FULL Wawancara Eksklusif : Gebrakan 1 Tahun Kepemimpinan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail 
Aldi Ponge April 26, 2026 05:47 PM

TRIBUNGORONTALO.COM - Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mengungkap sejumlah capaian selama 1 tahun memimpin Provinsi Gorontalo.

Hal ini diungkap Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dalam Tribun Podcast di Kantor TribunGorontalo.com, Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kota Gorontalo, pada Rabu (22/4/2026)

Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menceritakan perjuangannya di tengah keterbatasan anggaran karena efesiensi hingga dampak geopolitik global. 

Kendati begitu dia tak bergantung pada APBD saja, Gubernur Gusnar Ismail mengaku terus melobi bantuan hingga investasi agar datang ke Gorontalo.

Hasilnya banyak bantuan kementerian disalukan ke Provinsi Gorontalo, pertumbuhan ekonomi meningkat, angka kemiskinan berkurang, stanting menurun, Gorontalo jadi tuan rumah even nasional hingga dapat investasi Rp 1,4 triliun

Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail saat podcast di Tribun Gorontalo ddddd
TRIBUN PODCAST -  Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail saat podcast di Tribun Gorontalo pada Rabu 22 April 2026. Wawancara siniar dipandu oleh Manejer Konten TribunGorontalo.com Aldi Ponge membahas Gebrakan 1 tahun kepemimpinan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail

Berikut Kutipan Wawancara Eksklusif Manager Konten TribunGorontalo.com, Aldi Ponge dengan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail yang sudah tayang di Youtube dan Facebook Tribun Gorontalo :

TRIBUN GORONTALO : Apa kesibukan bapak akhir-akhir ini, di bulan terakhir ini sepertinya banyak kesibukannya?

GUSNAR ISMAIL : Kesibukannya yang rutin saja, tapi yang rutin ini membutuhkan alokasi waktu, memerlukan perhatian.

Saya biasa saja tidak ada yang luar biasa sepanjang kita membagi waktu. Yang susah adalah waktunya himpit-himpitan, sehingga kita tidak bisa melayani semua orang dan acara.

TRIBUN GORONTALO : Di tengah kesibukan ini Pak Gub sibuk dengan urusan pemerintahan, harus turun ke masyarakat, harus ke Jakarta melobi bantuan investasi. Bagaimana bapak menjaga kesehatan dan stamina? Adakah tipsnya?

GUSNAR ISMAIL : Saya kira itu perlu disyukuri Alhamdulillah. Secara sadar pertama saya tipe orang tidur cepat mungkin jam 22.30 sudah tidur, terkecuali ada hal-hal yang ditangani di sekitar itu bisa molor. Bangun pagi, olahraga, tidak ada yang lain apalagi obat.

TRIBUN GORONTALO : Pemerintah pusat telah mengeluarkan kebijakan WFH. Saya ingin tahu bagaimana efisiensinya, bagaimana dengan pelayanan publik?

GUSNAR ISMAIL :  Efisiensi dari segi jumlah kami belum punya angka. Sekda pernah melaporkan kepada saya bahwa itu cukup signifikan kira-kira sekira 30-32, tapi angka pastinya saya belum baca.

Kalau ukuran pelayanan publik tidak ada yang terganggu. WFH bisa memanfaatkan waktu agar dimanfaatkan untuk rapat-rapat online. WFH tidak pasif tapi kegiatan online.

TRIBUN GORONTALO :  Semua daerah ambil hari jumat WFH nya, bapak ambil hari rabu apa pertimbangannya?

GUSNAR ISMAIL : Memang pertama hari jumat. WFH bukan barang baru di Gorontalo kita sudah menerapkan sejak tahun lalu, itu saya adopsi saat WFH di Lemhannas. WFH di Lemhannas saat covid dan dilakukan untuk penghematan sampai dengan sekarang.

Sampai terakhir saya tinggalkan tahun 2024 masih WFH. Setelah satu tahun WFH di Gorontalo, baru saya sadar ternyata Masjid di kantor Gubernur itu kosong kalau hari jumat, maka ketika itu kita pindah hari rabu agar supaya hari jumat tetap beraktifitas salat jumat.

TRIBUN GORONTALO : Kita akan bahas banyak program unggulan pemerintah pusat di daerah seperti MBG, sekolah rakyat, sekolah garuda, koperasi merah putih. Pak bagaimana progresnya di Gorontalo?

GUSNAR ISMAIL :  Saya mulai dari MBG, MBG itu memang belum mencapai target, tapi paling tidak sudah sangat signifikan peningkatannya dari tahun lalu. Yang kita perhatikan sekarang soal pengawasan, maka soal itu ada beberapa SPPG yang harus kita tutup sementara karena hasil temuan Satgas di lapangan yang dipimpin Wagub ada hal-hal yang belum sesuai standar. Ada beberapa SPPG yang dikebut untuk dibangun.

​Kemudian koperasi desa merah putih dari 729 desa itu semua sudah ada koperasi berbadan hukum, dari situ baru sebagian kecil memiliki gerai dan baru sebagian kecil memulai usahanya. Sekolah rakyat ini itu sebenarnya masing-masing kabupaten ada satu dan provinsi dua dari jumlah itu, baru kabupaten Boalemo yang sudah konstruksi sekitar 30 persen.

Itu yang saya laporkan ke Kementerian Sosial termasuk eksisting daripada sekolah rakyat yang akan dibangun di Provinsi. Kita Provinsi belum bisa membangun itu karena luas tanah masih kurang. Persyaratannya 7 hektar kita memiliki 3,5 hektar.


​Tahun ini kita menuntaskan negosiasi harga kita masukkan di APBD agar tahun depan sudah bisa bangun. Kabupaten lain yang sudah siap lahan adalah Kabupaten Gorontalo. Kemudian untuk 4 daerah lain belum mengusulkan.

Sekolah rakyat berada di bawah tanggung jawab Kementerian Sosial sementara SMA Garuda berada di bawah tanggung jawab Kementerian Riset Pendidikan dan Teknologi. Ada tiga daerah yang diusulkan pertama di Boalemo kemudian Kabupaten Gorontalo dan Gorontalo Utara. 

Harus spesifikasi tempat yang dipersyaratkan oleh Kementerian. Tapi sekolah rintisan menuju misalnya SMA Garuda rintisannya adalah MAN Insan Cendekia kemudian sekolah rakyat itu yang di Boalemo. Itu menggunakan bangunan Diklat pegawai itu kemudian direnovasi untuk menampung 70 orang anak untuk sekolah rakyat.
​Kemudian program ketahanan pangan.

Program ketahanan pangan ini ada dua percetakan sawah baru dari 5.000 hektar baru 1.100 sekian yang kita lakukan percetakan kemudian pembangunan dryer dan gudang jagung. Mudah-mudahan sudah masuk di 80 gudang yang sudah dibangun di seluruh Indonesia, Gorontalo dapat 1. Masih menunggu lahan.

Gusnar Ismail saat podcast di Tribun Gorontalo pada Rabu 22 April ddd
TRIBUN PODCAST - Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail saat podcast di Tribun Gorontalo pada Rabu 22 April 2026. Wawancara siniar dipandu oleh Manejer Konten TribunGorontalo.com Aldi Ponge membahas Gebrakan 1 tahun kepemimpinan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail

TRIBUN GORONTALO : Pak Gub begitu mensupport program Prabowo di Gorontalo apa yang bapak harapkan dengan banyaknya program ini dilaksanakan di Gorontalo?

GUSNAR ISMAIL :  Dengan adanya program ini anggaran itu bisa berputar di Gorontalo. Dengan keterbatasan fiskal daerah yang terbatas sehingga program nasional yang dilaksanakan di daerah bisa dilihat dari makro ekonomi Gorontalo. Apa beda kita setipis itu dan sekecil itu sudah tentunya kita tidak bisa membangun banyak.

 Tentunya kita harus meyakinkan pemerintah pusat dengan proposal dan argumentatif didasari dengan kajian yang matang bisa direspon, jadi tidak sekedar proposal. Jadi mohon maaf kalau saya sering bolak-balik Jakarta, kalau saya sudah bolak-balik ke Jakarta itu sudah terjadwalkan bertemu dengan Menteri.

TRIBUN GORONTALO :  Satu lagi Pak Gub soal program hilirisasi yang dikucurkan pusat ke Gorontalo di akhir tahun lalu. Bagaimana ceritanya bisa mendapatkan alokasi 1,4 triliun tersebut karena tidak semua daerah provinsi mendapatkan dan bagaimana progresnya serta dampaknya bagi Gorontalo ke depan?

GUSNAR ISMAIL : Ceritanya cukup panjang tapi saya coba persingkat kami sangat risau bahwa daerah ini penghasil jagung investor dan para pemain jagung itu ada di Gorontalo tetapi mereka hanya mengambil jagung.

Ketika saya jadi gubernur itu yang saya gedor duluan Saya minta mereka bangun pabrik pakan ternak. Berjalannya waktu ada gagasan dari Bupati Gorontalo Utara soal program ayam dan kambing. Kemudian muncul program ini kemudian diskusi teknis sangat intens dengan Kementerian Pertanian.

​Perlu saya tambahkan bahwa lokasi hilirisasi ayam terintegrasi itu tidak semuanya di Gorut, kita bagi ada yang di Bone Bolango, di Boalemo dan Kabupaten Gorontalo dan Pohuwato. Tujuannya agar supaya daerah bisa tumbuh sama-sama. Kenapa tidak di Kota, karena tidak ada lahan. Sekarang sudah Groundbreaking oleh pihak Danantara.

Saya itu punya cita-cita, cita-cita saya sederhana dan kalau pabrik ini jadi, Danantara cukup mencover 30-40 persen seperti pelihara ayam, sisanya kasih pelihara ke masyarakat. Masyarakat yang saya maksud mereka yang desil 1 dan dua, saya yakin kalau itu terjadi kemiskinan bisa menurun.

Hal ini akan membentuk ekosistem untuk MBG, nanti dapur-dapur bahan bakunya dari sini. Ekosistemnya sudah kita persiapkan. Begitu pun dengan koperasi merah putih. Target saya terakhir dari MBG telurnya sudah tersedia.

TRIBUN GORONTALO :  Soal investasi dan sudah disinggung bertemu menteri-menteri bahkan dalam setahun sudah ada sekitar 25 menteri, apa yang didapat dari hubungan tersebut? Sebagai contoh dari Kementerian Pertanian bapak baru dapat bantuan benih jagung, padi, kelapa, termasuk alsintan, termasuk soal PENAS, bahkan saya pernah dengar ada lobi saat salat subuh.

GUSNAR ISMAIL :  Waktu itu ketemu dengan Menteri Pertanian beliau sibuk sekali bahkan sampai tiga kali. Akhirnya waktu beliau dampingi presiden ke Malaysia, terus saya dapat telepon besok subuh akan ketemu menteri.

Saya pikir mau mengetes atau apa. Karena saya yang perlu, kita jagain waktu itu, maka terjadilah setelah selesai salat subuh saya sudah ada di rumah beliau. Biasanya ngobrol habis salat subuh cair semua itu. 

Termasuk PENAS dialokasikan ke Gorontalo. Manfaat PENAS bagi kita infrastruktur diperbaiki dari dana pusat. Perbaiki gedung.

​Saya juga minta tambah benih. Saat rapat ketambahan bantuan 16 ribu hektar, total tahun ini sudah dapat 32 ribu hektar. Informasi terbaru saat saya ke Jakarta kemarin. Saya saat di airport sudah mau ke sini tapi dapat info dari Sespri Menteri Sosial.

 Yang saya bicara adalah, usulan kami yang belum dipenuhi yaitu usulan ada dua tokoh Gorontalo untuk dijadikan pahlawan nasional. Kita sudah masukkan, kita sudah paparkan, kata menteri setuju dan memenuhi syarat. Tinggal setelah saya diminta menghubungi saya ketua dewan tanda jasa yang finalnya di situ. Dua tokoh itu HB Jassin dan Prof Aloe Saboe.

TRIBUN GORONTALO :  Saya lihat bapak silaturahmi dan bertemu tokoh-tokoh Gorontalo di perantauan, apa yang diharapkan dari pertemuan itu?

GUSNAR ISMAIL :  Biasanya diaspora begitu fanatisme daerahnya tinggi. Apalagi kalau diputarkan lagu daerah fanatismenya naik. Sebetulnya itu alamiah saja tidak ada target-target tertentu cuma saya tahu persis orang-orang perantauan itu pada persaudaraan yang tinggi sehingga kita mau ajak bergerak animonya tinggi.

TRIBUN GORONTALO :  Kalau saya lihat tokoh-tokoh yang beda partai tapi tetap akrab, bagaimana itu pak?

GUSNAR ISMAIL :  Karena mereka juga begitu meskipun beda partai tidak menganggap kita berbeda. Itu yang saya bilang kalau kita di luar daerah sama-sama Gorontalo fanatisme tinggi.

TRIBUN GORONTALO :  Pak Gub kita kembali ke pertanyaan tadi soal pertanian, sejumlah prestasi banyak ada catatan di bulan Desember itu ada kenaikan Nilai Tukar Petani Gorontalo bahkan tertinggi di Indonesia Timur. Mungkin ada banyak bantuan yang diberikan tapi apa yang dilakukan bapak selama setahun ini untuk pertanian di Gorontalo selain bantuan yang sangat banyak itu?

GUSNAR ISMAIL :  Saya kira faktor yang sangat berpengaruh di situ di samping bantuan adalah harga. Kebijakan harga ini kan dikeluarkan oleh Bapak Presiden untuk jagung 6.500 untuk padi 5.500 itu sangat berpengaruh.

Sangat mempengaruhi nilai tukar petani, jadi nilai tukar petani itu adalah variabel jumlah yang dikeluarkan dan jumlah variabel yang dihasilkan dari pendapatan yaitu pendapatannya di atas daripada pengeluaran. Saya itu akibat ada pemberlakuan harga baru yang dikeluarkan oleh bapak presiden saya kira itu sangat membantu sekali.

TRIBUN GORONTALO : Ada dua sektor ekonomi Provinsi Gorontalo pada 2024 ada realisasi investasi naik, nilai ekspor naik, pertumbuhan ekonomi apa yang dilakukan bapak selama setahun?

GUSNAR ISMAIL :  Jadi yang pertama kita memanfaatkan anggaran APBD itu berusaha sedapat mungkin kepada hal-hal yang mengakibatkan masyarakat memiliki pendapatan. Itu sedikit saja APBD-nya tetapi karena tepat diletakkan anggaran itu maka dia bisa meningkatkan pendapatan masyarakat. Yang kedua adalah kucuran dana anggaran program dari pusat ke daerah kemudian yang ketiga kita harus menjaga inflasi.

​Kalau nanti rantai pasok komoditi ini bisa kita jaga insya Allah harga tidak akan melonjak terlalu jauh. Sebagai contoh inflasi kemarin dipengaruhi oleh dua komoditas yakni rica atau cabe dan bawang.

Bawang ini itu ternyata rantai pasoknya dari sekitar Gorontalo dari Parigi Moutong dan sekitarnya sesampainya di Gorontalo itu yang harus kita jaga, ini barang harus ditumpuk di mana titik distribusinya di mana itu yang harus kita jaga. 

Sebagai contoh distributor bawang kita tempatkan di Terminal Isimu. Jadi bisa kita lihat kalau menumpuk di situ bawang berarti stok di pasar kosong. Ini harus dikontrol agar supaya harganya tidak naik penyebab inflasi dua itu saja jadi rica dan bawang. Kalau beras relatif tidak terjadi lonjakan karena banyak suplai cadangan pangan yang dikirimkan ke daerah. Yang keempat yang kita lakukan adalah operasi pasar. Harus dikembangkan bahwa komoditas barang dan lain-lain ini pemerintah akan selalu melakukan sehingga pesannya sampai sehingga masyarakat tidak berpikir ah kita harus menghadapi kenaikan harga.

TRIBUN GORONTALO :  Saya ke sektor kesehatan ada dua hal yang ingin saya tanyakan kepada Pak Gub. Stunting ini menurun mencapai 5,34 persen dan rumah sakit di Gorontalo sudah mulai ada program bedah jantung. Rumah sakit ini apa kira-kira harapannya Pak?

GUSNAR ISMAIL : Harapannya ke depan sesuai dengan harapan Menteri Kesehatan yang menyampaikan kepada kami agar supaya masyarakat yang memiliki penyakit jantung atau yang akan operasi jantung itu tidak perlu jauh-jauh ke Jakarta.

 Karena di Jakarta Rumah Sakit Harapan Kita antriannya cukup panjang sehingga kita coba geser ke rumah sakit yang ada di daerah dengan catatan terdapat tenaga medis yang sudah mumpuni, rumah sakit Aloe Saboe termasuk itu.

Tinggal ada satu peralatan yang mesti disiapkan dan itu dimintakan kepada Pemprov untuk mengadakan itu, kami sudah mengadakannya. Walaupun ada missmanajemen antara Pemprov dan Pemkot sehingga ada administrasi yang tidak memenuhi, maka kita mengambil langkah untuk meminjam dari tempat lain.

TRIBUN GORONTALO :  Selanjutnya kita beralih ke pertambangan soal WPR saya dapat data ada 23 calon WPR yang diajukan baru 10 yang mendapat persetujuan sementara 13 masih berproses. Pak Gub bagaimana progresnya?

GUSNAR ISMAIL : Jadi pengusulan WPR ini sudah dilakukan sebelum saya menjabat sudah ada yang diusulkan kemudian 2025 saya mengusulkan lagi kalau tidak salah ada 13.

WPR itu ketika diusulkan akan ada penelitian lebih lanjut oleh Kementerian ESDM apakah benar-benar ada kandungan emas di situ atau tidak, nah itu yang memerlukan waktu yang relatif panjang kemudian memerlukan anggaran. 

Saya menduga kenapa belum keluar semuanya karena faktor anggaran karena pembiayaannya cukup besar. Setelah WPR itu disetujui menteri menetapkan lokasi. Selanjutnya dikirim ke gubernur untuk tanda petik dibagi-bagi kepada masyarakat dan koperasi dalam bentuk IPR.


​Dari sejumlah WPR tadi yang disebutkan itu kita sudah menerima satu wilayah WPR yang sudah keluar izinnya dari kementerian itu kurang lebih sekitar 550 hektar berada di Kabupaten Pohuwato itu keluar sekitar bulan Agustus tahun lalu kemudian kita sudah membuat surat ke Kabupaten Pohuwato ke Pak Bupati agar segera menginventarisir masyarakat baik pribadi maupun koperasi yang bermitra.

Sampai dengan saat ini saya update yang sudah lengkap persyaratan saya pikir cukup lama sekarang sudah 2025 oleh sebab itu saya minta kepada masyarakat untuk mengurus itu. Ada dua itu jadi satu secara perorangan itu IPR-nya dapat 5 hektar.

Kalau koperasi dapat 10 hektar menurut saya untuk menghindarkan diri dari penambang-penambang ilegal jalan satu-satunya adalah lewat IPR agar supaya masyarakat secara legal melakukan penambangan.

TRIBUN GORONTALO :  Walaupun itu catatan bapak yang terus berusaha agar izin keluar tapi anda tidak mau dituduh tidak peduli terhadap penambang terutama terhadap PETI, bagaimana tanggapan pak gub?

GUSNAR ISMAIL :  Untuk mengurus IPR banyak yang harus dipenuhi kemudian yang punya kewenangan di situ ada pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten, nah itu yang kami lakukan terus. Kami tidak bisa memproses kalau tidak ada yang mengajukan kan begitu.

Tapi memang persoalan tambang di Gorontalo ini tidak sekadar soal itu yang bertambah tapi menyangkut ada juga yang izin usaha pertambangan konflik, konflik dengan koperasi nah itu sangat kompleks. Saya diminta untuk mengambil diskresi tapi saya tidak bisa karena aturannya tidak memungkinkan.


​Kemudian yang spesifik kalau kita bicara menyangkut IUP pertambangan di Pohuwato yang dalam tanda petik berkonflik dengan koperasi itu sudah melewati proses hukum.

Sudah ada keputusan-keputusan penetapan salah satu penetapan itu itu yang digugat dan itu gugatannya itu sama dengan gubernur tidak melaksanakan keputusan itu. Seharusnya yang melaksanakan keputusan itu adalah menteri bukan saya. Saya disuruh menyetop usaha yang sudah ada itu tidak bisa karena bukan kewenangan saya sehingga saya kalau masih berkonflik terus bawa ke pengadilan biar jelas.

TRIBUN GORONTALO :  Pak Gub maaf ya apakah anda kecewa atau seperti apa, maksud saya sudah berusaha namun muncul tudingan seperti ini pak sudah ada berapa yang diperjuangkan?

GUSNAR ISMAIL : Saya kira biar waktu saja yang akan melakukan justifikasi menilai itu bagi saya yang penting ketika ada persoalan seperti itu, saya jelaskan baik-baik. Saya berharap itu diterima juga, kalaupun belum saling menerima itu, ada pintunya. Kalau anda tidak bersesuaian tafsir menyangkut keputusan misalnya yang berkaitan dengan hukum gugat lagi tidak masalah.

TRIBUN GORONTALO : Pak masih soal sektor pertambangan di bagian barat ini ada Pani Gold dan Gorontalo Mineral (bagian timur), ini progresnya bagaimana? Pendapatan dari sini terhadap Provinsi Gorontalo seberapa besar?

GUSNAR ISMAIL :  Sampai dengan saat ini Gorontalo Mineral belum sampai pada tahap produksi, saya kemarin menerima laporan dari Bupati Bone Bolango yang melaporkan bahwa Gorontalo Mineral sampai dengan saat ini belum ada kegiatan sehingga kami berdua bersepakat untuk mengundang Gorontalo Mineral untuk melakukan evaluasi.

Kalau tidak berubah lagi waktunya saya sudah tetapkan tanggal 5 Mei kita bertemu lagi menanyakan bagaimana kapan ini berkonstruksi kemudian berproduksi agar supaya masyarakat tidak menunggu-nunggu. Nanti hasil evaluasi itu kita laporkan ke menteri, memang sudah cukup lama sejak tahun lalu kami sudah dorong terus untuk segera melakukan pekerjaan konstruksi tapi belum juga sehingga kita undang dalam rapat tanggal 5. Kalau Pani Gold sudah jalan sudah melakukan pembayaran PNBP dari produksi pertama sudah masuk ke kas negara.

TRIBUN GORONTALO : Apa harapannya dampak terhadap Pani Gold ke masyarakat karena ini sudah mulai jalan?

GUSNAR ISMAIL :  Yang pertama adalah memperhatikan kelestarian lingkungan karena itu setelah tambang lingkungan itu terbuka sebagaimana direkayasa sedemikian rupa agar tetap kembali. Kemudian yang berikut adalah dampak sosial terutama kepada masyarakat di sekitar situ harus diperhatikan.

 Kemudian menyangkut tenaga kerja di situ harus tenaga kerja lokal setempat tapi memang bertahap karena memang apa yang saya lihat ketika saya cek di lapangan ini kan pekerjaan yang spesifik atau pekerjaan baru bagi masyarakat, masyarakat harus melewati tahapan pendidikan pelatihan terus bisa terjun di situ baru bisa direkrut secara tetap di situ itu saya bilang harus tetap dilakukan sehingga operasional daripada tambang bisa dirasakan oleh masyarakat.

 Demikian juga perhatian untuk kepedulian sosial Puskesmas, pendidikan saya dengar juga sudah sejak lama mereka memberikan makanan gratis kepada anak-anak siswa begitu.

TRIBUN GORONTALO : Ada lagi program nasional di Provinsi Gorontalo ini adalah Pekan Nasional (PENAS) Tani Nelayan. Ini tidak semua provinsi bisa dapat kegiatan ini, berpuluh-puluh tahun agar bisa jadi tuan rumah. Bagaimana caranya agar Gorontalo dipilih jadi tuan rumah di saat kepemimpinan bapak dan dampaknya bagaimana ke masyarakat? Nanti peserta akan tinggal di rumah warga ini kira-kira seperti apa?

GUSNAR ISMAIL : Penetapan Gorontalo sebagai tuan rumah itu sebetulnya diaspirasikan oleh para pengurus KTNA provinsi ketika mengikuti PENAS sebelumnya dan pemerintah juga ikut di situ mengusulkan juga Gorontalo dan di situ juga ada beberapa provinsi kemudian keluar 3 provinsi yang ditetapkan. Gorontalo itu sebelum saya jadi gubernur kemudian itu masih mengambang lagi dan berpotensi dipindah ke Papua.

Kenapa ke Papua, kalau dengar penjelasannya karena Papua itu diproyeksi untuk percetakan sawah yang luas saya bilang oke kalau sudah di Papua tidak apa-apa kita mengikuti tapi kita tetap berusaha di Gorontalo karena mungkin pak menteri lihat Gorontalo juga dari segi kesiapan sehingga diputuskan di Gorontalo baru kemudian kita bekerja.


​Dampaknya apa, yang pertama dampaknya oke kita semakin terbuka dan dikenal di antara nusantara terutama petani-petaninya. Kemudian berikut saya mengharapkan dari situ akan terjadi konektivitas daripada usaha agribisnis seperti saya sampaikan tadi ada manfaat infrastruktur, ada manfaat bantuan benih dan manfaat yang akan berlangsung lama itu adalah manfaat nama baik sehingga setiap kebijakan pembangunan pertanian Gorontalo tidak dilupakan.

TRIBUN GORONTALO : Ada rencana undang pak presiden hadir?

​GUSNAR ISMAIL : Itu kapasitas dari Pak Menteri Pertanian mengundang saya belum bisa memastikan atau belum bisa berkomentar apakah Bapak Presiden akan hadir atau tidak tapi kita persiapkan acaranya acara dihadiri oleh bapak presiden.

TRIBUN GORONTALO : Tinggal 2-3 bulan persiapannya sudah sejauh mana?

GUSNAR ISMAIL : Saya kira panitia sudah berulang kali bertemu baik panitia pusat panitia provinsi maupun panitia Kabupaten Gorontalo kemudian yang signifikan persiapannya adalah mempersiapkan lokasi apa yang disebut dengan gelar teknologi pertanian itu kan harus dipersiapkan dari sekarang diharapkan ditanam sekarang dibangun sekarang itu pada saat PENAS pada puncaknya itu sudah berlangsung sekarang.

Kemudian penginapan sudah diinventarisir ibu-ibu PKK kabupaten di rumah-rumah warga dan juga dibantu oleh tim penggerak kolaborasi artinya peserta yang datang itu diinapkan di rumah-rumah warga. Nantinya mereka akan mengganti uang konsumsi, uang konsumsi itu satu hari kalau saya tidak salah Rp 160 ribu itu dua kali makan sarapan pagi dan makan malam. Dengan menu yang digunakan adalah menu masyarakat yang ada di rumah tersebut.

TRIBUN GORONTALO : Semoga PENAS ini sukses. Ada dua lagi yang ingin saya tanya soal embarkasi haji sama IAIN menjadi UIN bagaimana progresnya Pak?

GUSNAR ISMAIL : Kalau embarkasi haji tahun ini kita sudah mulai kerjakan oleh pemerintah pusat oleh kementerian perhubungan itu pembagiannya apron parkir pesawat yang berbadan lebar tahun ini sementara bekerja kemudian nanti tahun depan dilanjutkan dengan pelapisan runway. Tahun 2027 mungkin selesai dan 2028 sudah bisa Embarkasi Haji tetapi saya sudah ketika Menteri Perhubungan datang ke sini waktu pengamanan angkutan lebaran saya sudah titip dan bermohon pak kalau bisa bandara ini selesai dibangun 2027 kami akan meluncurkan penerbangan langsung Gorontalo ke tanah suci untuk penerbangan umroh. Karena data tahun 2024 ada 3 ribuan jamaah umroh itu dari Gorontalo cukup banyak.

Kalau bandara kita sudah jadi untuk persiapan haji kita coba kita coba untuk umroh dulu dan beliau setuju. Saya yakin dalam sebulan sekali ada yang mau umroh. Tahun ini kita kalah dengan Yogyakarta yang diperbincangkan di tingkat nasional itu hanya dua yakni Gorontalo dan Jogja.

​Kemudian menyangkut IAIN menjadi UIN sekarang progresnya sudah berada di meja Sekretariat Negara. Setelah kita berproses ketika kami dilantik salah satu itu yang kita hidupkan lagi saya datang menteri Menpan RB sama wakil menterinya. Waktu itu kesepakatan dari Menpan RB tidak ada masalah yang penting lengkapi ini ini. 

Kemudian masuk ke Setneg kenapa Setneg menentukan karena Setneg akan berkumpul semua kementerian dan lembaga termasuk Menteri Keuangan. Kalau dia sudah jadi universitas semakin luas jangkauannya baik prodi maupun mahasiswanya pasti akan berdampak.

TRIBUN GORONTALO :  Pak ada juga satu soal Masjid Raya Gorontalo Islamic Center yang sudah cukup lama dan akhirnya peletakan batu pertamanya di zaman bapak, itu saya dengar tidak ada anggaran dari APBD, lantas bagaimana ini sampai berhasil dilakukan?

GUSNAR ISMAIL : Kita menggunakan dana publik melalui infak yang tidak ditentukan batas bawahnya dan tidak ditentukan batas atasnya terserah dan kami sudah menyebarkan itu ke masyarakat dan dimulai dari kalangan kami sendiri ASN di Pemprov dan kemudian dua minggu lalu saya sudah berbicara di instansi pusat di daerah vertikal mereka sangat mendukung kemudian kepada masyarakat kemarin dulu di Surabaya itu di Jakarta saya sudah pernah bicara mudah-mudahan kita bisa, yang jelas ini menggerakkan masyarakat kalaupun dari APBD sifatnya hibah.

TRIBUN GORONTALO :  Update soal Bendungan Bulango Ulu bagaimana?

GUSNAR ISMAIL : Kalau Bulango Ulu kemarin saya berkunjung ke lokasi bersama anggota DPR RI Pak Rusli Habibie untuk mengecek itu. Progres fisiknya kurang lebih sudah 92,8 persen sisa 7,persn lagi. Nah 7 persen ini sebetulnya sudah harus selesai bulan Maret kemarin tapi karena anggarannya belum turun maka kemungkinan besar kalau kita agendakan untuk peresmian itu pada saat PENAS kedatangan Pak Presiden itu belum bisa.

Anggarannya masih kurang lebih masih 500 miliar untuk menyelesaikan yang persen itu makanya saya sekarang tinggal menunggu waktu disiapkan oleh Menko infrastruktur untuk paparan lagi di sana ada dua itu yang saya akan bawa malah ada tiga. Yang pertama Bulango Ulu supaya bintangnya diturunkan kalau sudah bisa selesai, kemudian yang berikut jalan akses Pinogu itu harus pemerintah pusat yang tangani dan saya akan bicara lagi itu paparkan, kemudian yang ketiga menyangkut Flyover Simpang Lima Telaga.

 Sekarang mulai disetujui mudah-mudahan memenuhi syarat karena menurut data yang saya pegang di jam-jam tertentu terutama jam kantor terjadi kemacetan itu kita teliti dulu karena tidak ada jalan satu-satunya untuk flyover itu tiga hal itu dan kita sudah menyurat yang terstruktur kalau sudah ada waktu saya akan datang dan paparkan di sana.

TRIBUN GORONTALO :  Pak kita mau cari tahu Gorontalo ini APBD nya sedikit, ada keterbatasan anggaran kemudian efisiensi dari pemerintah pusat belum lagi kondisi global saat ini berdampak, bagaimana bapak mengelola provinsi dengan anggaran yang minim?

GUSNAR ISMAIL : Sepertinya tidak sulit tapi terbatas. Kita harus berusaha sedapat mungkin anggaran yang kita plot di satu kegiatan itu tepat dan mendatangkan efek kepada masyarakat.

Yang kedua kita terus meyakinkan pemerintah pusat bahwa kita perlu dibantu anggarannya harus ada dalam program dan yang ketiga kita harus terus mendorong investasi masuk ke sini kemudian menjaga investasi yang sudah ada jangan sampai pergi. Dan terus kita buka peluang agar supaya mereka masuk ke Gorontalo.

TRIBUN GORONTALO :  Apalagi rencana unggulan bapak di tahun ini di tahun 2026 rencana besar apa atau program unggulan apa?

GUSNAR ISMAIL : Kalau rencana saya pikir cukup dulu itu karena sekarang justru fokus bagaimana merealisasikan itu paling tidak realisasinya pasti bertahap. Tahun ini harus lebih diwujudkan.

TRIBUN GORONTALO :  Dalam setahun kepemimpinan anda tentu banyak kritikan, mungkin ada yang masuk golongan fitnah dan lain-lain, tapi bapak saya lihat tidak pernah menjawab itu kayaknya diam apakah bapak pernah membaca atau mendengar itu lalu sakit hati seperti apa pak?

GUSNAR ISMAIL : Saya tidak menjawab langsung teman-teman yang menjawab karena kita mengelola setiap persoalan dengan manajemen pada pembagian tugas kemudian orang lain. Jadi saya tidak perlu juga saya menjawab langsung cukuplah setiap ada yang mengkritik ada yang mempertanyakan ya kita jawab.

Saya terbebas dari waktu menjawab langsung karena apa kami bekerja dengan waktu saya dibatasi waktu kemudian kritikan ini terus-menerus. Nah kalau kita fokus di situ kurang waktunya sehingga kita ada tim yang mempelajari dan ada tim yang menyusun data, kalau menanggapi habis waktu. Sambil berdoa, yang memberikan kritik bisa menerima penjelasan dan kalau tidak bisa menerima itu semoga suatu waktu bisa.

TRIBUN GORONTALO : Apa pesan bapak kepada Tribunners, agar semua mereka ikut serta dalam pembangunan daerah?

GUSNAR ISMAIL : Saya kira banyak sekali media yang bisa digunakan untuk berpartisipasi apalagi sekarang ini sudah zaman digital masyarakat yang penting mendapatkan informasi yang baik informasi yang terverifikasi informasi dari tangan pertama kemudian ya silakan memberikan umpan balik karena pemerintah itu memerlukan pikiran banding. Jadi kepada Tribunners untuk terus bersama-sama memantau memonitor penyelenggaraan pemerintahan dan sering selalu memberikan masukan untuk kebaikan kita semua terutama untuk kebaikan Gorontalo saya kira itu harapan saya.

TRIBUN GORONTALO : Terima kasih Pak Gub telah berbagi tentang keberhasilan dan rencana membangun Provinsi Gorontalo sukses selalu Pak Gubernur.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.