Teks Misa Sore Minggu 26 April 2026 Hari Biasa Pekan IV Paskah Tahun A
Gordy Donovan April 26, 2026 10:42 AM

Oleh: P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak teks misa sore hari Minggu 26 April 2026.

Teks misa sore hari Minggu lengkap renungan harian katolik untuk hari Minggu biasa IV Paskah tahun A.

Teks misa sore hari Minggu disusun oleh P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD.

Ikuti misa sore hari Minggu dengan penuh iman.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Minggu 26 April 2026, Yesus, Gembala Yang Baik

 

Persiapan Misa

Para Petugas Liturgi berkumpul di sakristi. Untuk bacaan, siapkan Alkitab. Untuk nyanyian, bisa siapkan buku nyanyian. 

Sedapat mungkin, untuk kekhusukan suasana, alat-alat komunikasi dimatikan. 

Ketika memulai, Pemimpin (P) berkata, “Penolong kita ialah Tuhan”, dan yang lain menyahut, “Yang menjadikan langit dan bumi”. 

Kemudian dinyanyikan lagu pembuka untuk masa Paskah.

01. TANDA SALIB DAN SALAM 

P : Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. 

U : Amin. 

P : Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita. 

U : Sekarang dan selama-lamanya. 

02. KATA PEMBUKA 

P : Hari ini kita merayakan Minggu Keempat dalam Masa Paskah. Kita akan mendengarkan bacaan bacaan suci yang mengundang kita untuk bertobat dan menjadi domba yang baik. Kita telah diselamatkan oleh Gembala sejati, maka kita diajak untuk menjadi domba yang baik dan setia. Dalam bacaan pertama misalnya, Rasul Petrus memberi kan kotbah dan mengajak semua orang untuk bertobat dan memberi diri mereka dibaptis. Pembaptisan adalah pembersihan masa lalu dan permulaan masa baru dalam iman akan Tuhan. Dalam bacaan kedua, rasul Petrus juga mengajak kita untuk bertahan dalam semua penderitaan dan kesulitan hidup. Kristus telah menderita bagi kita dan Dia melewatinya dengan sempurna. Kita pun diajak untuk tidak menyerah ketika kita menerima tantangan dalam hidup kita. Dalam bacaan Injil, kita akan mendengarkan kata kata Yesus yang menyebut bahwa Dia adalah Gembala yang baik. Gembala ini mengenal semua domba-Nya dan menuntun mereka ke tempat yang segar, menyelamatkan, dan menentramkan. Kita tidak perlu berpaling kepada gembala lain, karena Gembala kita adalah Gembala yang baik, yang berkorban untuk keselamatan kita. (hening sejenak)

03. TOBAT DAN PERMOHONAN AMPUN 

P : Saudara-saudari, marilah menyesali dan mengakui segala dosa, serta memohon ampun atas segala kekurangan kita supaya pantas bertemu Tuhan dan layak merayakan Sabda penyelamatan-Nya.
U : Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa, dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa,
dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu saya mohon kepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekalian, supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita. 
P : Semoga Allah memandang dan memperhatikan kita. Semoga Ia menunjukkan kerelaan hati-Nya serta memberikan pengampunan dosa dan damai sejahtera kepada kita. 
U : Amin. 

04. MENYANYIKAN LAGU KEMULIAAN 

[Dianjurkan untuk memakai Madah Kemuliaan di bawah ini.] 

P : Kemuliaan kepada Allah di surga 
U : dan damai di bumi kepada orang yang berkenan pada-Nya. 
P : Kami memuji Dikau, 
U : Kami meluhurkan Dikau. 
P : Kami menyembah Dikau, 
U : Kami memuliakan Dikau.
P : Kami bersyukur kepada-Mu, karena kemuliaan-Mu yang besar. 
U : Ya Tuhan Allah, raja surgawi, Allah Bapa yang Mahakuasa. 
P : Ya Tuhan Yesus Kristus, Putera yang tunggal. 
U : Ya Tuhan Allah, Anak Domba Allah, Putera Bapa. 
P : Engkau yang menghapus dosa dunia, kasihanilah kami. 
U : Engkau yang menghapus dosa dunia, kabulkanlah doa kami. 
P : Engkau yang duduk di sisi Bapa, kasihanilah kami. 
U : Karena hanya Engkaulah kudus. 
P : Hanya Engkaulah Tuhan. 
U : Hanya Engkaulah Mahatinggi, ya Yesus Kristus. 
P : bersama dengan Roh Kudus, 
U : dalam kemuliaan Allah Bapa. Amin.

05. DOA PEMBUKA 

P : Marilah kita berdoa, [hening sejenak] Ya Allah, kami amat bersyukur karena Engkau memperhatikan keselamatan kami. Engkau menuntun kami ke dalam kawanan domba gembalaan-Mu. Bantulah agar kami mampu menjadi domba yang mendengarkan suara-Mu dan yang juga mampu menghadirkan suara-Mu di dalam keluarga dan lingkungan kami. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa, bersama dengan Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. 
U : Amin. 

06. AJAKAN MENDENGARKAN SABDA TUHAN 

P : Marilah kita membuka hati kita untuk mendengarkan Sabda Tuhan dan menerimanya agar Sabda Tuhan menjadi pelita iman kita dan tongkat penuntun jalan hidup kita. [Bacaan dibacakan dari Alkitab]

07. BACAAN PERTAMA (Kis. 2:14,36-41) 

L : Bacaan dari Kisah Para Rasul.

Maka bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul itu, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini. Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus."Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?" Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita."Dan dengan banyak perkataan lain lagi ia memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya: "Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini." Orang-orang yang menerima perkataan nya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.
Demikianlah Sabda Tuhan.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U : Syukur kepada Allah. 

08. MENDARASKAN MAZMUR TANGGAPAN 

Refren (Mzm 23:1) 

Tuhanlah gembalaku, aku takkan berkekurangan.

Mzm. 23:1-3a,3b-4.5.6 

TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;Ia menyegarkan jiwaku. (Refren)

Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.
(Refren)

Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; 
pialaku penuh melimpah. (Refren)

Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa. (Refren)

09. BACAAN KEDUA (1Ptr. 2:20-25) 

L : Bacaan dari Surat Pertama Rasul Petrus.

Saudara-saudari, dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah. Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya. Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil. Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh. Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembaladan pemelihara jiwamu.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U : Syukur kepada Allah. 

10. ALLELUIA (Yoh. 10:14) 

P : Alleluia, Alleluia, Alleluia
U : Alleluia, Alleluia, Alleluia
P : Akulah Gembala yang baik, Sabda Tuhan,* Aku mengenal domba-domba-Ku mengenal Aku.
U : Alleluia, Alleluia, Alleluia

11. INJIL (Yoh. 10:1-10) 

P : Marilah kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut Yohanes.

Pemimpin dan semua yang hadir membuat tanda salib dengan ibu jari pada dahi, mulut, dan dada.

Kemudian Pemimpin membacakan Injil. 

"Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok; tetapi siapa yang masuk melalui pintu, ia adalah gembala domba. Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar. Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya. Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal."Itulah yang dikatakan Yesus dalam perumpamaan kepada mereka, tetapi mereka tidak mengerti apa maksudnya Ia berkata demikian kepada mereka.Maka kata Yesus sekali lagi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Akulah pintu ke domba domba itu. Semua orang yang datang sebelum Aku, adalah pencuri dan perampok, dan domba-domba itu tidak mendengarkan mereka. Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput. Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.”
P : Demikianlah Injil Tuhan. 
U : Terpujilah Kristus. 

12. RENUNGAN HARIAN KATOLIK

"Yesus sebagai Gembala yang Baik"

Saudara-saudari sekalian, kita barusan mendengarkan kata-kata Yesus tentang Gembala yang baik. Yesus mengatakan bahwa Dia adalah Gembala yang baik. Kriteria utama dari gembala yang baik adalah yang berkorban demi kebaikan dan keselamatan gembalaannya. Kita dalami satu dua pokok untuk memperkokoh iman kita.

Pertama, Gembala yang baik. Yesus memberikan kriteria gembala yang baik. Dia mendatangi kawanannya, memanggil mereka masing-masing dengan namanya, menuntun mereka keluar, lalu Ia berjalan di depan mereka dan mereka mengikuti Dia. Lalu kalau ada ancaman, Dia sendiri yang melawan untuk melindungi kawanannya. Ini adalah gambaran ideal dari gembala yang baik. Semua tindakan yang digambarkan Yesus ini juga menjadi ajakan bagi kita untuk melakukan hal yang sama.

Kita saling menuntun satu sama lain, berjalan bersama, dan melindungi satu sama lain terhadap ancaman yang menyesatkan iman. Sebenarnya kita bisa menjalankan tugas kegembalaan ini di dalam hidup harian kita. Kita rela berkorban demi kebaikan bersama dan berusaha agar semua menjadi baik. Sebaliknya, jika kita hanya menikmati kebaikan dari orang lain dan tidak saling mendukung dalam hal kebaikan, kita sebenarnya sedang mempraktikkan diri sebagai pencuri atau perampok. Kita merampok kebaikan dari sesama dan membuat situasi menjadi tidak lagi baik. Mari kita berusaha menjadi gembala yang baik satu bagi yang lain dalam kehidupan kita.

Menjadi domba yang baik dimulai dengan mendengarkan suara Sang Gembala. Kita mungkin tidak bisa mendengarkan suara Sang Gembala ini secara langsung. Namun, gema suara-Nya itu ada dalam Kitab Suci. Ia sendiri telah memberikan rambu-rambu yang baik bagi keselamatan hidup kita. Mari kita rajin mengenal suara Sang Gembala kita dan membiarkan suara-Nya tetap terngiang di dalam hati kita, menggema dalam sanubari kita sehingga kita selalu dituntun kepada kehidupan. Tuhan memberkati kita semua.

13. SYAHADAT 

P : Marilah menanggapi Sabda Tuhan dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan dengan mengucapkan Syahadat. Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa…..

14. DOA UMAT 

P : Yesus sebagai Gembala adalah kabar gembira bagi kita yang sedang dalam perjalanan menuju hidup 
kekal. Marilah kita memberanikan diri untuk mengandalkan Dia dan menyampaikan doa-doa kepada Bapa. 
P : Semoga kita pun selalu membuka telinga dan hati untuk mendengarkan Sabda Allah yang diwartakan Putra-Nya, Gembala kita. Marilah kita mohon….
P : Semoga kita tidak takut menjadi pelindung dan penolong bagi saudara-saudari kita yang lemah dan 
berkekurangan. Marilah kita mohon….
P : Semoga dalam masa-masa sulit, kita tidak mempertahankan kehendak pribadi, tetapi mau 
mengutamakan kehendak Allah, sumber kebijaksanaan dan cinta kasih. Marilah kita mohon….
P : Semoga kita selalu menimba kekuatan rahmat Allah untuk mengambil bagian dalam karya keselamatan 
Allah di tengah masyarakat. Marilah kita mohon….
P : Kita hening sejenak untuk menyerahkan doa dan permohonan pribadi kita masing-masing. 
[hening sejenak lalu lanjut].
P : Ya Allah, penghiburan-Mu senantiasa menguatkankami. Doa-doa yang kami panjatkan ini adalah
ungkapan keyakinan kami akan menyertaan-Muyang tanpa batas. Perkenankanlah kami selalu
mensyukuri perlindungan-Mu. Dengan penganta raan Kristus, Tuhan kami.
U : Amin

15. KOLEKTE 

[Selanjutnya ada pengumpulan kolekte sebagai perwujudan cinta kepada Sang Sabda dan kepada sesama yang berkekurangan, diiringi lagu yang sesuai. Kolekte dikumpulkan lalu dihantar dan diletakkan di depan mimbar] diiringi lagu persembahan yang bernada Syukur Kepada Tuhan atau Ajakan Berbagi.]. 

16. DOA PUJIAN 

[Sesudah Kolekte, Pemimpin membawakan Doa Pujian sambil berdiri di depan umat, menghadap ke altar dan umat berdiri dan setiap kali mendaraskan aklamasi bersama.]
P : Saudara-saudari yang terkasih! Allah sungguh setia akan janji-Nya dengan membangkitkan Yesus, Ia telah membarui hidup kita, sehingga kita pantas hidup sebagai manusia baru. Sebagai orang yang telah diselamatkan, maka marilah kita memuji Dia dengan berseru:
Pujilah Allah, alleluia, alleluia.
U : Pujilah Allah, alleluia, alleluia.
P : Bapa di surga, kami telah berdosa dan terpisah jauh dari-Mu. Tetapi Engkau berkenan mendekati kami, 
bahkan merangkul kami dalam cinta kasih kebapaan-Mu dan memperbaiki cacat cela kami. 
Maka kami berseru kepada-Mu:
U : Pujilah Allah, alleluia, alleluia.
P : Kami menjadi domba yang tersesat dan tercerai berai, karena mau mengikuti kehendak sendiri. 
Tetapi Engkau telah menghimpun kami kembali menjadi satu kawanan dan satu Gembala, yakni 
Kristus Tuhan. Maka kami berseru kepada-Mu:
U : Pujilah Allah, alleluia, alleluia.
P : Yesus Kristus, Putera-Mu, telah menyerahkan diri seutuhnya sebagai kurban penebusan atas dosa dan pelanggaran kami, sehingga kami layak menjadi putera-puteri-Mu. Maka kami berseru kepada-Mu:
U : Pujilah Allah, alleluia, alleluia.
P : Kebangkitan-Nya dari alam maut telah memberi kami harapan yang kokoh akan jaminan abadi dalam kehidupan bersama Dikau. Maka kami berseru kepada-Mu:
U : Pujilah Allah, alleluia, alleluia.
P : Maka, bersama seluruh umat beriman, dan dalam kesatuan dengan Bapa Suci Paus Fransiskus, Bapa Uskup kami [nama Uskup setempat] dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki setempat], kami melambungkan 
madah pujian bagi-Mu dengan bernyanyi:

[menyanyikan satu lagu bertemakan Puji Syukur atau lagu Masa Paskah]

Menyusul Ritus Komuni. Dalam Ibadah Sabda terdapat dua kemungkinan, yaitu (1) menyambut komuni (lihat cara A), (2) tidak menyambut komuni, tetapi umat diajak menghayati komuni batin/rindu (lihat cara B). 

17A. Cara A: DENGAN KOMUNI 

Sesudah Doa Pujian, Pemimpin menuju ke altar untuk mempersiapkan komuni. Ia membentangkan kain korporale di atas altar dan kemudian mengambil Sakramen Mahakudus dari tabernakel dan diletakkan di atas kain korporale. Sesudah mempersiapkan segala yang perlu untuk Komuni Kudus, para pemandu/pengantar bersama para pelayan dan umat beriman berlutut menyembah dalam keheningan sesaat. Sesudah itu Pemimpin mengajak umat untuk menyanyikan lagu Bapa Kami sambil berdiri.

P : Saudara-saudari, meskipun kita tidak merayakan Ekaristi, pada perayaan ini kita memperoleh kesempatan menyambut Komuni Kudus, maka dalam persatuan dengan saudara-saudari se-paroki yang merayakan Ekaristi, marilah kita menyiapkan hati di hadirat Tuhan. [Hening sejenak]

18A. BAPA KAMI Berdiri 

P : Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran Ilahi, maka beranilah kita berdoa.
U : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti 
kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, 
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.
Sesudah doa Bapa Kami, dapat juga diadakan Salam damai.

19A. SALAM DAMAI DAN KOMUNI 

Bila ada Salam Damai, Pemimpin mengajak Umat, misalnya sebagai berikut:

P : Marilah kita saling memberikan salam damai. 

Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat. Sesudah Salam Damai, Pemimpin berlutut menghormati Sakramen Mahakudus, lalu menghunjukkan hosti kudus kepada umat, sambil berkata:
P : Inilah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia. 

Hosti dan sibori ditunjukkan kepada umat:
Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuan Nya.
Pemimpin dan Umat berdoa bersama-sama.

U : Ya Tuhan saya tidak pantas, Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan 
sembuh. Dengan khidmat, Pemimpin menyambut Tubuh Tuhan terlebih dulu. Sesudah itu, ia melayani umat yang menyambut komuni, seraya setiap kali berkata:
P : Tubuh Kristus.
U : Amin.

Penyambutan komuni diiringi dengan nyanyian komuni.
----------------------------------------------------------------------------------------------
17B. Cara B. TANPA KOMUNI 

P : Pada perayaan ini kita tidak menyambut Komuni kudus. Meskipun demikian, marilah kita menghayati 
kehadiran Tuhan yang kita rindukan di dalam hati kita masing-masing.

18B. BAPA KAMI Berdiri 

P : Saudara-saudari terkasih, kita telah dipersatukan oleh iman yang sama. Maka sebagai Putra-Putri Bapa yang satu dan sama, marilah kita berdoa sebagaimana yang diajarkan oleh Putra-Nya sendiri.
U : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.Dapat dilaksanakan Salam Damai. 
P : Marilah kita saling memberikan salam damai.Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari  yang berada paling dekat saja.

19B. DOA KOMUNI BATIN 

Berlutut/berdiri Pemimpin mengajak semua yang hadir untuk melaksanakan Komuni 

Batin dengan rumusan ajakan antara lain sebagai berikut: 
P : Kini, mari kita siapkan hati kita untuk menyambut kedatangan Tuhan di dalam hati kita.
P : Yesus bersabda, “Kamu memang sudah bersih karena Firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari 
dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” (Yoh. 15:3-4). [hening sejenak]

P : Yesusku, aku percaya, Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus. Aku mengasihi-Mu lebih dari segalanya, dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam seluruh jiwaku. Karena sekarang aku tak dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi, datanglah sekurang-kurangnya secara rohani ke dalam hatiku, meskipun Engkau selalu telah datang. Aku memeluk-Mu dan mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu, jangan biarkan aku terpisah daripada-Mu. Amin. [hening sejenak]

P : Dalam keheningan, marilah kita masing-masing menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir saat ini di 
sini bersama kita. Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan mengatakan: 

P : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu. 
U : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku.

Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu. 

▪ Seruan di atas diulangi oleh Pemimpin dan diikuti oleh yang hadir sebanyak tiga kali. 
▪ Lalu diberi saat hening secukupnya. 
▪ Sesudah Komuni Batin, dapat dinyanyikan satu lagu Paskah 

20. MENDOAKAN MAZMUR 23 

[lalu mendoakan Mzm 23, sedapat mungkin bersama sama. Yang ada Alkitab, bisa membuka Mzm 23]

TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, 
Ia membimbing aku ke air yang tenang;Ia menyegarkan jiwaku. 
Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.

Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; 
gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.

Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.

Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa. 

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,seperti pada permulaan, sekarang, selalu,dan sepanjang segala abad. Amin

21. AMANAT PENGUTUSAN 

P : Saudara-saudari terkasih, Yesus telah menjadi Gembala kita yang paling setia dan paling baik. Dia tidak pernah mengkhianati kita. Maka marilah kita pulang menjadi domba yang baik, yang saling menolong dan saling mendukung satu sama lain, agar Gembala kita tidak menjadi pusing mengurus masing-masing kita. Semoga hidup kita pun menjadi suatu kesaksian akan Gembala kita yang baik. Mari menjadi gembala satu sama lain dengan menjadi domba yang baik. 

22. DOA PENUTUP 

P : Marilah kita berdoa, Ya Allah, puji syukur kami atas rahmat penebusan 
yang terlaksana melalui Yesus Putra-Mu. Dialah Sang Gembala kami yang menuntun kami menuju keselamatan, dan yang memberikan kami kehidupan yang berlimpah-limpah. Semoga kami mampu membangun keluarga kami menjadi bagian dari satu kawanan Gembala kami yang utama, yaitu Yesus Kristus. Dialah Tuhan dan pengantara kami. 
U : Amin

23. MOHON BERKAT TUHAN 

P : Sebelum mengakhiri perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan. [hening sejenak]

P : Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal. 

[sambil membuat Tanda Salib pada diri sendiri]

DALAM NAMA BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH KUDUS. 

U : Amin. 
P : Perayaan Sabda Hari Minggu Paskah kita ini sudah selesai, Alleluia, Alleluia.
U : Syukur kepada Allah, Alleluia, Alleluia.

24. PENGUTUSAN 

P : Marilah pergi, kita diutus Tuhan untuk menjadi saksi kebangkitan-Nya. 
U : Amin. 

25. LAGU PENUTUP.

(Sumber P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD/kgg).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.