Pelajar Tenggelam di Bendungan Watervang Lubuklinggau, Sempat Hanyut 500 Meter dari Titik Berenang
Refly Permana April 26, 2026 09:27 PM

 

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU - Irfan Nopri Siregar, seorang pelajar sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Lubuklinggau, Sumatra Selatan, meninggal dunia karena tenggelam.

Bocah 13 tahun ini sebelumnya berenang di Dam Irigasi Bendungan Watervang, Kelurahan Watervang, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, Minggu (26/4/2026).

Ia ditemukan setelah tiga jam pencarian berjarak 500 meter dari lokasi awal ia dinyatakan tenggelam.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat korban bersama dua temannya, Rafa Saputra dan Dimas Bramantyo, berniat mandi di Bendungan Watervang.

Ketiganya berangkat dari rumah di Kelurahan Taba Koji, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, dengan menaiki angkot.

Baca juga: 4 Jam Pencarian, Bocah Tenggelam di Sungai Keruk Kertapati Palembang Ditemukan Meninggal Dunia

Setiba di Bendungan Watervang, Irfan dan kedua temannya itu langsung menuju aliran Dam Irigasi di sebelah kanan Bendungan Watervang.

Inova langsung membuka bajunya, kemudian melompat dari atas jembatan dam.

Setelah melompat, tubuhnya langsung terseret derasnya arus sungai dan tenggelam.

Kedua temannya yang melihat kejadian itu langsung berteriak meminta pertolongan warga sekitar.

Karena situasi ramai, warga langsung membantu proses pencarian.

Warga setempat langsung berupaya melakukan pencarian dan sebagian lagi langsung melapor ke polisi dan BPBD Lubuklinggau.

Setelah tiga jam proses pencarian, akhirnya jenazah korban berhasil ditemukan sekitar 500 meter dari tempat awal ia mandi.

Baca juga: Breaking News: Mandi Bersama Teman, Bocah Perempuan Tenggelam di Sungai Kertapati Palembang

Kapolsek Lubuklinggau Timur, AKP Rodiman, menyampaikan bahwa korban ditemukan oleh masyarakat yang ikut melakukan pencarian di dekat pintu Dam Irigasi.

"Kurang lebih lokasi korban ditemukan jaraknya 500 meter dengan kondisi sudah meninggal telungkup dalam air," ujarnya.

Lanjutnya, setelah ditemukan jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka di Kelurahan Taba Koji.

"Setelah ditemukan, jenazah korban langsung dibawa pihak keluarga pulang ke rumah dan tidak dilakukan visum di rumah sakit. Keluarga menerima karena itu bagian dari takdir," ungkapnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.