Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Luluul Isnainiyah
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Sebanyak 55 penyandang disabilitas tunarungu mengikuti Pelatihan Mushaf Quran Isyarat, Minggu (26/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Malang diikuti oleh peserta dari usia 10 sampai dengan 70 tahun.
Dewi Ratna Sari, Ketua Rumah Quran Sahabat Tuli (RQST) Kabupaten Malang mengatakan kegiatan ini berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga pukl 15.00 WIB. Peserta yang hadir berasal dari Kabupaten Malang, Kediri, hingga dari Probolinggo.
Baca juga: Polemik Integrasi Trans Jatim, DPRD Kota Malang Desak Realisasi Angkot Jadi Feeder & Angkutan Siswa
"Kami berkolaborasi dengan Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) serta dukungan dari beberapa pihak menyelenggarakan kegiatan pelatihan Mushaf Quran," kata Dewi.
Ia menyebutkan pelatihan serentak ini baru pertama kali digelar di Kabupaten Malang. Sebelumnya, kegiatan serupa pernah dilaksanakan di tingkat Provinsi Jawa Timur.
Pada pelatihan ini, peserta diajarkan cara membaca Alquran isyarat yang dibimbing secara langsung oleh Dewi, serta beberapa pengajar lainnya.
Di antaranya membaca surat pendek seperti Al-falaq, Al-ikhlas, An-nas, hingga zikir.
"Kami tekankan juga bacaan tajwidnya, gerakannya seperti apa, sehingga semua peserta bisa paham bagaimana cara membaca mushaf Quran," jelasnya.
Dewi menjelaskan, tidak menutup kemungkinan kegiatan ini kembali digelar suatu saat nanti. Mengingat antusias para peserta hari ini yang hadir cukup tinggi. Dari 50 kuota yang disediakan, total peserta yang hadir sebanyak 55 orang.
Selain itu, Dewi menyebutkan, setiap dua minggu sekali tepatnya di hari Minggu, ia juga mengajar Quran Isyarat di musala Al-Kautsar Desa Kedungpedaringan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.
Baca juga: Organda Kota Malang Singgung Realisasi Angkot Jadi Feeder Trans Jatim
Terpisah, Ketua RQST Provinsi Jatim, Maskurun atau yang kerap disapa Yuyun merupakan pendiri dari RQST. Selain itu, ia juga bagian perumus mushaf Quran di Kementerian Agama (Kemenag) RI.
"RQST ini terbentuk saat pandemi Covid-19 lalu, waktu itu para orang tua dari tunarungu meminta saya untuk mengajar ngaji biar ada kegiatan untuk anaknya," imbuh Yuyun.
Sementara itu, RSQT secara resmi mulai terbentuk pada 2024 lalu. Sampai dengan saat ini sudah 22 RQST yang terbentuk di kota/kabupaten di Jawa Timur.