Kata Warganet Interview Kerja di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Ijazah Ditahan, Deposit Rp 3 Juta
ninda iswara April 26, 2026 11:06 AM

TRIBUNTRENDS.COM - Sejumlah fakta bermunculan terkait kasus dugaan kekerasan di daycare Little Aresha, Umbulharjo, Yogyakarta.

Seorang warganet pemilik akun Threads @rrslynawti, membeberkan pengalamannya saat interview kerja di daycare Little Aresha, Yogyakarta.

Sebagai informasi, daycar Little Aresha sedang menjadi sorotan setelah kekerasan di dalamnya terbongkar.

Ratusan anak menjadi korban kebiadaban pengasuh hingga menimbilkan trauma.

Tak hanya mental, fisik anak-anak juga kena imbasnya.

Luka di tubuh mereka juga memicu kecurigaan orang tua akan terjadinya kekerasan yang dialami.

Selain soal pengasuhan, cara Little Aresha merekrut pegawai juga menjadi sorotan.

Baca juga: Kasus Kekerasan Daycare Little Aresha, Pemilik Diduga Hakim, Ahmad Sahroni: Pecat, Lanjut Pidanakan

Pemilik akun Threads @rrslynawti mengaku pernah interview kerja di daycare Little Aresha pada awal tahun 2026 lalu.

Melalui akun Threads miliknya, ia merasa aneh dengan syarat-syarat yang diberikan.

Syarat-syarat tersebut dirasa justru akan menyusahkannya.

Salah satu syarat yang harus dipenuhi yakni deposit uang sejumlah Rp 3 juta.

Syarat kedua yakni ijazah asli mereka akan ditahan.

Hal ini sama seperti yang disampaikan oleh mantan pegawai daycare Little Aresha yang melaporkan kasus tersebut.

Ia melapor lantaran ijazahnya tak dikembalikan meski ia sudah resign.

Sedangkan syarat ketiga yakni mereka akan langsung dikontrak untuk bekerja selama dua tahun dan harus membawa materai sendiri.

Si pemilik akun yang merasa keberatan dengan syarat yang diajukan pun memilih untuk mundur.

Ia juga menuturkan bahwa tempat tersebut cukup sempit untuk ukuran daycare.

"SUMPAHHH aku awal tahun ini interview kerja disini dan lamar mau jadi guru daycare. tapi syaratt untuk kerjanya aneh.
1. harus deposit uang sejumlah 3.000.000
2. Ijazah asli ditahan
3. Kontrak kerja langsung 2 tahun dan kita harus bawa materai sendiri.
dengan berat hati aku gajadii melanjutkan kerja disitu. tempatnya sempit juga menurutku untuk daycare. engapp bgt jujur tempatnya disana," tulis pemilik akun Threads @rrslynawti.

Baca juga: Ulah Keji Pengasuh Daycare Little Aresha Yogyakarta, Kamar 3x3 m Diisi 20 Anak, Sakit Ditelantarkan

DAYCARE LITTLE ARESHA - Seorang pemilik akun Threads mengaku pernah interview kerja di daycare Little Aresha, dimintai uang deposit Rp 3 juta hingga ijazah ditahan (Threads/@rrslynawti | Kompas/ Wisang Seto)

Si pemilik akun juga mengunggah tangkapan layar chat WA berisi undangan interview dari daycare tersebut.

Netizen yang penasaran pun ramai mengomentari pengakuan si pemilik akun.

Mereka juga menanyakan berapa gaji yang ditawarkan untuk bekerja di sana.

Pemilik akun menuliskan bahwa ia diimingi gaji sebesar Rp 2 juta per bulannya.

Ini merupakan jumlah yang cukup kecil karena mereka harus bekerja dari pukul 06.00 sampai 17.00 WIB.

Para netizen yang juga pernah mengikuti interview kerja di daycare Little Aresha pun menuturkan hal serupa.

Mereka diberi syarat yang cukup memberatkan jika ingin diterima.

Nasib Karyawan yang Bongkar Dugaan Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Ijazah Ditahan

Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Eva Guna Pandia mengungkap bahwa penggerebekan daycare Little Aresha di Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta berawal dari laporan seorang mantan karyawan.

Kasus dugaan penganiayaan terhadap anak itu mencuat setelah karyawan tersebut mulai merasakan adanya kejanggalan dalam pola pengasuhan di tempat penitipan tersebut.

“Awalnya dari karyawannya itu melihat bahwa perlakuan terhadap bayi atau anak yang dititip itu kurang manusiawi,” kata dia saat dihubungi, Sabtu (25/4/2026).

Kecurigaan tersebut membuat karyawan itu akhirnya memilih untuk keluar dari pekerjaannya karena tidak lagi merasa nyaman dengan situasi di tempat tersebut.

“Tidak sesuai dengan hati nuraninya karena mungkin ada yang dianiaya juga mungkin kan. Ditelantarkan, akhirnya dia merasa tidak sesuai hati nurani minta resign,” ujar Pandia.

Baca juga: 13 Tersangka Kasus Daycare Little Aresha Yogyakarta, Ada Kepala Yayasan & Kepsek, Apa Motifnya?

Namun setelah mengundurkan diri, karyawan itu mengalami masalah lain karena ijazah miliknya diduga masih ditahan oleh pihak daycare.

“Ijazahnya ditahan sama pemilik sehingga dia melaporlah ke kita. Sehingga kami dapat informasi seperti itu. Langsung ditindaklanjuti,” bebernya.

Berdasarkan laporan tersebut, pihak kepolisian kemudian melakukan penelusuran dan menindaklanjuti informasi yang diterima.

Saat dipantau di lokasi pada Sabtu siang, bangunan daycare terlihat sudah tutup dan dipasangi garis polisi oleh petugas.

Dari informasi spanduk di depan lokasi, daycare itu diketahui menerima penitipan anak dengan rentang usia mulai 2 bulan hingga 8 tahun.

Orangtua Temukan Luka Lebam

Salah satu orangtua yang menitipkan anaknya di daycare itu, Aldewa, mengaku mengetahui kabar penggerebekan tersebut dari media sosial pada Jumat sore.

“Itu saya baca jam 5 ada ibu jemput katanya lihat di video sudah posisi diiket (anak) dan segala macam,” katanya saat ditemui di Yogyakarta, Sabtu (25/4/2026).

Ia pun mengakui sempat menemukan luka lebam di tubuh anaknya, anaknya yang berusia 3 tahun, namun mengira luka itu akibat terjatuh.

“Kalau bekas luka, terakhir kemarin dijemput mbahnya itu ada luka lebam di kaki. Nah mbahnya enggak bilang apa-apa. Terus istri saya bilang kayaknya jatuh deh. Ya udah saya juga enggak tanya pihak sekolah,” ujarnya.

Selain itu, ia menyebut anaknya sempat menunjukkan tanda trauma, seperti menangis setiap hendak berangkat.

“Kalau pagi. Biasanya kalau mau sekolah mesti nangis. Tapi kalau udah sampai 'cep' diem,” kata Aldewa.

Baca juga: Tidak Manusiawi, Kondisi Anak-anak saat Daycare Little Aresha Digerebek, Tangan dan Kaki Diikat

DAYCARE JOGJA DIGEREBEK - Pengelola Daycare Little Aresha di Umbulharjo masih simpang siur, nama seperti Diyah Kusumastuti beredar di media sosial.
DAYCARE JOGJA DIGEREBEK - Pengelola Daycare Little Aresha di Umbulharjo masih simpang siur, nama seperti Diyah Kusumastuti beredar di media sosial. (Istimewa/Threads)

Anak Demam Tak Dilaporkan

Orangtua lainnya, Khairunisa, mengaku anaknya yang berusia 1,5 tahun sering mengalami gangguan kesehatan selama dititipkan di tempat tersebut.

“Dia pilek sampai sekarang belum sembuh. Terus batuk biasanya nggak pernah batuk. Batuknya sampai muntah-muntah,” ujarnya.

"Yang saya kaget dia demam sampai 38,7 derajat atau 39 itu tidak bilang ke kami. Bilangnya pas kami sudah ngomong. Buk ini demam ya. Oh iya demam kemarin,” lanjutnya.

Khairunisa datang ke Polresta Yogyakarta untuk melapor sekaligus mencari kejelasan atas peristiwa yang terjadi.

“Melapor sekaligus melihat kejadian kemarin dan memang anak saya terlihat kondisi tangannya diikat di sini,” katanya.

Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait dugaan kekerasan dan penelantaran anak di tempat penitipan tersebut.

(TribunTrends/Ninda/Kompas)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.