Purbaya Buka-bukaan soal APBN, Tegaskan Uang Negara Masih Kuat
Tommy Kurniawan April 26, 2026 08:11 PM

TRIBUNJAMBI.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kondisi keuangan negara dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) saat ini berada dalam keadaan kuat dan aman.

Pernyataan tersebut sekaligus membantah isu yang sempat beredar luas di media sosial mengenai kabar kas negara hanya tersisa Rp120 triliun.

Menurut Purbaya, informasi tersebut tidak benar dan berpotensi menyesatkan publik.

“Isu bahwa uang negara tinggal Rp120 triliun lalu habis, itu tidak benar,” ujarnya dalam media briefing di Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Ia memastikan, kapasitas fiskal pemerintah masih sangat mencukupi untuk menjalankan berbagai program prioritas, termasuk pembiayaan pembangunan serta penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat.

“Tidak perlu khawatir dengan kondisi APBN. Keuangan negara masih kuat dan likuiditasnya memadai,” tegasnya.

Baca juga: Identitas Pelaku Penembakan Jamuan Trump Terungkap, Masuk Daftar Tamu Hotel

Baca juga: Emosi Trump Batal Kirim Delegasi ke Pakistan untuk Negosiasi dengan Iran: Tak Ada Guna!

SAL Masih Ratusan Triliun

Lebih lanjut, Purbaya menjelaskan bahwa angka Rp120 triliun yang beredar sebenarnya merupakan bagian kecil dari Saldo Anggaran Lebih (SAL), bukan keseluruhan cadangan kas negara.

Ia mengungkapkan, total SAL yang dimiliki pemerintah saat ini mencapai sekitar Rp420 triliun.

Dari jumlah tersebut, sebagian ditempatkan di Bank Indonesia sebagai simpanan, sementara sekitar Rp300 triliun lainnya disalurkan ke sektor perbankan dalam bentuk deposito.

Langkah ini, kata dia, bertujuan untuk menjaga likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit ke masyarakat.

“Dana itu ditempatkan di bank agar perputaran ekonomi tetap berjalan dan kredit bisa tumbuh,” jelasnya.

Strategi Dorong Ekonomi

Penempatan dana di sektor perbankan juga dinilai sebagai bagian dari strategi pemerintah dalam mengoptimalkan pengelolaan fiskal.

Selain menjaga stabilitas ekonomi, bunga dari simpanan tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembiayaan program negara.

Purbaya menambahkan, kebijakan pengelolaan APBN Indonesia mendapat respons positif dari investor global.

Dalam kunjungannya ke Amerika Serikat beberapa waktu lalu, ia menyebut para investor memberikan apresiasi terhadap stabilitas fiskal Indonesia.

“Mereka melihat pengelolaan APBN kita kredibel. Bahkan isu defisit tidak lagi menjadi pertanyaan,” ungkapnya.

Ia juga menyebut lembaga internasional seperti Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia menilai kondisi fiskal Indonesia tetap terjaga dengan baik.

Tegaskan APBN Tetap Sehat

Dengan kondisi tersebut, pemerintah memastikan APBN tetap mampu menjadi instrumen utama dalam menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.

Purbaya pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi.

“APBN kita dalam kondisi sehat. Jadi tidak perlu panik dengan isu-isu yang tidak benar,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.