"Macet Sebentar Tak Apa", Warga Bandung Minta Pasar Tumpah Gasibu-Monju Jangan Dihilangkan
Ravianto April 26, 2026 06:11 PM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kawasan Gasibu hingga Monumen Perjuangan (Monju) Bandung masih dipadati ribuan warga pada Minggu (26/4/2026) pagi.

Padahal pasar tumpah mingguan ini memicu kemacetan parah akibat parkir liar yang memakan bahu jalan, warga tetap berharap aktivitas ekonomi rakyat ini terus dipertahankan.

Pantauan di lokasi menunjukkan puluhan lapak pedagang memadati jalur pedestrian hingga ke bawah Jalan Japati.

Arus lalu lintas di sekitar traffic light Gasibu pun terpantau merayap sejak pagi hingga siang hari.

Suara Warga: "Macet Sebentar Tak Apa, Asal Pasar Tetap Ada"

Bagi sebagian warga Bandung, pasar tumpah ini bukan sekadar tempat belanja, melainkan destinasi wisata murah meriah di akhir pekan.

Baca juga: KDM Ingin Kawasan Monju Tertata Rapi, Sudah Enam Truk Sampah Diangkut ke Sarimukti

Nining, warga Padasuka Atas, mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar tumpah seminggu sekali ini.

"Ya maunya sih terus ada. Kita ke sini kan sekalian refreshing jalan-jalan. Manfaat banget adanya pasar tumpah ini. Kalau macet sebentar ya tidak apa-apa, kan cuma seminggu sekali," ungkap Nining saat ditemui di lokasi.

Selain berbelanja kebutuhan rumah tangga dan pakaian, warga juga memanfaatkan momen ini untuk berolahraga dan menikmati fasilitas publik di sekitar Monju yang kini sedang dalam tahap penataan.

Instruksi Gubernur Dedi Mulyadi: Targetkan Monju Bersih Secepatnya

Di balik keramaian pasar tumpah, upaya penataan kawasan Monju terus dikebut.

Petugas gabungan terlihat sibuk membersihkan puing-puing bangunan dan tumpukan sampah sisa penataan kawasan di Jalan Dipatiukur.

Koordinator Monumen Perjuangan dari Biro Umum Setda Jabar, Fajar Destian Firdaus, mengungkapkan bahwa proses pembersihan ini merupakan instruksi langsung dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

"Arahannya jelas, semua harus bersih secepat mungkin, tidak boleh ada yang tersisa," tegas Fajar.

Sebanyak 60 personel dari Biro Umum, petugas kebersihan, hingga DLH Provinsi dan Kota dikerahkan.

Selama empat hari pembersihan menyeluruh di area Jalan Dipatiukur hingga dekat Pertamina, petugas bahkan telah mengangkut sebanyak enam truk volume sampah dan puing.

Penataan Menyeluruh dan Tertib

Saat ini, pedagang pasar tumpah diarahkan untuk berjualan di bagian dalam area Monju hingga ke bagian bawah Jalan Japati agar tidak mengganggu proses pembersihan di area utama Monumen Perjuangan.

Penataan ini diharapkan dapat menciptakan keseimbangan antara kebutuhan ekonomi masyarakat melalui pasar tumpah dengan kenyamanan serta kebersihan fasilitas umum di Kota Bandung. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.