Jelang Hari Raya Idul Adha, Harga Sapi Kurban di Pangandaran Naik
Machmud Mubarok April 26, 2026 08:35 PM

 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Menjelang hari raya idul Adha 2026, harga hewan sapi korban di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat melonjak naik.

Hal tersebut disampaikan Rasim bakul hewan sapi dan kambing di Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran.

Rasim mengatakan, seperti biasa permintaan hewan sapi kurban menjelang hari raya idul adha ini sangat tinggi.

"Tapi dengan seiringnya waktu, harga hewan kurban itu semakin melonjak. Malah kita juga bingung untuk menjualnya," ujar Rasim kepada Tribun Jabar di sekitar kandangnya, Minggu (26/4/2026) siang.

Menurutnya, yang menjadi bingungnya itu adalah untuk penyediaan hewannya terasa malu untuk dijual. "Karena, fisik sapinya kecil tapi harganya mahal," katanya 

Sementara permintaan hewan sapi kurban tahun 2026 ini sebanyak 40 ekor, namun di tempatnya baru tersedia 12 ekor.

Memang, naiknya itu tergantung pada kualitasnya. Tapi, rata-rata satu ekor sapi itu selisih naiknya sekitar Rp 2 juta dibanding tahun 2025 kemarin.

"Dulu kita jual per ekor Rp 15 juta fisik sapinya sudah besar. Tapi sekarang harga Rp 18 juta itu kecil seperti harga dulu yang dijual Rp 15 juta," ucap Rasim.

Baca juga: Begini Respon Penerima Bantuan Hewan Kurban yang Diberikan Pemkab Tasikmalaya

Baca juga: Kerap Timbulkan Bau, Warga Sukamaju Kaler Tasikmalaya Protes Adanya Tempat Jual Beli Hewan Kurban

Ia pun belum memahami alasan pasti naiknya harga hewan kurban. Tapi faktanya harga sapi itu melonjak tinggi.

"Satu alasannya mungkin populasi sapi di Indonesia mulai punah. Jadi, minimnya warga yang beternak hewan sapi," ujarnya. 

Ditambah lagi minimnya keterlibatan pemerintah dalam hal ini dinas peternakan dalam budidaya hewan sapi.

"Jadi kita sulit cari sapi kurban karena banyak peternak di kabupaten Pangandaran yang kosong. Banyak peternak yang gulung tikar," kata Rasim.

Rasim pun menduga penyebab naiknya harga hewan sapi bisa kemungkinan adanya konflik di Timur Tengah. "Ya, itu bisa jadi. Kan BBM naik juga," ucapnya.

Pada intinya, harga sapi kurban setiap musim setiap tahun semakin meningkat sedangkan untuk penjualan semakin merosot. "Jadi, sekarang daya jualnya kita sedikit," katanya.

Ia meminta Pemkab Pangandaran melalui dinas pertanian dan peternakan itu mensupport para peternak yang ada di Kabupaten Pangandaran.

"Karena peternak di Pangandaran banyak yang gulung tikar, kita juga sering mengambil dari Lampung dan Jawa Timur," ucap Rasim.

Rasim pun berharap, pemerintah melalui Dinas pertanian atau peternakan Kabupaten Pangandaran banyak konsultasi dengan peternak. "Supaya, mereka dan kita juga semangat lagi untuk beternak," ujarnya. *

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.