Pelita, Renungan P/KB GMIM 26 April - 2 Mei 2026, Mengasihi dengan Perbuatan dan dalam Kebenaran
Chintya Rantung April 26, 2026 06:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pelita, renungan Pria Kaum Bapa (P/KB) Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) dalam sepekan mulai 26 April - 2 Mei 2026.

Pembacaan alkitab terdapat pada 1 Yohanes 3:11-18.

Tema perenungan adalah Mengasihi dengan Perbuatan dan dalam Kebenaran.

Khotbah:

Sahabat-sahabat Pria/Kaum Bapa yang dikasihi dan diberkati Tuhan,

Mengasihi bukanlah sekadar ucapan tetapi tindakan yang tulus sesuai dengan ajaran dan teladan Kristus. Ada banyak orang 
mengasihi tapi hanya sampai di bibir untuk menyenangkan telinga belaka.

Ada juga yang mengasihi tapi hanya terpaksa atau tidak tulus. Ada pula yang mengasihi supaya dipuji orang dan demi kepentingan politik.

Tema perenungan firman di minggu ini adalah "Mengasihi Dengan Perbuatan dan Dalam Kebenaran" berdasarkan 1 Yohanes 3:11-18. 

Pria/Kaum Bapa yang dikasihi Tuhan,

Kitab 1 Yohanes menurut tradisi gereja mula-mula ditulis oleh rasul Yohanes sekitar tahun 90 - 100 Masehi, yang
dialamatkan kepada jemaat-jemaat di wilayah Asia Kecil, Di dalam jemaat Kristen, mulai muncul kelompok tertentu dengan ajaran-ajaran yang menyimpang dari ajaran para rasul Kristus. 

Mereka cenderung memisahkan diri dari jemaat pada umumnya karena berpegang pada pemikiran-pemikiran filsafat yang bertentangan dengan ajaran iman yang benar.

Contohnya mereka percaya bahwa Yesus hanya kelihatan seperti manusia tetapi sesungguhnya bukan (doketisme). Mereka menganggap diri sebagai orang-orang yang memiliki "pengetahuan rohani" yang lebih tinggi.

Situasi ini berpotensi menyebabkan perpecahan jemaat karena kasih menjadi dingin, ada rasa benci dan sikap tak peduli terhadap saudara seiman. 

Inti dari Injil adalah kita harus mengasihi satu sama lain. Ini memang bukan ajaran baru tetapi perintah ini ditegaskan 
Yesus sejak awal pelayanan-Nya (Baca Yohanes 13:34).

Tanda bahwa kita adalah jemaat-Nya yaitu bila kita benar-benar saling mengasihi.

Mengasihi merupakan ciri khas gaya hidup kita sebagai orang Kristen di mana pun berada, apalagi dalam 
keluarga dan persekutuan jemaat.

Alamat pertama hati dan tindakan mengasihi adalah orang-orang yang berada di sekitar kita, terutama mereka yang membutuhkan uluran tangan kita. 

Pria/Kaum Bapa hendaknya menjadi pelopor dan teladan jemaat yang mengasihi dengan tindakan tulus sesuai ajaran Tuhan Yesus.

Rela berkorban untuk menolong sesama yang membutuhkan. suka berbuat baik terhadap orang lain tanpa mengharapkan balasan.

Mau memaafkan dan mengampuni; ingin melayani secara murni bukan karena ingin dilayani. 

Pria/Kaum Bapa yang dikasihi Tuhan,

Penulis kitab ini memakai contoh Kain (Dalam Kejadian 4), di mana ia membunuh saudaranya, Habel karena perbuatannya jahat; sebab ia telah dirasuki oleh rasa benci yang membuat sikap hatinya tidak berkenan di hadapan Allah. 

Sebagai P/KB kita harus menjaga sikap hati kita supaya berkenan di hadapan Allah agar kita tidak berbuat dosa dan berbagai kejahatan.

Jagalah hati kita dengan cara hidup sesuai ajaran Kristus, yaitu kasih.

Hanya orang jahat dan anti Kristus yang tidak suka jika kita hidup baik dan benar.

Jangan sampai kita biarkan hati kita dikuasai oleh rasa benci yang tumbuh perlahan-lahan dan pada akhirnya membuahkan perbuatan-perbuatan yang jahat.

Untuk itu buanglah rasa benci yang muncul dalam diri dan hindari gejala-gejala yang dapat menimbulkan kebencian terhadap sesama, dengan cara hidup bersih, jujur, setia, rendah hati, berpikir positif. optimis, selalu bersyukur dalam segala hal. 

Tidak berpikir negatif, tidak mendendam, tidak materialistis, tidak gila harta, bahkan tidak sombong rohani. Sebab kebencian terhadap saudara sama artinya dengan pembunuhan (secara rohani).

Orang yang membenci tidak memiliki hidup kekal. 

Kebencian adalah tanda kematian rohani. tetapi kasih tanda hidup yang kekal. 

Kasih Kristus adalah model hidup kita, sebab Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk keselamatan kita.

Kristus menjadi standar kasih semua orang percaya.

Kasih bukan sekadar perasaan tetapi sikap hati lewat perbuatan yang tulus; kerelaan untuk melakukan segala sesuatu yang mendatangkan kebaikan bagi sesama.

Contoh konkret adalah ketika kita benar-benar tersentuh hati kita melihat orang yang membutuhkan pertolongan; kita tidak menutup mata namun terdorong untuk melakukan hal-hal yang baik demi menolong orang yang berkurangan.

Kita tidak perlu banyak berpikir dan berkata-kata lagi tetapi langsung action untuk memberikan pertolongan sesuai 
dengan kemampuan kita. Amin. 

Pertanyaan untuk PA: 

1. Apa yang saudara pahami tentang mengasihi dengan perbuatan dan dalam kebenaran menurut bacaan Alkitab saat 
ini? 

2. Berikan contoh dan jelaskan sikap-sikap mengasihi yang tulus dalam keluarga, jemaat dan masyarakat!

Sumber: Komisi P/KB Sinode GMIM edisi April-Mei 2026

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.