Tuntaskan Pembayaran Proyek Wahana di Himpang Lima Habang, Pemkab Basel Keluarkan Rp3,7 Miliar
Ajie Gusti Prabowo April 26, 2026 07:50 PM

TOBOALI, BABEL NEWS - Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan menuntaskan pembayaran utang pengadaan wahana permainan bianglala dan rainbow slide yang sempat melampaui tahun anggaran. Pembayaran tersebut dilakukan kepada pihak penyedia setelah melalui proses administrasi dan reviu pengawasan internal. 

Nilai pembayaran disesuaikan dengan ketentuan serta hasil pemeriksaan yang telah dilakukan sebelumnya. Langkah ini menandai penyelesaian kewajiban keuangan daerah atas proyek yang dikerjakan pada tahun anggaran 2024.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bangka Selatan, Evi Sastra, mengatakan kewajiban pembayaran kepada penyedia telah diselesaikan. Proses pembayaran telah dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku melalui dokumen resmi keuangan daerah. Pembayaran tersebut ditujukan kepada PT Maharani Citra Persada Indonesia sebagai pelaksana pekerjaan.

"Alhamdulillah untuk pembayaran utang wahana permainan bianglala dan rainbow slide sudah dibayarkan ke penyedia yaitu PT Maharani Citra Persada Indonesia," ujar Evi Sastra, Jumat (24/4).

Evi Sastra menjelaskan, pembayaran dilakukan berdasarkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) tertanggal 13 April 2026. Nilai yang dibayarkan sebesar Rp6.295.120.710 setelah dikurangi uang muka sebesar Rp2.503.161.000. Dengan demikian, sisa kewajiban sebesar Rp3.791.959.710 telah dilunasi sepenuhnya oleh pemerintah daerah. Dengan demikian saat ini kewajiban pembayarannya sudah selesai.

Diakuinya, pembayaran dilakukan berdasarkan hasil reviu Inspektorat Daerah Kabupaten Bangka Selatan. Reviu tersebut tertuang dalam dokumen bernomor 700.1.2.8/R6/INPT/9/2026 tertanggal 20 Februari 2026 terkait laporan hasil pemeriksaan pembayaran pengadaan wahana permainan. 

Proses ini menjadi dasar legalitas pembayaran atas kegiatan yang melampaui tahun anggaran 2024. "Pembayaran pengadaan wahana permainan kita lakukan berdasarkan hasil reviu inspektorat," jelas Evi Sastra.

Adapun lanjut dia, berdasarkan Surat Perjanjian Kontrak (SPK), proyek pengadaan wahana permainan tersebut memiliki nilai sebesar Rp8.343.870.000. Pekerjaan dilaksanakan mulai 29 April hingga 25 Desember 2024 oleh pihak penyedia. Meski melewati batas tahun anggaran, pekerjaan dinyatakan telah selesai sesuai dokumen administrasi yang tersedia.

Lebih lanjut, hasil reviu Inspektorat menetapkan bahwa penyedia berhak menerima pembayaran dengan nilai tertentu setelah dilakukan penyesuaian. Nilai yang dibayarkan memperhitungkan potongan denda keterlambatan akibat pelaksanaan yang melampaui jadwal. Denda tersebut menjadi bagian dari mekanisme pengendalian dalam pelaksanaan kontrak pemerintah. Penyedia berhak menerima pembayaran sebesar Rp3.791.959.710 dengan potongan denda keterlambatan sebesar Rp157.857.000.

"Potongan denda keterlambatan sebesar Rp157.857.000 telah disetorkan ke Rekening Kas Umum Daerah Kabupaten Bangka Selatan," pungkas Evi Sastra. (u1)

Juni 2026, Ditargetkan Kembali Beroperasi
PEMERINTAH Kabupaten Bangka Selatan menargetkan pengoperasian kembali wahana permainan bianglala dan rainbow slide di Alun-Alun Kota Toboali pada awal Juni 2026. Persiapan dilakukan setelah penyelesaian administrasi dan skema pengelolaan oleh pihak ketiga. 

Wahana ini diharapkan kembali menjadi daya tarik wisata sekaligus ruang rekreasi masyarakat. Pengoperasian kembali juga diarahkan untuk mendorong geliat ekonomi lokal menjelang momentum libur sekolah.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bangka Selatan, Evi Sastra, berujar target operasional telah disusun dengan mempertimbangkan kesiapan teknis dan pengelolaan. Pemerintah daerah saat ini tengah menuntaskan tahapan penilaian nilai sewa sebagai dasar penetapan retribusi. Penilaian tersebut melibatkan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Pangkalpinang.

"Kami menargetkan untuk wahana permainan bianglala dan rainbow slide bisa kembali beroperasi pada awal Juni 2026," ujar Evi Sastra, Jumat (24/4).

Evi Sastra menjelaskan, setelah proses penilaian selesai, pengelolaan wahana akan dilelang kepada pihak ketiga. Skema ini dipilih untuk memastikan pengoperasian berjalan optimal dan profesional. Pihak pengelola nantinya akan dikontrak selama satu tahun dengan target yang telah ditetapkan pemerintah daerah. Untuk tarif saat ini pemerintah daerah telah menetapkan harga tiket yang relatif terjangkau bagi masyarakat.

Wahana bianglala dipatok sebesar Rp25.000 per orang, sementara rainbow slide sebesar Rp15.000 per orang. Selain itu, tersedia paket tiket gabungan yang memberikan efisiensi biaya bagi pengunjung. Pengunjung yang membeli paket tiket gabungan cukup membayar Rp35.000 untuk menikmati kedua wahana. 

Namun apakah ada perubahan tarif atau tidak pemerintah daerah masih menunggu penilaian dari KPKNL. Dipastikan tarif tersebut tidak akan dipengaruhi oleh hari maupun jam operasional. "Kebijakan ini diambil untuk menjaga konsistensi harga dan kenyamanan pengunjung. Pemerintah daerah juga memastikan transparansi dalam pengelolaan tarif retribusi," jelas Evi Sastra.

Adapun jam operasional wahana telah ditetapkan untuk menyesuaikan kebutuhan masyarakat. Pada hari Senin hingga Kamis, wahana dibuka mulai pukul 11.00 WIB hingga 20.00 WIB. Sementara pada akhir pekan, yakni Jumat hingga Minggu, operasional dimulai pukul 09.00 WIB hingga 21.00 WIB.

Evi Sastra berharap pengoperasian kembali wahana ini dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Kehadiran wahana tersebut dinilai mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Toboali. Selain itu, sektor usaha kecil dan menengah di sekitar lokasi juga diharapkan ikut tumbuh. "Kami berharap pengoperasian wahana ini dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat setempat," pungkas Evi Sastra. (u1)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.