TRIBUNMANADO.CO.ID - Pakatuan Wo Pakalawiren, renungan lansia Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) dalam sepekan mulai 26 April - 2 Mei 2026.
Pembacaan alkitab terdapat pada 1 Yohanes 3:11-18.
Tema perenungan adalah Mengasihi dengan Perbuatan dan dalam Kebenaran.
Khotbah:
Ibu, Bapak lansia yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Puji Tuhan Allah karena kita boleh ada di minggu terakhir di bulan April 2026. Kita percaya semua ini hanya karena kasih dan anugerah yang-Nya.
Usia dan kondisi fisik tidak membatasi kita untuk bersekutu bersama dalam ibadah Kelompok Pelayanan lansia, sebab kehidupan yang Tuhan Allah anugerahkan ini butuh Firman-Nya yang memberi semangat dan kekuatan.
Di sepanjang minggu ini warga Gereja Masehi lnjili di Minahasa, belajar memahami kebenaran firman Tuhan Allah dalam 1 Yohanes 3:11-18 di bawah tema: Mengasihi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia mengasihi berarti menaruh kasih, mencintai atau menyayangi.
Kata mengasihi berasal dari kata dasar kasih, yang mencakup perasaan sayang atau cinta sesama manusia, baik kepada diri sendiri maupun orang lain.
Pertanyaan untuk kita lansia, apakah kita telah mempraktikkan kata mengasihi ini dalam hidup kita sebagai orang beriman?
Pasti kita akan menjawab sudah dan tak terhitung lagi dengan jari sudah melakukan dan menerima perbuatan kasih itu baik didapat dari keluarga, jemaat, masyarakat, terlebih telah menikmati kasih yang Tuhan Allah beri melalui pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib demi menebus dosa umat manusia.
Tema renungan kita "Mengasihi dengan perbuatan dan dalam kebenaran" berarti bukan sekadar perkataan tetap mewujudkan kasih melalui tindakan nyata, dilakukan dengan ketulusan, memberi bantuan atas dasar kasih yang berakar pada pengorbanan Yesus Kristus.
Ibu, Bapak lansia yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus, 1 Yohanes 3:11-18 bicara tentang kasih yang nyata
bukan sekedar kata.
Kasih dalam perbuatan, kasih dalam kebenaran dan diingatkan pula mengapa harus mengasihi.
Dengan demikian semua orang akan tahu bahwa kamu adalah murid-Ku, jika kamu saling mengasihi."
Yohanes 13:34-35. Rasul Yohanes mengingatkan bahwa inilah kasih yang benar telah mereka dengar sejak awal bukan seperti yang diajarkan oleh para guru palsu yang menyusup ke dalam gereja dan memutarbalikkan kebenaran yang telah diberikan kepada mereka sejak awal.
Bahwa kita harus saling mengasihi, meneladani kasih pengorbanan Yesus Kristus yang menyerahkan nyawa-Nya untuk kita.
Mengasihi dalam perkataan dan perbuatan, mengasihi dengan tindakan nyata, membantu orang yang yang berkekurangan, lemah, menciptakan perdamaian, tidak membalas kejahatan dengan kejahatan tetapi saling mengampuni dengan tulus.
Jika ada yang menyakiti kita, maka kita harus mengampuninya dan membuang rasa sakit hati.
"Karena Allah begitu mengasihi dunia, sehingga Ia memberikan Anak-Nya yang tunggaI.
Barangsiapa percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan memperoleh hidup kekal. " Yohanes 3:16.
Inilah kasih nyata yang diteladankan oleh Yesus Kristus bagi kita umat manusia.
Marilah kita saling mengasihi, karena kasih itu berasal dari Allah dan setiap orang yang mengasihi dilahirkan dari Allah dan
mengenal Allah.
Manfaat pertama mengasihi adalah kepastian keselamatan yang akan kita terima.
Manfaat kedua dari gaya hidup yang penuh kasih adalah diberkati Tuhan Allah dan doa dijawab serta kuasa Roh Kudus tetap ada dalam hidup kita.
Ibu, Bapak lansia yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Firman Tuhan Allh terus mengingatkan kita, walaupun sudah Lanjut Usia tetaplah hidup saling mengasihi satu dengan yang lain.
Jangan cuma karena ada maunya maka torang hidup saling mengasihi dalam arti kasih yang hanya muncul jika menguntungkan kita.
Tetapi sebagaimana lirik lagu: kasih pasti lemah, lembut, kasih pasti memaafkan, kasih pasti murah hati, kasih, kasihmu Tuhan.
Ajarilah kami ini saling memaafkan, ajarilah kami ini saling mengampuni, ajarilah kami ini kasih-Mu ya Tuhan kasih-Mu kudus tiada batasnya.
Ketika menyanyikan lagu ini, kita akan berucap sungguh luar biasa itu kasih Tuhan Allah bagi kita.
Apakah yang akan kita buat supaya Tuhan Allah senang lia torang pe hidup dan cara apa yang akan torang beking supaya hati-Nya senang lia pa torang.
Marilah ibu, bapa lansia yang dikasihi Tuhan Allah, lakukanlah apa yang Ia perintahkan kepada kita untuk saling mengasihi, saling mengampuni, hidup dalam damai, tolong orang yang berkekurangan, jangan balas kejahatan dengan kejahatan, rajin baca firman serta terus jadi teladan bagi anak-anak dan cucu, cece kita.
Tuhan Allah memampukan kita semua untuk hidup berkenan sesuai yang kehendaki-Nya. Tetaplah semangat, Tuhan Allah menjaga, melindungi dan memberkati kita semua. Amin.
Sumber: Bidang Ajaran dan Tata Gereja Sinode GMIM edisi April - Mei 2026