TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Ketidakmampuan memaksimalkan peluang menjadi gol menjadi faktor utama kekalahan Semen Padang FC saat menghadapi Borneo FC dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026 pekan ke-29 di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (25/4/2026) malam.
Dalam laga tersebut, tim Kabau Sirah harus pulang dengan kekalahan telak 0-3, meski sempat menciptakan sejumlah peluang berbahaya sepanjang pertandingan.
Pelatih Semen Padang FC, Imran Nahumarury, menegaskan bahwa penyelesaian akhir menjadi pekerjaan rumah utama timnya setelah gagal mengonversi peluang menjadi gol.
Baca juga: Dipermalukan Borneo FC 0-3, Imran Nahumarury Tetap Apresiasi Perjuangan Pemain Semen Padang FC
“Mereka bermain sangat luar biasa, meskipun beberapa peluang tidak bisa dikonversikan menjadi gol. Itu yang menjadi pembeda di pertandingan ini,” ujar Imran.
Ia juga mengakui keunggulan Borneo FC yang tampil lebih efektif dalam memanfaatkan setiap peluang yang didapat.
“Selamat untuk Borneo FC, mereka lebih siap dan lebih matang. Mereka bisa memaksimalkan peluang yang ada,” tambahnya.
Pemain Semen Padang FC, Riki Ariansyah, turut menilai bahwa efektivitas di depan gawang menjadi kunci hasil akhir pertandingan.
“Siapapun yang bisa memaksimalkan peluang, itulah yang akan memenangkan pertandingan,” kata Riki.
Meski kalah, Imran tetap mengapresiasi kerja keras para pemainnya yang dinilai telah tampil maksimal menghadapi tekanan dari tim tuan rumah.
Ia menegaskan bahwa timnya akan segera melakukan evaluasi, khususnya dalam hal penyelesaian akhir serta keseimbangan permainan.
“Yang pasti attack jadi perhatian kami, termasuk bagaimana penyelesaian akhir. Selain itu, defense dan transisi juga harus diperbaiki,” jelasnya.
Baca juga: Prakiraan Cuaca 5 Wilayah di Sumatera Barat Hari Ini: Padang Berawan, Bagaimana Bukittinggi ?
Dengan lima laga tersisa, Semen Padang FC masih memiliki peluang untuk keluar dari zona degradasi. Imran memastikan timnya tidak akan menyerah dan akan berjuang hingga akhir musim.
“Memang tidak mudah, tapi tidak ada yang tidak mungkin. Kami akan tetap berjuang semaksimal mungkin,” tutupnya.
Pelatih Semen Padang FC, Imran Nahumarury, mengakui kemenangan Borneo FC memang pantas diraih tim lawan yang dinilai tampil lebih siap sepanjang pertandingan.
“Yang pertama selamat untuk Borneo FC, mereka pantas menang, mereka lebih siap. Tapi yang kedua saya mengapresiasi pemain saya. Mereka bermain sangat luar biasa, meskipun beberapa peluang tidak bisa dikonversikan menjadi gol,” ujar Imran usai laga.
Menurut Imran, anak asuhnya sebenarnya mampu memberikan perlawanan dan menciptakan sejumlah peluang.
Namun, kegagalan memaksimalkan peluang menjadi gol menjadi salah satu faktor pembeda dalam pertandingan tersebut.
Hal senada juga disampaikan pemain Semen Padang FC, Riki Ariansyah. Ia menilai efektivitas menjadi kunci kemenangan dalam laga tersebut.
“Menurut saya, buat pertandingan malam ini, ya itulah dia. Siapapun yang bisa memaksimalkan peluang, itulah yang akan memenangkan pertandingan,” kata Riki.
Terkait jalannya pertandingan, Imran menilai intensitas tinggi dan benturan yang terjadi di lapangan merupakan hal wajar, mengingat laga tersebut mempertemukan dua tim dengan kualitas yang tidak bisa dipandang sebelah mata.
“Saya pikir dalam sepak bola itu hal biasa. Apalagi ini pertandingan besar. Benturan-benturan itu wajar. Pemain saya juga sudah bermain ekstra, karena lawan kita bukan sembarangan, yaitu Borneo FC,” jelasnya.
Ia menambahkan, Borneo FC tampil lebih matang dan sabar, serta mampu memanfaatkan peluang yang didapat, termasuk melalui situasi bola mati.
“Seperti tadi, ada beberapa peluang yang harusnya bisa jadi gol, tapi tidak terjadi. Borneo lebih matang, lebih sabar, dan mereka bisa memaksimalkan setiap peluang yang mereka punya,” tambah Imran.
Dengan hasil ini, Semen Padang FC masih berada dalam tekanan di papan bawah klasemen.
Meski demikian, Imran menegaskan timnya belum menyerah, mengingat masih ada lima pertandingan tersisa musim ini.
“Banyak hal yang harus kita perbaiki. Tidak hanya saat kalah, saat menang pun kita tetap evaluasi. Yang pasti attack jadi perhatian, defense juga harus diperbaiki, termasuk transisi permainan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti kelemahan tim dalam mengantisipasi set piece, yang berujung pada dua gol Borneo FC.
“Set piece juga jadi perhatian. Dua gol tercipta dari situasi tersebut, ini harus terus kita perbaiki,” tegasnya.
Imran memastikan Semen Padang FC akan terus berjuang hingga akhir musim demi keluar dari zona degradasi.
“Lima laga tersisa memang tidak mudah, tapi tidak ada yang tidak mungkin. Kami sudah berjanji, dalam situasi apapun tidak boleh menyerah dan akan berjuang semaksimal mungkin,” tutupnya.