan lebih menarik dan kompetitif, dengan durasi yang lebih konsisten serta memberi manfaat bagi pemulihan pemain.

Dengan skor yang lebih pendek, setiap reli menjadi lebih krusial, sehingga pertandingan diharapkan lebih dramatis dan menarik bagi penonton dari awal hingga akhir.

BWF menegaskan bahwa perubahan sistem skor tidak akan mengubah esensi bulu tangkis itu sendiri. 

Aspek teknik, taktik, fisik, dan mental tetap menjadi fondasi utama permainan.

"Apa yang dilakukan perubahan ini adalah memperkuat olahraga dengan melindungi apa yang membuat bulu tangkis istimewa."

"Kami ingin memastikan pemain terbaik dunia dapat terus bersaing, menginspirasi, dan terhubung dengan penggemar global lebih lama," terangnya.

Baca juga: Respons Atlet soal Sistem Skor 3x15, Menunggu Keputusan saat Thomas Uber Cup 2026

Perlu diingat, perubahan dari sistem lama ke 3×21 sebelumnya juga bertujuan mempersingkat pertandingan.

Namun, seiring waktu, pemain mampu beradaptasi dan justru menciptakan reli yang lebih panjang—sesuatu yang juga berpotensi terjadi pada sistem 3×15.

Dengan format baru, pemain dituntut langsung tampil maksimal sejak poin pertama karena margin kesalahan semakin kecil.

Start yang lambat akan sangat merugikan, dan perebutan poin setelah interval akan menjadi lebih singkat dan menentukan.

BWF kini akan fokus pada proses transisi agar implementasi berjalan lancar dan konsisten.

(Tribunnews.com/Tio)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.