Dampak Kenaikan BBM, Rental Mobil Bengkulu Sepi Orderan, Pengusaha Cari Cara Bertahan
Hendrik Budiman April 26, 2026 11:54 AM

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Dampak kenaikan BBM non subsidi kian terasa di Bengkulu.

Bisnis rental mobil yang sebelumnya stabil kini mendadak sepi pelanggan, membuat pengusaha kelimpungan mencari solusi.

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi memaksa pelaku usaha rental mobil di Bengkulu untuk beradaptasi agar tetap bertahan di tengah tekanan biaya operasional dan penurunan permintaan.

Wike Owner Mamek1892 Rental Car mengungkapkan, pihaknya kini mengandalkan strategi penyewaan jangka panjang sebagai solusi menjaga kestabilan pemasukan.

“Sekarang kita lebih arahkan ke kontrak bulanan. Memang lebih murah dibanding harian, tapi itu untuk menyelamatkan angsuran,” ujarnya kepada TribunBengkulu.com, Sabtu (25/4/2026).

Menurut Wike, sebelum harga BBM naik, mayoritas pelanggan memilih sistem sewa harian. Namun kondisi saat ini membuat minat tersebut menurun karena biaya penggunaan kendaraan ikut meningkat.

Dengan sistem bulanan, ia berharap tetap ada perputaran pemasukan meski tidak sebesar sebelumnya.

“Kalau harian sekarang agak sepi, jadi kita upayakan yang bulanan supaya tetap jalan,” jelasnya.

Efisiensi Operasional

Selain mengubah pola penyewaan, Wike juga melakukan efisiensi dalam operasional, termasuk penerapan sistem kerja fleksibel bagi karyawan.

Ia mengaku lebih banyak menggunakan tenaga freelance yang dipanggil saat ada permintaan.

“Kalau ada job baru kita panggil. Jadi tidak setiap hari standby,” katanya.

Langkah ini dilakukan untuk menekan biaya di tengah kondisi usaha yang belum stabil.

Baca juga: Kasus Keracunan MBG Bengkulu Tengah: DPRD Ungkap Dugaan Puskesmas Kembang Seri Tolak Pasien

Wike menyebut, dampak kenaikan harga BBM sudah dirasakan sejak awal April 2026. Permintaan jasa rental menurun, sementara sejumlah kendaraan lebih sering tidak digunakan.

“Sekarang mobil lebih banyak standby dibanding jalan,” ungkapnya.

Ia menilai, selain faktor BBM, kondisi ini juga dipengaruhi oleh pengeluaran masyarakat pasca musim liburan.

Ke depan, Wike berharap harga BBM tetap stabil dan tidak terus mengalami kenaikan, agar daya beli masyarakat tidak semakin tertekan.

“Harapannya jangan susah BBM dan jangan naik lagi. Karena pengguna kita ini kebanyakan dari kalangan menengah ke bawah,” tutupnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.