TRIBUNNEWS.COM - Klasemen Uber Cup 2026 Grup C yang dihuni Indonesia meleset dari prediksi setelah Putri Kusuma Wardani dan kolega dikejutkan oleh performa apik Kanada kemarin Sabtu (25/4/3036).
Kegagalan menyapu bersih poin saat bertemu Kanada menjadi penyebab utama skuad Srikandi Merah-Putih berada di bawah bayang-bayang Taiwan yang berhasil mengamankan puncak sementara.
Langkah tim bulu tangkis putri Indonesia yang dipimpin oleh kapten Putri KW justru diawali dengan kejutan yang tidak diinginkan.
Menurunkan komposisi terbaik, Indonesia dipaksa bekerja ekstra keras hingga partai terakhir.
Alih-alih menang telak, Indonesia justru kecolongan dua poin krusial yang membuat catatan kemenangan tipis 3-2 terasa menyesakkan.
Putri KW yang diharapkan menjadi pembuka jalan justru harus menelan pil pahit saat berhadapan dengan tunggal putra veteran Kanada, Michelle Li.
Kekalahan sang kapten sempat memberikan efek domino pada partai kedua.
Pasangan ganda putri, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari (Ana/Trias), terlihat kehilangan arah pada awal gim pertama saat melawan Jackie Dent/Crystal Lai.
Sempat goyah, mereka mampu melakukan konversi poin dengan baik untuk mengamankan gim pertama dan menyudahi perlawanan Kanada di gim kedua secara straight game.
Baca juga: Hasil Uber Cup 2026: 2 Ganda Jadi Penentu, Indonesia Menang Tipis 3-2 atas Kanada, di Bawah Taiwan
Ketika Thalita Wiryawan dan pasangan Amallia Pratiwi/Siti Fadia Silva mengamankan poin untuk membalikkan keadaan, sorotan tajam tertuju pada partai terakhir.
Tunggal putri, Ni Kadek Dhinda, terlibat duel sengit melawan Rachel Chan.
Pertandingan ini berjalan sangat pelik. Namun, pada gim penentuan, aspek mentalitas menjadi pembeda. Dhinda yang masih minim jam terbang di level beregu besar tampak goyah.
Dhinda akhirnya tumbang, dan skor akhir 3-2 menjadi hasil yang sangat berisiko bagi posisi Indonesia di klasemen.
Kini, tidak ada pilihan lain bagi Indonesia selain melakukan evaluasi total.
Jika ingin menjaga asa lolos ke perempat final dengan status juara grup, Srikandi Indonesia wajib melakukan balas dendam melalui produktivitas poin saat bersua Australia.
Di atas kertas, Indonesia memiliki keunggulan kualitas yang jauh di atas skuad Negeri Kanguru tersebut.
Kemenangan 5-0 atas Australia adalah harga mati untuk memperbaiki rasio poin sebelum menghadapi laga penghakiman melawan Taiwan di partai terakhir fase grup.
Jika Indonesia kembali kehilangan poin saat melawan tim non-unggulan, langkah menuju babak gugur akan semakin terjal.
Situasi ini membuat Indonesia harus puas duduk di peringkat kedua klasemen Grup C.
Perbedaan posisi ini sangat mencolok jika dibandingkan dengan Taiwan yang memuncaki klasemen
Taiwan tampil tanpa cela dengan melibas Australia 5-0 tanpa kehilangan satu gim pun. Agresivitas Taiwan ini menjadi sinyal bahaya bagi Indonesia.
Hari ini, Minggu (26/4/2026), Taiwan akan berhadapan dengan Kanada. Menilik performa stabil mereka, besar kemungkinan Taiwan akan kembali menang telak dan memperlebar jarak keunggulan poin dari Indonesia.
1. Taiwan |1| |1| |0| |5-0| |210-107|
2. Indonesia |1| |1| |0| |3-2| |227-208|
3. Kanada |1| |0| |1| |2-3| |208-227|
4. Australia |1| |0| |1| |0-5| |107-210|
*keterangan: posisi, nama negara, jumlah laga, menang, kalah, rasio game, poin
(Tribunnews.com/Niken)