Bayang-bayang Krisis Timur Tengah Tak Goyahkan Harga Pangan Di Bali, Satgas Pastikan Stok Aman
Putu Dewi Adi Damayanthi April 26, 2026 10:23 AM

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) Pangan Provinsi Bali memastikan harga dan ketersediaan 14 bahan pokok penting (bapokting) di wilayah Bali masih dalam kondisi stabil dan terkendali hingga akhir April 2026. 

Meskipun eskalasi konflik di Timur Tengah saat ini tengah memicu kekhawatiran terhadap rantai pasok energi dan logistik global yang berpotensi melambungkan harga komoditas, kondisi pasar domestik di Bali dipastikan belum terdampak secara signifikan.

Langkah antisipatif terus diperkuat melalui serangkaian inspeksi mendadak (sidak) yang menyasar pasar tradisional, ritel modern, hingga distributor besar. 

Hingga pada Sabtu 25 April 2026 kemarin, tim gabungan yang terdiri dari Ditreskrimsus Polda Bali, Badan Pangan Nasional, Bulog Kanwil Bali, serta dinas terkait di lingkungan Pemprov Bali menyisir Pasar Kreneng, Denpasar, untuk memantau langsung fluktuasi harga di tingkat pedagang.

Baca juga: Dampak Konflik Timur Tengah, Bebek Bengil Bali Bidik Konsumen Domestik, Turun Harga 10-15 Persen

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol. Ariasandy, S.I.K., menjelaskan bahwa pengawasan intensif ini merupakan respons cepat pemerintah untuk menjamin keterjangkauan harga bagi masyarakat. 

Yang menjadi fokus pemantauan Tim Satgas meliputi komoditas strategis seperti beras, telur, minyak goreng, kedelai, gula, jagung, cabai, bawang, hingga daging sapi dan ayam.

"Pengawasan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga wajar dan kualitas yang baik," kata Kabid Humas Polda Bali, pada Minggu 26 April 2026.

"Hingga saat ini, dari dialog langsung dengan pedagang di Pasar Kreneng, harga pangan masih berada dalam kisaran terjangkau dengan pasokan yang sangat mencukupi kebutuhan masyarakat Bali," imbuh Kombes Pol. Ariasandy.

Kondisi stabil ini menjadi catatan penting di tengah situasi geopolitik Timur Tengah per April 2026 yang kian memanas. 

Secara global, konflik bersenjata di kawasan tersebut sering kali memicu kenaikan harga minyak mentah dunia yang berdampak langsung pada biaya transportasi dan distribusi barang. 

Namun, Satgas Pangan Bali menegaskan bahwa efisiensi jalur distribusi lokal dan pengawasan ketat terhadap stok di gudang-gudang distributor menjadi kunci harga di Bali tidak ikut bergejolak.

Sebelumnya, pada hari Kamis, tim juga telah melakukan penelusuran alur distribusi di sejumlah titik-titik lain mulai dari Toko Kamila dan Warung Bumbu Ibu Gek Sri di Pasar Kreneng, hingga distributor besar seperti UD. Cipta Agung Unggas di Penatih dan ritel modern Supermarket Grand Lucky di Jalan PB Sudirman. 

Upaya ini diambil untuk memastikan tidak ada oknum pelaku usaha yang memanfaatkan situasi global untuk melakukan spekulasi harga.

Kombes Pol. Ariasandy menegaskan bahwa Satgas tidak akan segan mengambil tindakan hukum bagi pelaku usaha yang terbukti menjual komoditas di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah. 

Pengawasan ini tidak hanya berhenti pada harga, tetapi juga menyentuh aspek keamanan dan mutu pangan yang beredar.

"Kami mengingatkan para pelaku usaha agar tetap mematuhi ketentuan pemerintah. Pelanggaran akan ditindak tegas secara berjenjang, mulai dari teguran tertulis hingga pencabutan izin usaha," jelas dia. 

"Satgas Saber Pangan hadir untuk menjamin keamanan stok dan stabilitas harga, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan tenang tanpa perlu khawatir akan lonjakan harga yang tiba-tiba," tegasnya.

Melalui sinergi lintas instansi antara Polda Bali, Dinas Pertanian, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Bulog, pemerintah berkomitmen untuk terus menjaga ketahanan pangan daerah. 

Pengawasan berkelanjutan ini diharapkan mampu membentengi ekonomi masyarakat Bali dari dampak negatif ketidakpastian situasi global di masa mendatang. (*) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.