Kisah Pedagang Sayur asal Lampung Selatan Naik Haji, Anda 20 Tahun Kumpulkan Uang Koin
Daniel Tri Hardanto April 26, 2026 10:19 PM

Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan - Tekad besar yang diiringi keuletan menabung membawa seorang pedagang sayuran bernama Adna Yusri (58) bisa mewujudkan mimpinya. 

Warga Dusun Merbau Pendek, Desa Karang Jaya, Kecamatan Merbau Mataram, Lampung Selatan ini pun bisa menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci.

Di teras rumah sederhana itu, tumpukan sayur segar terlihat tertata di atas gerobak. 

Di sanalah Adna memulai hari-harinya, sambil terus memupuk harapan yang ia rawat sejak puluhan tahun lalu.

Adna setiap hari menyisihkan uang koin dari berjualan sayuran. Nominalnya bervariasi, mulai dari Rp 500 hingga Rp 1.000. 

Menariknya, uang-uang koin tersebut disimpan di dalam ember.

Jika ditotal, uang yang ada di dalam enam buah ember miliknya mencapai sekitar Rp 35 juta.

Saat ditemui di kediamannya, Sabtu (25/4/2026) siang, Adna ditemani istri tercinta, Haljariyah (54), tampak menata sayuran dagangan di depan rumah. 

Sementara sepeda motor Honda Revo hitam yang digunakan untuk mengangkut dagangan diparkir di garasi rumah.

Pria paruh baya tersebut tampak bersemangat.

Di balik aktivitas sederhana itu, tersimpan cerita panjang tentang kesabaran dan ketekunan.

Adna menceritakan, ia sudah menyisihkan uang dari hasil jualan sayuran sejak 20 tahun silam.

"Alhamdulillah, berkat mengumpulkan uang koin puluhan tahun, dan atas izin Allah, saya berangkat ibadah haji tahun ini," kata Adna.

"Jadi setiap pulang dari pasar, saya taruh ember seadanya, ada Rp 1.000 dan Rp 500, dan ada uang logam kuning," tutur Adna.

Kesabarannya pun membuahkan hasil.

Ketika waktu pelunasan biaya haji tiba, Adna datang membawa tabungan yang tak biasa.

Uang hasil jerih payahnya memenuhi enam ember, yang didominasi koin pecahan Rp 1.000.

Enam ember koin itu menjadi saksi bisu perjalanan panjang seorang pedagang sayur keliling dalam mengejar impiannya.

Tahun ini, penantian Adna akhirnya berakhir.

Namanya tercatat sebagai jemaah calon haji asal Lampung Selatan.

Ia dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada 5 Mei 2026.

Rasa haru tak bisa disembunyikan dari wajahnya.

Bertahun-tahun menabung, kini ia tinggal menghitung hari menuju keberangkatan.

"Saya tidak menyangka bisa sampai di titik ini. Dari jual sayur keliling, saya kumpulkan sedikit demi sedikit. Ini semua karena doa dan kesabaran," ujarnya.

Namun, kebahagiaan itu belum sepenuhnya lengkap.

Sang istri, Haljariyah, yang setia mendampinginya selama ini, belum bisa berangkat bersama karena keterbatasan biaya.

Meski begitu, Haljariyah tetap melepas sang suami dengan penuh keikhlasan.

Doa terus dipanjatkan agar kelak ia juga diberi kesempatan menunaikan rukun Islam kelima.

"Saya berharap suatu hari istri saya juga bisa menyusul," tutur Adna.

Perjalanan Adna Yusri menuju Tanah Suci bukan hanya tentang ibadah haji.

Ini adalah cerita tentang ketekunan yang dirawat selama dua dekade, tentang mimpi yang dijaga dalam keterbatasan, dan tentang harapan yang tak pernah padam.

Adna bersyukur karena mendapat dukungan besar dari keluarga untuk menunaikan rukun iman kelima tersebut.

Sejak awal ia memang berniat menyisihkan sebagian penghasilannya untuk pergi haji. Namun, niat mulianya bukan tanpa kendala. 

"Banyak sekali rintangannya. Waktu anak-anak masih kecil, uang sering terpakai untuk bayar SPP, anak mondok, sampai membeli buku sekolah," bebernya.

(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.