TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Peristiwa orang tenggelam terjadi di Air Terjun Tembok Barak, Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Bali, Sabtu 25 April 2026.
Korban diketahui bernama Ardianan Wardana Putra asal Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, I Gede Suyasa, mengungkapkan awalnya korban datang secara rombongan berjumlah total tujuh orang.
Seluruhnya merupakan pegawai Badan Pusat Statistik Kabupaten Buleleng.
Baca juga: Pegawai BPS Tenggelam Di Air Terjun Tembok Barak Bali, Tim SAR Terkendala Air Keruh Dan Arus Kuat
"Rombongan terdiri dari tiga perempuan dan empat laki-laki. Dari jumlah tersebut, empat orang di antaranya melakukan aktivitas berenang di area air terjun, salah satunya korban," ucapnya dikonfirmasi Minggu 26 April 2026.
Berdasarkan keterangan, Ardianan sempat terlihat meminta pertolongan saat berada di area tengah air terjun.
Beberapa rekannya yang memiliki kemampuan berenang segera berupaya memberikan bantuan.
"Korban sempat berhasil dibawa ke tepi, namun karena derasnya arus, korban kembali terseret ke tengah," jelasnya.
Upaya penyelamatan terus dilakukan, bahkan salah satu rekan Ardianan sempat menyelam untuk mengangkat korban ke permukaan.
Namun, kondisi korban yang sudah kelelahan membuatnya tidak mampu bertahan.
Adrianan diduga terseret arus dan masuk ke bagian palung di sisi kanan lokasi kejadian.
"Setelah itu, korban tidak terlihat muncul kembali ke permukaan," imbuhnya.
Setelah menerima laporan, Tim BPBD Buleleng segera menuju lokasi kejadian untuk membantu pencarian Ardianan.
Kondisi air yang keruh menyulitkan proses pencarian visual di lokasi kejadian.
"Proses pencarian malam itu berlangsung hingga pukul 22.30 Wita dan belum membuahkan hasil. Sehingga disepakati akan dilakukan pencarian hari ini bersama Tim Gabungan pukul 08.00 WITA pagi," tandasnya. (mer)