SURYA.CO.ID, MOJOKERTO - Sebanyak 350 karung sekam digunakan dalam revitalisasi jalur penyelamat Sendi 1, di jalur alternatif Mojokerto- Batu atau jalur Cangar-Pacet, pada Minggu (26/4/2026).
Tumpukan karung sekam ini dapat menyelamatkan nyawa, mencegah fatalitas kecelakaan akibat rem blong yang kerap terjadi di area tersebut.
Puluhan relawan dari Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Mojokerto, melakukan revitalisasi jalur penyelamat yang kondisinya mulai rusak akibat dihantam puluhan kali kendaraan yang mengalami rem blong.
Baca juga: BREAKING NEWS : Kecelakaan Motor Yamaha NMax Pemudik Satu Keluarga di Jalur Cangar Pacet
Ketua PC LPBI-NU yang tergabung FPRB Kabupaten Mojokerto, Saiful Anam mengatakan, revitalisasi benteng sekam penyelamat di jalur Pacet- Cangar dilakukan lantaran kondisinya sudah lapuk termakan usia dan akibat puluhan kali diterjang kendaraan yang rem blong.
"Sekam yang ada kita urai dan dimasukkan ke sak baru total sebanyak 350 sak," ujar Anam di lokasi, Minggu (26/4/2026).
Ia menjelaskan, perbaikan jalur penyelamat dilakukan secara manual dengan mengambil karung sekam yang kondisi sudah rusak.
Sebagai penggantinya, sekam padi yang berceceran dimasukkan kembali ke karung baru untuk mempertebal benteng penyelamat.
"Sekam baru ditata ulang panjang sekitar 30 meter, dengan ketinggian antara 1,5 meter sampai -1,8 meter," kata Anam.
Menurutnya, karung baru tersebut diperoleh dari BPBD Kabupaten Mojokerto dan UPT PJJ Mojokerto DPU Bina Marga Provinsi Jatim.
Baca juga: Pemkot Batu Akan Pasang Pagar dan CCTV di Jembatan Cangar Demi Lindungi Warga
Kegiatan ini juga sekaligus memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Tahun 2026.
"Jalur penyelamat Pacet-Cangar kondisi sudah baik, semoga dapat berfungsi optimal sebagai benteng penyelamat," pungkasnya.
Anam menambahkan, masyarakat khususnya pengguna kendaraan lebih waspada dan berhati-hati ketika melewati jalur ekstrem ini, terutama dari arah Cangar menuju Pacet yang mayoritas jalan turunan curam.
Kondisi geografis inilah yang banyak memicu kecelakaan akibat rem blong.
"Prinsipnya fungsi benteng sekam mengurangi risiko fatalitas kecelakaan akibat rem blong," tukasnya.
Baca juga: Normalisasi Rambu di Kawasan Wisata Pacet- Trawas, Dishub Mojokerto Amankan Jalur Wisata Lebaran
Salah satu pengguna jalan, Devi (28) mengungkapkan, keberadaan jalur penyelamat begitu krusial sebagai benteng penyelat terakhir.
Sehingga pengendara kendaraan yang mengalami rem blong dapat menyelematkan mereka dari fatalitas kecelakaan, seperti luka serius akibat benturan dan lainnya.
"Kegiatannya bagus mempertebal dinding sekam, fungsinya pengendara motor atau mobil yang rem blong sehingga tidak sampai alami luka fatal dengan adanya jalur penyelamat tersebut," tutupnya. (don)