TRIBUNPAPUABARAT.COM - Wakil Ketua Fraksi Otonomi Khusus (Otsus) DPR Papua Barat, Agus Orosomna, menegaskan pentingnya menjaga kekompakan keluarga besar Suku Moskona dalam seluruh tahapan musyawarah hingga pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) mendatang.
Hal tersebut disampaikannya saat diwawancarai wartawan di Bintuni, Minggu (26/4/2026).
Menurut Agus, sejak hari pertama hingga berakhirnya rangkaian kegiatan musyawarah, seluruh elemen masyarakat turut berperan aktif. Mulai dari kaum intelektual, tokoh agama, kepala distrik, kepala kampung, pemuda, hingga tokoh perempuan bersama-sama mengawal proses pembahasan.
“Kegiatan ini berjalan dengan baik karena didukung semua unsur, baik intelektual, tokoh agama, kepala distrik, kepala kampung, pemuda, dan perempuan. Mereka ikut mendampingi hingga menghasilkan berbagai rekomendasi,” ujarnya.
Agus menjelaskan, seluruh rekomendasi yang dihasilkan akan dibawa ke forum Mubes untuk ditetapkan, termasuk dalam proses pemilihan kepala suku dan ketua lembaga adat.
Salah satu keputusan penting dalam musyawarah tersebut adalah penegasan bahwa Suku Moskona tetap berada dalam satu kesatuan identitas.
“Keputusan awal yang disepakati adalah bahwa Moskona tetap satu. Tidak ada suku lain, tetapi satu kesatuan dengan satu identitas dan bahasa, meskipun di dalamnya ada keberagaman,” tegasnya.
Selain itu, forum musyawarah juga membahas berbagai isu strategis yang menyangkut kehidupan masyarakat, seperti hak ulayat, pendidikan, kesehatan, serta pelestarian adat dan budaya.
Baca juga: Bapemperda Papua Barat Tuntaskan 9 Perdasi dan Perdasus, DPR Beri Apresiasi
Agus menyebut, hasil pembahasan tersebut nantinya akan menjadi rambu-rambu yang dapat dijadikan dasar hukum adat.
“Walaupun tidak tertulis, hukum adat itu mengikat. Apa yang sudah disepakati bersama harus dijalankan oleh seluruh masyarakat,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang telah mendukung penuh jalannya kegiatan, sehingga seluruh rangkaian acara dapat berlangsung dengan baik dari awal hingga akhir.
Selain itu, hasil musyawarah diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan di Kabupaten Teluk Bintuni, sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Tegaskan Komitmen NKRI dan Hidup Damai
Agus menegaskan bahwa masyarakat Moskona tetap berkomitmen menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta menjunjung tinggi nilai-nilai perdamaian dan persatuan.
“Kami tidak berpihak ke mana-mana, tetapi tetap setia kepada NKRI. Kami ingin hidup damai dan sejajar dengan suku-suku lain di Tanah Papua maupun Indonesia,” tegasnya.
Lebih lanjut, Agus menyampaikan bahwa proses Mubes akan dilanjutkan pada 20 Mei 2026 dengan agenda utama pemilihan kepala suku dan ketua lembaga adat.
Ia memastikan bahwa proses pemilihan akan terbuka bagi seluruh masyarakat Moskona yang memenuhi syarat.
“Semua memiliki hak untuk memilih dan dipilih, dengan syarat berasal dari Suku Moskona dan merupakan warga negara Indonesia,” ujarnya.
Agus berharap pemimpin yang terpilih nantinya mampu memperjuangkan hak-hak dasar masyarakat serta merangkul seluruh elemen, termasuk masyarakat Moskona yang berada di wilayah lain.
Baca juga: Suasana Kebersamaan Warnai Penutupan Pra-Mubes Suku Moskona 2026
Dalam kesempatan tersebut, Agus juga mengungkapkan komitmennya untuk mendukung suksesnya pelaksanaan Mubes, termasuk dengan menyiapkan bantuan anggaran sebesar Rp100 juta.
“Ini bentuk komitmen kami agar proses ini berjalan baik dan menghasilkan pemimpin yang benar-benar mampu membangun masyarakat Moskona,” katanya
Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga persatuan dan mendukung jalannya proses musyawarah hingga Mubes selesai.
“Kegiatan ini dari kita, oleh kita, dan untuk kita. Harapannya, pemimpin yang terpilih nanti bisa bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk membangun Teluk Bintuni secara bersama-sama,” pungkasnya. (*)