BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN- Kondisi global yang memicu kenaikan harga sejumlah bahan bangunan dan terbatasnya lahan menjadi tantangan di sektor pembiayaan perumahan di Banjarmasin.
Meski demikian, perbankan tetap optimistis permintaan hunian tidak akan surut dengan berkolaborasi dengan pengembang perumahan.
Sulthon Agung, Kepala BSN Banjarmasin, respon masyarakat terhadap BSN sangat baik bahkan untuk pembiayaan perumahan mereka di peringkat teratas.
"Secara marketshare BSN ada di nomor dua dalam penyaluran KPR FLPP secara keseluruha," kata Sulthon, seraya mengatakan saat BSN terdiri satu kantor cabang di Banjarmasin dan satu cabang pembantu di Banjarbaru.
Realisasi pembiayaan pada 2025, jelas Sulthon, sebanyak 2.900 unit. Pada triwulan pertama 2026 ini mereka sudah membiayai 645 unit dari target tahun ini sejumlah 3.200-3.400 unit.
Baca juga: Lowongan Kerja Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia, Kerja di KMP Cek Syarat dan Kualifikasinya
Baca juga: FLASH SALE Rp62 Warnai Pekan AKSEL 2026 di Banjarmasin
"Kami optimistis target tercapai, karena kami punya layanan dan sistem yang memudahkan nasabah, begitu juga kordinasi yang baik antara nasabah, developer, bank," jelasnya.
Memang saat ini ada tantangan yaitu isu harga material naik, begitupula ketersediaan lahan dan harga tanah yang naik.
"Meski demikian, rumah adalah kebutuhan masyarakat. Jadi mereka tetap beli rumah. Tinggal bagaimana kami tetap konsisten melayani dengan kecepatan proses dan putusan, serta kemudahan lain," kata Sulthon.
Kemudahan juga didukung adanya aplikasi SuperAp yang mempercepat transaksi keuangan dan memang terbukti ada peningkatan transaksional.
Disampaikan Bona Pasogit Rumapea, Kepala Cabang BTN Banjarmasin, pihaknya juga optimis target tahun ini dapat dicapai dengan baik.
"Target kami adalah peningkatan 20 persen dibanding tahun lalu. Kami juga optimis kondisi ekonomi membaik," katanya.
Tambah Bona, adanya aplikasi mobile dan hubungan kerjasama dengan korporat, lembaga dan nasabah perorangan juga mendukung pencapaian target tersebut.
"Dulu kami hanya fokus KPR, sekarang melayani dari hulu ke hilir. Dengan aplikasi yang terus berkembang ini mempermudah nasabah dan mitra pengembang. Makanya kami yakin pertumbuhan ekspansi kredit dapat diraih," katanya.
Saat ini progres pembiayaan rumah subsidi di BTN angkanya lebih dari 400 unit per Maret 2026.
"Awal tahun hingga lebaran tadi memang belum banyak pembiayaan karena masyarakat belum fokus hunian, tapi setelah ini sampai akhir tahun akan tumbuh berkembang hingga 4000 unit di Kalsel," tukasnya.
Meski kondisi perang menaikan harga beberapa produk, namun menurut Bona perumahan sudah ada segmetasinya apalagi perumahan subsidi.
"Masyarakat tetap butuh hunian. Kalau menunda membeli rumah, maka akan semakin naik harganya dan lokasi bisa saja semakin jauh, jadi mereka pasti belinya sekarang," tandas Bona.
Mengenai kenaikan harga rumah, pungkas Bona itu kewenangan pemerintah apakah nanti ada penyesuaian mengikuti kenaikan harga material dan penghasilan masyarakat.
Sementara Sekretaris DPD Apersi Kalsel, Muhammad Fikri, mengungkapkan saat ini, penjualan perumahan mengalami sedikit perlambatan dibandingkan dengan bulan April 2025.
"Kondisi ini mendorong kami para pengembang untuk mengambil berbagai langkah strategis guna menjaga minat pasar," katanya.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menawarkan berbagai promo menarik, seperti diskon, bonus, hingga cashback bagi masyarakat yang ingin membeli rumah.
Sekretaris REI (Real Estate Indonesia) Kalsel Hasanuddin, menyatakan, selain promosi, menjaga kualitas bangunan dan kepercayaan konsumen tetap menjadi faktor penting dalam pemasaran.
“Kami tetap mengutamakan kualitas dan menjaga kepercayaan konsumen agar pasar tetap terjaga,” kata Hasan yang juga Direktur PT ABSY di Banjarmasin.
(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)