Borneo FC Tak Pernah Keluar 3 Besar Super League Sejak Agustus, Fabio Lefundes: Kami Jaga Motivasi
Rahmadi April 26, 2026 05:46 PM

TRIBUNPADANG.COM, SAMARINDA -  Borneo FC mencatatkan rekor impresif dengan tidak pernah keluar dari posisi tiga besar klasemen BRI Super League sejak awal musim dimulai.

Hal ini ditegaskan pelatih Fabio Lefundes setelah Pesut Etam membungkam Semen Padang FC dengan skor 3-0 di Stadion Segiri, Sabtu (25/4/2026) malam.

Konsistensi di papan atas BRI Super League ini menjadi modal utama Borneo FC untuk menyamai poin pemuncak klasemen pada pekan ke-29.

Fabio Lefundes menyebut keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras yang terjaga selama berbulan-bulan.

"Kami sudah menjaga motivasi itu sejak 9 Agustus. Tidak ada satu pekan pun kami keluar dari posisi dua atau tiga besar," tegas Fabio Lefundes saat membahas persaingan BRI Super League.

Baca juga: Warga Desak Pasang Plang Larangan Berenang di Pantai Ujung Karang Padang Pasca Bocah Hanyut

Mantan pelatih Madura United FC dan Persita Tangerang ini menolak anggapan bahwa tekanan baru dimulai di lima laga terakhir.

Menurutnya, kekuatan Borneo FC terletak pada kerja kolektif yang konsisten. Tim ini tidak hanya tajam di lini depan, tetapi juga memiliki keseimbangan yang membuat mereka tetap kompetitif sepanjang musim.

“Kami punya dua pemain di daftar top skor, kami tim yang paling banyak mencetak gol, dan kami juga punya pemain dengan assist terbanyak,” imbuhnya.

Bahkan ia mengaku menikmati ketika tim kurang diperhitungkan.

“Saya suka saat orang-orang melupakan kami. Itu membuat pemain semakin lapar dan ingin lebih,” tambahnya.

Sementara itu di lapangan, performa individu juga menjadi faktor penting. Penampilan gemilang penjaga gawang Nadeo Arga Winata yang tampil penuh di setiap laga serta kontribusi pemain seperti Mariano Peralta dan Rivaldo menunjukkan kedalaman skuat yang dimiliki Borneo FC.

Baca juga: Meski Bumbu Dapur Naik, Harga Daging Sapi di Solok Selatan Masih Anteng

Kini, dengan lima pertandingan tersisa di BRI Super League 2025/26, Borneo FC tidak hanya mengandalkan momentum, tetapi juga fondasi kuat yang telah dibangun sejak awal musim.

Konsistensi itulah yang menjadi modal utama mereka dalam perburuan gelar musim ini.

Rekor 19 Kali Kekalahan Kabau Sirah

Semen Padang FC kini mengoleksi rekor buruk dengan catatan 19 kekalahan sepanjang musim BRI Super League 2025/26.

Kepastian ini terjadi setelah tim asuhan Imran Nahumarury takluk dengan skor telak 0-3 dari Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (25/4/2026) malam.

Kekalahan Semen Padang FC di markas Pesut Etam tersebut sekaligus menjadi kekalahan keempat secara beruntun dalam empat laga terakhir.

Hasil ini membuat posisi Kabau Sirah semakin terbenam di peringkat ke-17 klasemen sementara dengan hanya mengantongi 20 poin dari 29 pertandingan.

Statistik Semen Padang FC yang menelan 19 kekalahan ini memperberat langkah tim untuk bertahan di kasta tertinggi musim depan.

Baca juga: Semen Padang FC Telan Empat Kekalahan Beruntun, Belum Beranjak dari Papan Bawah

Tiga gol yang bersarang ke gawang tim tamu dicetak oleh Komang Teguh (9'), Kaio Nunes (40'), dan Koldo Obieta (90+4') yang semakin menegaskan dominasi tuan rumah.

Sedangkan bagi Borneo FC, kemenangan ini membuat poinnya kini 66 dan menyamai torehan poin milik Persib Bandung.

Borneo FC menempel makin ketat Persib yang masih ada di posisi terdepan dalam perburuan gelar juara BRI Super League 2025/26.

Pelatih Semen Padang FC, Imran Nahumarury, tetap memberikan pembelaan dan apresiasi kepada para pemainnya meski hasil di lapangan menunjukkan sebaliknya.

“Selamat untuk Borneo FC, mereka pantas untuk menang, mereka lebih siap. Tapi saya juga mengapresiasi pemain saya yang tampil luar biasa. Meski mungkin ada beberapa peluang yang gagal dikonversi jadi gol, namun saya tetap apresiasi perjuangan mereka,” kata pelatih Semen Padang FC, Imran Nahumarury usai pertandingan dilansir Ileague, Minggu (26/4/2026)

Baca juga: Meski Bumbu Dapur Naik, Harga Daging Sapi di Solok Selatan Masih Anteng

Menurut mantan pelatih Malut United FC itu, pertandingan ini adalah laga yang sangat tak mudah.

“Ini adalah laga besar. Anak-anak sudah bermain ekstra. Namun memang lawan bukan sembarangan yakni Borneo FC. Dan itu sudah dibuktikan anak-anak di lapangan untuk berjuang keras,” dia menegaskan.

Dengan masih tersisa lima pertandingan lagi musim ini, Imran Nahumarury menyebut ada setumpuk pekerjaan rumah untuk Semen Padang. Namun apapun itu, dia memastikan Kabau Sirah tak akan menyerah.

“Banyak hal yang wajib kita perbaiki. Penyerangan, penyelesaian akhir, pertahanan juga transisi. Termasuk juga antisipasi set piece karena dua gol yang tercipta berawal dari set piece. Ini pekerjaan rumah. Namun yang pasti, apapun kondisinya, kita akan berjuang sampai akhir,” pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.