Populer Sulut: Sejumlah Wilayah Berpotensi Cuaca Ekstem, Minut Diprediksi Hadapi El Nino Juni 2026
Yeshinta Sumampouw April 26, 2026 09:22 PM

Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Sulawesi Utara pekan depan.

Meski sebagian besar hari diperkirakan cerah, potensi cuaca ekstrem mulai meningkat menjelang akhir pekan.

Sementara itu, BMKG memperkirakan musim kemarau atau El Nino akan mulai terasa di Kabupaten Minahasa Utara pada Juni 2026, dengan puncak diprediksi berlangsung hingga Agustus.

Pemerintah daerah bersama berbagai instansi telah melakukan kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak seperti kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, hingga berkurangnya hasil pertanian.

1. Beberapa Daerah di Sulawesi Utara Diprediksi Alami Cuaca Ekstrem Pekan Depan

Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Sulawesi Utara pada pekan depan.

Cuaca secara umum diperkirakan didominasi kondisi cerah selama sepekan, namun potensi cuaca ekstrem diprediksi muncul menjelang akhir pekan.

Koordinator Bidang Operasional Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Karina Husna, menjelaskan kondisi atmosfer saat ini mendukung pertumbuhan awan konvektif di sejumlah wilayah.

Kondisi tersebut dipengaruhi indeks labilitas lokal yang cukup kuat serta suhu muka laut di perairan Sulawesi yang relatif hangat, berkisar antara minus 0,5 hingga 2 derajat Celsius.

Menurut Karina, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan yang dapat memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai kilat atau petir dan angin kencang.

Potensi cuaca ekstrem diperkirakan mulai terjadi pada akhir pekan depan.

Adapun wilayah yang berpotensi terdampak pada Jumat, 1 Mei 2026, meliputi Minahasa Utara, Minahasa, Kotamobagu, Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara, dan Bolaang Mongondow Selatan.

Sementara pada Sabtu, 2 Mei 2026, potensi cuaca ekstrem diperkirakan terjadi di Minahasa, Kotamobagu, Minahasa Selatan, Minahasa Tenggara, Bolaang Mongondow, dan Bolaang Mongondow Selatan.

Untuk periode Senin, 27 April hingga Kamis, 30 April 2026, tidak terdapat wilayah yang masuk dalam daftar potensi cuaca ekstrem.

Baca selengkapnya

2. Prakiraan BMKG, Kabupaten Minut Bakal Dilanda El Nino Berkepanjangan, Catat Waktu dan Dampaknya

Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi musim kemarau atau El Nino yang diperkirakan terjadi mulai Juni 2026.

Kondisi tersebut berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan, kekeringan, hingga berkurangnya ketersediaan air bersih.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemkab Minahasa Utara, Umbase Mayuntu, mengatakan informasi prakiraan cuaca dari BMKG menunjukkan potensi musim kemarau akan berlangsung hingga puncaknya pada Agustus 2026.

Pemerintah daerah mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran rumput atau lahan perkebunan karena dapat memicu kebakaran.

Pemkab Minahasa Utara bersama sejumlah pemangku kepentingan telah menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi bencana tersebut. 
Kesiapsiagaan dilakukan melalui simulasi penanganan kebakaran hutan dan lahan dalam rangka Hari Kesiapsiagaan Bencana di Kantor BPBD Minahasa Utara.

Penanganan potensi dampak El Nino melibatkan berbagai pihak, di antaranya BMKG, Kantor Pencarian dan Pertolongan Manado, Manggala Agni, Dinas Kehutanan, TNI, Polri, serta instansi terkait lainnya.

Umbase juga mengimbau masyarakat melakukan langkah pencegahan sejak dini, seperti menampung cadangan air di area perkebunan, khususnya di wilayah dataran tinggi.

Menurutnya, musim kemarau berkepanjangan berpotensi memengaruhi hasil pertanian, termasuk tanaman cengkih dan kelapa yang rentan terdampak cuaca panas.

Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Kelas II Sulawesi Utara, Aris Yunatas, menjelaskan musim kemarau diperkirakan berlangsung selama tiga bulan dengan intensitas lemah hingga moderat.

Ia menilai kesiapsiagaan pemerintah daerah menjadi langkah penting untuk meminimalkan dampak yang mungkin terjadi.

Sementara itu, hasil pemantauan regional menunjukkan wilayah Sulawesi Utara memiliki tingkat kerawanan kebakaran hutan yang lebih rendah dibandingkan sejumlah daerah lain di Sulawesi.

Namun, kawasan Likupang di Minahasa Utara dinilai memiliki kondisi lebih kering sehingga membutuhkan pemantauan intensif melalui patroli rutin.

Basarnas Manado dan PMI Minahasa Utara juga menyatakan kesiapan mendukung penanganan apabila terjadi bencana akibat musim kemarau berkepanjangan.

Baca selengkapnya

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.