- Kapal perang Iran menjebak 2.000 kapal tanker dan kargo raksasa di Selat Hormuz.
Lebih dari 20.000 awak kapal dijaga ketat pasukan IRGC dalam blokade penuh Iran di Hormuz.
Televisi pemerintah Iran menayangkan rekaman yang diklaim memperlihatkan kapal kargo dan tanker minyak terhenti di Selat Hormuz, Sabtu (26/4/2026).
Dalam video tersebut, tampak sejumlah kapal berukuran besar berhenti di jalur pelayaran strategis dunia.
Sementara beberapa perahu kecil terlihat bergerak di sekitar lokasi.
Kondisi ini memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global.
Penutupan Selat Hormuz ini dilakukan Iran merespons blokade yang dilakukan oleh AS.
Jika AS bertindak, Iran mengancam keras akan tak akan lagi menggunakan senjata api kecil.
IRGC akan membalas setiap blokade dari AS dengan serangan rudal berbobot ton.
Iran juga menegaskan masih mengendalikan Selat Hormuz yang menjadi jalur strategis energi dunia.
Markas militer itu memperingatkan, jika AS dan Israel kembali melakukan agresi, maka kerugian yang lebih besar akan menanti.
Sebelumnya, Kepala Badan Energi Internasional memperingatkan pasar energi berpotensi kehilangan sekitar 13 juta barel minyak per hari jika gangguan navigasi di Selat Hormuz berlanjut.
Jika hal itu terjadi, harga minyak dunia bisa melonjak dan berdampak pada ekonomi global.
Kondisi ini memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global.
Pasalnya, Selat Hormus diketahui menjadi jalur utama distribusi minyak dunia.