TRIBUNGORONTALO.COM – Rapat paripurna istimewa DPRD Kabupaten Gorontalo Utara dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 berlangsung khidmat, Minggu (26/4/2026).
Agenda tersebut dihadiri Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Thomas Mopili, unsur pimpinan dan anggota DPRD kabupaten/kota se-Provinsi Gorontalo, kepala daerah, serta tamu undangan yang kompak mengenakan pakaian kuning sebagai simbol “bercahaya”.
Dalam sambutannya, Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, memaparkan sejumlah capaian pembangunan yang berhasil diraih daerah tersebut sejak berdiri.
Bersama wakil, Nurjanah Hasan Yusuf, keduanya mengenakan pakaian serba kuning dengan pasangannya masing-masing.
Dalam paparannya, Thariq menyebut angka kemiskinan berhasil ditekan secara signifikan dari sekitar 30 persen pada tahun 2007 menjadi 15,8 persen saat ini.
Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga mengalami peningkatan dari 56,92 menjadi 69,72.
Di sektor ekonomi, pertumbuhan Gorontalo Utara juga menunjukkan tren positif.
"Di tengah efisiensi ekonomi kita tumbuh 5,79 persen melampaui pertumbuhan ekonomi provinsi dan pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus peringkat ke dua di Provinsi Gorontalo," ungkap Thariq.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi, mulai dari kapasitas fiskal yang terbatas, persoalan lingkungan dan sampah, abrasi pantai, hingga kerentanan bencana.
Selain itu, isu pelayanan dasar seperti akses air bersih, pengangguran terbuka, dan angka stunting juga masih menjadi perhatian.
"Semua itu membutuhkan kerja keras kita," ujarnya.
Di tengah kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara tetap berkomitmen menjalankan visi “Bercahaya” (Berdaya, Sinergi, Ceria, dan Berbudaya) melalui 12 program unggulan.
"Mulai dari gerakan dua kambing 10 ayam (G210), Gerakan Agro Mopomulo (GAM), Penguatan kelembagaan Kopdes, Bumses dan UMKM Bercahaya, hingga program sosial seperti Gerakan Surga Kasih Sayang," jelasnya.
Untuk program G2-10, saat ini telah berjalan dengan dukungan masyarakat dan pemerintah melalui pembangunan kandang ternak.
Ia menyebut program tersebut terintegrasi dengan hilirisasi ternak ayam dengan total investasi sekitar Rp1,4 triliun di Provinsi Gorontalo.
"Empat unit dari 12 pabrik tersebut berada di Gorontalo Utara," katanya.
Salah satu pabrik bahkan telah melalui tahap groundbreaking dan menjalin kerja sama untuk pembangunan pabrik pakan.
Selain itu, program Agro Mopomulo juga mulai terkoneksi dengan skema ekonomi global dari perusahaan di India melalui kerja sama kredit karbon.
"Melalui kerjasama ini kita bukan hanya akan mendapat bantuan bibit buah, pupuk, dan pendampingan secara gratis, tetapi juga ke depan akan beroleh bagi hasil dari penjualan karbon kredit di dunia internasional," jelasnya.
Di akhir pemaparan, Thariq menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, termasuk Gubernur Gorontalo, atas dukungan terhadap pembangunan Gorontalo Utara.
Baca juga: Bupati Gorut Thariq Modanggu Temui Gubernur Gorontalo, Percepat Proyek Strategis Nasional
Momentum peringatan Hari Ulang Tahun ke-19 Kabupaten Gorontalo Utara tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga refleksi perjalanan panjang pembentukan daerah tersebut.
Dalam rapat paripurna istimewa DPRD, Minggu (26/4/2026), Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, mengajak seluruh hadirin mengenang sejarah perjuangan pemekaran daerah.
Ia menuturkan, perjuangan pembentukan Gorontalo Utara dimulai dari deklarasi tokoh-tokoh daerah pada 23 Januari 2004.
Namun, perjuangan tersebut sempat terhenti akibat kebijakan moratorium pemekaran daerah yang dikeluarkan pemerintah pusat.
"Dua bulan kemudian Menteri Dalam Negeri mengeluarkan moratorium menghentikan proses pemekaran di seluruh tanah air," ungkapnya.
Kondisi itu membuat puluhan daerah, termasuk Gorontalo Utara, harus menghentikan sementara upaya pemekaran.
Meski demikian, para tokoh daerah tidak menyerah. Mereka tetap mencari strategi agar perjuangan dapat dilanjutkan.
Thariq menyebut sejumlah tokoh yang terlibat dalam perjuangan tersebut, termasuk Nani Tuloli, Dun Rahmola, dan tokoh-tokoh lainnya yang terus memikirkan jalan keluar dari kebuntuan.
Ia menegaskan bahwa perjuangan pemekaran saat itu tidak berhenti meski terbentur kebijakan pusat.
"Alhamdulillah kami berhasil membangun sinergi dengan DPRD Kabupaten Gorontalo sebagai daerah induk, bahwa perjuangan KPK ini adalah perjuangan politik yang yg tidak boleh dihentikan oleh moratorium dari jalur Kemendagri," jelasnya.
Upaya tersebut berlanjut dengan membangun komunikasi politik di tingkat nasional, termasuk dengan DPR RI.
Hingga akhirnya, moratorium berhasil dicabut setelah adanya dinamika politik nasional saat itu.
"Alhamdulillah moratorium dicabut karena kami membawa isu dukungan politik kepada capres 2004 sehingga moratorium itu dibuka kembali dan bersyukur dari 50 daerah pemekaran 11 diloloskan menjadi daerah baru termasuk Gorontalo Utara," katanya.
Dari perjalanan tersebut, Thariq menekankan pentingnya keteguhan dan semangat dalam menghadapi tantangan pembangunan.
"Satu pelajaran penting di sini bahwa ternyata problem kendala yang kita hadapi tidak mesti membuat kita patah semangat," tegasnya.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momentum HUT ke-19 sebagai titik awal perjuangan baru dalam membangun daerah.
Tak lupa, ia juga mengajak hadirin mendoakan para tokoh yang telah wafat serta berkontribusi dalam perjuangan pembentukan Gorontalo Utara.
Di akhir sambutannya, Thariq menegaskan pentingnya semangat gotong royong dalam melanjutkan pembangunan daerah ke depan.
"Kami pun telah merancang satu fasilitas publik di Gorontalo Utara, kami ingin kita semua menjadikan hari ini menjadi satu momentum untuk mewujudkan perjuangan jilid 2 yaitu perjuangan dengan sistem gotong royong membangun Gorontalo Utara," pungkasnya. (***)