Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Suasana khidmat menyelimuti Gedung Madinatul Hujjaz, Asrama Haji Lampung, Rajabasa, Bandar Lampung, Minggu (26/4/2026).
Dalam momen tersebut, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Wakil Gubernur Jihan Nurlela resmi melepas keberangkatan Kloter JKG 7 asal Kota Bandar Lampung.
Pelepasan 445 jemaah calon haji (JCH) kali ini menandai dimulainya fase pemberangkatan ibadah haji 1447 Hijriah di Bumi Ruwa Jurai.
Acara pelepasan ini turut disaksikan oleh Dirjen Bina Haji dan Umrah Kemenag Puji Raharjo, Kepala Kanwil Kemenhaj Lampung M Ansori F Citra, serta jajaran Forkopimda.
Dalam sambutannya, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menekankan bahwa haji adalah perjalanan spiritual yang menuntut kesabaran ekstra.
Ia mengingatkan para jemaah bahwa mereka adalah orang-orang pilihan di tengah panjangnya masa tunggu haji di Indonesia.
"Haji bukan sekadar melihat Mekkah, melihat Kakbah, atau berziarah ke makam nabi. Ini adalah perjalanan jiwa untuk menundukkan ego, membersihkan diri, dan mendekatkan diri sepenuhnya kepada Allah SWT," ujar Mirza.
Dia juga menitipkan pesan khusus agar jemaah mendoakan keberkahan bagi Provinsi Lampung menuju Indonesia Emas.
"Saya titip doa untuk Lampung. Doakan daerah kita diberi keberkahan, anak-anak muda kita menjadi generasi membanggakan, dan daerah ini terus maju menuju Indonesia Emas," tambahnya.
Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Provinsi Lampung memberikan dana tali asih sebesar Rp 1 juta kepada setiap jemaah untuk mendukung operasional dan kenyamanan selama di Arab Saudi.
Ansori memaparkan, tahun ini Lampung memberangkatkan total 5.869 jemaah. Junlah tersebut meliputi 5.489 jemaah reguler, 291 jemaah prioritas lansia, 31 petugas haji daerah, 16 pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), 65 jemaah tambahan, dan tiga pembimbing (serapan kuota sisa dari Jakarta).
Seluruh jemaah asal Lampung terbagi ke dalam 14 kloter, di mana masing-masing kloter --termasuk Kloter JKG 7-- berjumlah 445 orang. Setiap kloter terdiri dari 445 orang.
Musim haji 2026 ini mencatatkan profil jemaah tertua atas nama Tusiyem Karto Wiyono (95) dari Kloter 11 asal Lampung Timur.
Sedangkan jemaah termuda adalah Aqila Anindita Aningtiyas (15) dari Kloter 9 asal Kabupaten Pringsewu.
Ansori mengingatkan pentingnya aspek moral dan sosial karena jemaah haji adalah duta bangsa.
Jemaah diharapkan fokus beribadah, menjaga ketertiban, saling membantu, serta menjaga nama baik daerah dan bangsa.
Ia melaporkan bahwa seluruh persiapan teknis, mulai dari administrasi hingga bimbingan manasik, telah dilakukan secara maksimal.
Melalui pelepasan Kloter JKG 7 ini, Pemerintah Provinsi Lampung berharap seluruh proses pemberangkatan 14 kloter berjalan lancar hingga jemaah kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur.
Untuk memastikan kelancaran ibadah, setiap rombongan didampingi oleh tim PPIH yang terdiri dari ketua kloter, pembimbing ibadah, dokter, serta tenaga paramedis.