TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Kebakaran lima unit kontrakan di Jalan Masjid Al Umar, RT 06/RW 12, Kelurahan Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur merenggut korban jiwa.
Dalam kebakaran tersebut, Suharti (53) yang mengidap penyakit stroke meninggal dunia akibat terjebak pada unit kontrakannya saat kebakaran, Minggu (26/4/2026) sekira pukul 15.00 WIB.
Ketua RT 06/RW 12 Kelurahan Lubang Buaya, Syafei mengatakan kebakaran diduga bermula dari satu unit kontrakan lalu menjalar ke unit lainnya di sekitar lokasi kejadian.
"(Api) dari rumah yang korban itu, info dari rumah yang sakit itu. Posisi saat kejadian pintu terkunci, jadi enggak bisa dibuka," kata Syafei di Cipayung, Jakarta Timur, Minggu (26/4/2026).
Warga sekitar sempat berupaya mengevakuasi korban dari unit kontrakan, namun kondisi pintu yang terkunci dan besarnya kobaran api membuat Suharti tak terselamatkan.
Saat kejadian pun korban dalam keadaan sendiri di dalam unit kontrakannya, sehingga upaya warga sekitar melakukan evakuasi terhadap korban saat awal kejadian sulit dilakukan.
Baru saat proses pemadaman yang dilakukan jajaran Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur mencapai tahap pendinginan, jenazah korban dapat dievakuasi.
"Itu karena memang sakit jadi enggak bisa keluar. Waktu kejadian itu sempat (dicoba untuk) dibuka yang ada korban itu pintunya, tapi emang dikunci, jadi enggak bisa ditolong," ujarnya.
Syafei menuturkan belum mengetahui pasti penyebab kebakaran karena masih menunggu proses penyidikan lebih lanjut dari jajaran Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Cipayung.
Akibat kebakaran lima unit kontrakan ini sebanyak 15 jiwa warga kini kehilangan tempat tinggal dan harta bendanya, karena tidak sempat terselamatkan saat amuk si jago merah berkobar.
Sementara untuk jenazah Suharti kini sudah dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur untuk proses pemeriksaan lebih lanjut memastikan penyebab kematian.
"(korban) Ada anaknya, suaminya juga ada. cuma saat kejadian ada di luar semua kayaknya, anaknya pada kerja. Jadi pas (anggota keluarga tiba) ke sini sudah meninggal," tuturnya.