Laporan wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nasir I Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pertandingan antara Persekat Tegal menghadapi Persiraja Banda Aceh akan tersaji pada Minggu, (26/4/2026), pukul 15.30 WIB di Stadion Tri Sanja, Tegal.
Meski tak lagi menentukan arah kompetisi, laga ini tetap menyimpan makna penting bagi kedua tim: menjaga harga diri di penghujung musim.
Baik Persekat maupun Persiraja sudah tidak memiliki peluang untuk mengubah nasib di klasemen.
Persiraja saat ini mengoleksi 38 poin dan bertengger di peringkat kelima, sementara Persekat Tegal berada di posisi kesembilan dengan 26 poin.
Baca juga: Gagal Curi 3 Poin di Aceh, Andik: Suporter Persiraja Sangat Luar Biasa
Dengan sisa pertandingan yang ada, keduanya dipastikan tidak mampu menembus zona play off promosi maupun keluar dari bayang-bayang fase play off degradasi.
Namun dalam laga ini, Fitra Ridwan cs tidak akan datang sia-sia ke Tegal. Ada harga diri dan marwah yang harus dipertahankan.
Mereka tetap membidik kemenangan di dalam laga tersebut.
Pelatih Persiraja, Jaya Hartono, diperkirakan tetap menurunkan skuad terbaiknya. Sejumlah nama seperti Connor Flynn, Juan Mera, Jackson Tiwu, dan Asghal Habib berpotensi mengisi lini serang.
Di lini tengah, Omid Popalzay dan Fitra Ridwan kemungkinan menjadi pengatur permainan, sementara lini belakang akan dikawal Ariel Kurung dan Revan.
Baca juga: Lini Tengah Lemah, Persiraja Tertinggal 0-1 dari Garudayaksa di Babak Pertama
Namun, posisi penjaga gawang masih menjadi perhatian. Performa Muhammad Reza dalam dua pertandingan terakhir menuai sorotan setelah beberapa kesalahan yang berdampak pada hasil tim.
Keputusan pelatih untuk tetap mempertahankannya atau melakukan rotasi menjadi hal yang patut dinantikan.
Di tengah situasi ini, Persiraja juga masih menyisakan satu laga terakhir melawan PSMS Medan pekan depan di Stadion Haji Dimurthala, Banda Aceh, Sabtu (2/5/2026) malam.
Meski peluang perubahan posisi klasemen terbilang kecil, hasil di dua laga tersisa tetap penting untuk menjaga konsistensi tim dan posisi akhir klasemen.
Dengan demikian, laga Persekat Tegal kontra Persiraja Banda Aceh bukan sekadar pertandingan formalitas.
Di balik statusnya yang tak lagi menentukan, tersimpan misi yang lebih dalam: menjaga kehormatan dan menutup musim dengan kepala tegak.(*)