Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana
TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Sri Susi (54) dan anaknya Umi (11) warga Dukuh Klitak, Desa Banaran, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten Sabtu (25/4/2026) menjadi korban atap rumahnya yang roboh.
Salah satu keluarga korban, Joko (56) menerangkan akibat kejadian itu, kedua korban mengalami luka-luka.
"(luka) di kepala, kalau kakak benjol sama lecet-lecet dikit. Sama anaknya begitu juga luka luar, lecet-lecet," jelasnya.
Usai kejadian itu, warga sekitar segera memberikan pertolongan dan mengevakuasi korban. Keduanya kemudian dibawa ke RS PKU Muhammadiyah Klaten untuk mendapatkan perawatan medis.
Kronologi Kejadian
Joko mengatakan peristiwa terjadi sekira pukul 15.00 atau setelah ashar.
Sesaat sebelum kejadian menurutnya sempat terdengar suara gemuruh yang cukup lama.
"Ada suara gemuruh, didalam waktunya lama. Sampai kita tuh mencari-cari suara itu suara apa? Terus langsung kejadian ambruk," ucapnya.
Tak lama kemudian, atap rumah ambruk secara bertahap hingga akhirnya runtuh.
Baca juga: Detik-detik Atap Rumah Warga Ambruk di Delanggu Klaten, Ibu dan Anak Berada di dalam Kamar
Saat kejadian, penghuni rumah yakni Sri Susi dan anaknya sedang berada di dalam kamar.
Adapun warga baru menyadari kejadian tersebut setelah terdengar teriakan dari dalam rumah. Saat didatangi, kedua korban sudah berusaha keluar dari kamar dalam kondisi tertimpa puing atap.
"Kita tahu kalau itu rumah roboh karena teriakan kakak (korban). Kakak yang berada di dalam," kata Joko.
"Posisinya sudah jalan keluar, kita buru-buru menolong," imbuhnya.
Usai kejadian, warga bersama pihak berwenang setempat langsung membersihkan puing-puing atap, sementara pihak terkait berkoordinasi untuk penanganan lebih lanjut. (*)