SURYA.CO.ID, SURABAYA - Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Surabaya membidik gelar juara umum pada ajang Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Jawa Timur yang digelar pertengahan Mei 2026.
Ajang ini juga menjadi sarana penjaringan atlet menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) dan Pekan Olahraga Nasional (PON).
Ketua IPSI Surabaya, Bambang Haryo Soekartono, mengatakan pihaknya telah menyiapkan 28 atlet melalui program pemusatan latihan cabang (Puslatcab) selama enam bulan terakhir.
Sebanyak 24 atlet di antaranya merupakan wajah baru yang diproyeksikan sebagai lapis kedua.
Bambang Haryo yang akrab disapa BHS juga telah meninjau langsung pemusatan latihan di Surabaya, Sabtu (25/4/2026).
Ia optimistis performa atlet terus meningkat menjelang kejuaraan.
“Dari evaluasi pelatih, peningkatan performa atlet sudah lebih dari 50 persen, baik dari sisi teknik, fisik, maupun kecepatan. Ini membuat kami optimistis untuk kembali meraih juara umum,” ujarnya, Minggu (26/4/2026).
Baca juga: Perjalanan Imam Suyudi: Dulu Atlet Silat PON Berprestasi, Kini Pilih Jadi Petugas Damkar
Menurut Bambang, IPSI Surabaya akan turun dengan kekuatan penuh di seluruh nomor yang dipertandingkan, yakni 12 nomor seni dan 16 nomor tanding.
Dengan komposisi tersebut, pihaknya menargetkan minimal enam medali emas.
Target itu meningkat dari capaian lima emas saat meraih juara umum di Malang pada kejuaraan sebelumnya.
Nomor unggulan masih bertumpu pada atlet peraih emas, terutama di kategori seni dan beberapa kelas tanding.
Namun, atlet baru juga diproyeksikan mampu menyumbang medali.
“Yang emas kita harapkan bisa mempertahankan. Yang perak kita dorong naik jadi emas. Atlet baru juga kita siapkan untuk mendulang medali,” jelasnya.
Bambang menegaskan, Kejurprov bukan sekadar ajang berburu prestasi jangka pendek.
Kompetisi ini juga menjadi bagian dari pembinaan berjenjang.
“Atlet yang tampil berpeluang masuk puslatda dan memperkuat Jawa Timur di Pra-PON hingga PON. Ini bagian dari pengkaderan jangka panjang, termasuk untuk Porprov dan Popda,” ujarnya.
Baca juga: IPSI dan Kodrat Jatim Target Juara Umum PON Bela Diri 2025
Sekretaris Umum IPSI Surabaya, Faisal Ardianto, mengatakan persiapan atlet dilakukan secara terstruktur dengan intensitas latihan empat kali dalam sepekan.
"Dua minggu sebelum kejuaraan, atlet akan kami asramakan. Program latihan ditingkatkan menjadi dua kali sehari, pagi dan sore,” ujarnya.
Faisal menjelaskan, target lima hingga enam emas didasarkan pada kekuatan atlet peraih emas Porprov Malang 2025 yang masih menjadi tulang punggung tim.
Beberapa nomor unggulan antara lain regu putri, tunggal putri, serta kelas tanding J putra, H putra, F putri, dan U putri.
Selain itu, atlet peraih perak pada ajang sebelumnya juga ditargetkan naik menjadi emas.
Ia menambahkan, keikutsertaan atlet lapis kedua menjadi bagian dari strategi regenerasi.
Sejumlah atlet senior yang kini masuk puslatda Jawa Timur tidak diturunkan, sehingga memberi ruang bagi atlet muda untuk tampil.
"Tim lapis kedua ini sudah kami siapkan jauh hari. Kualitasnya tidak jauh berbeda, sehingga kami tetap optimistis target bisa tercapai,” kata Faisal.