TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Fluktuasi harga emas masih terus terjadi sampai 26 April 2026 ini baik menguat ataupun melemah.
Setelah sempat naik pada pertengahan April, harga emas kemudian turun dan kini kembali merangkak naik.
Lalu bagaimana kondisi harga emas pada pekan terakhir April 2026 ke depan ?
Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi menjelaskan, dari sisi fundamental, terdapat empat faktor utama yang mempengaruhi pergerakan harga emas.
Yakni geopolitik di Timur Tengah, dinamika politik di Amerika Serikat, kebijakan bank sentral AS, serta keseimbangan supply dan demand.
Dia mengatakan bahwa harga emas dalam jangka pendek masih diwarnai volatilitas tinggi dengan rentang pergerakan yang cukup lebar.
Ini didorong oleh ketidakpastian geopolitik Timur Tengah, arah kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (AS), serta lonjakan harga energi global.
Ibrahim mengatakan harga emas dunia pada perdagangan Jumat (24/4/2026) ditutup di level 4.708 dollar AS per troy ounce.
Sementara harga emas batangan di pasar domestik di kisaran Rp 2.845.000 per gram.
“Untuk harga emas dunia, kemarin (Jumat) ditutup di 4.708 troy ounce. Kemudian logam mulianya di Rp 2.845.000 per gram,” ujar Ibrahim kepada wartawan, Minggu (26/4/2026).
Dalam skenario koreksi, ia memproyeksikan level support pertama harga emas dunia berada di 4.651 dollar AS per troy ounce, dengan harga emas domestik di kisaran Rp 2.800.000 per gram.
Jika tekanan berlanjut, support berikutnya ada di level 4.520 dollar AS per troy atau sekitar Rp 2.790.000 per gram.
Sebaliknya, apabila harga emas menguat, maka resistance pertama diperkirakan berada di posisi 4.779 dollar AS per troy ounce dengan harga emas domestik Rp 2.865.000 per gram.
Bahkan, jika penguatan berlanjut, harga emas berpotensi menembus angka 4.232 dollar AS per troy ounce atau setara Rp 2.980.000 per gram.
“Apabila harga emas naik, kemungkinan besar di 4.779 dollar AS per troy ounce. Kemudian logam mulianya di Rp 2.865.000 per gram. Kemudian kalau seandainya naik, resisten kedua yaitu di 4.232 dollar AS per troy ounce, logam mulianya di Rp 2.980.000,” paparnya.
Ibrahim menjelaskan, arah harga emas sangat dipengaruhi oleh pergerakan indeks dollar AS dan harga minyak mentah dunia.
Untuk pekan depan, indeks dolar diproyeksikan bergerak di kisaran 96,6 dengan resistance di 102,5.
Sementara itu, harga minyak mentah diperkirakan berada di area 82,6 dengan potensi kenaikan hingga 107,4, seiring meningkatnya risiko gangguan pasokan energi global.
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah menjadi faktor dominan yang mendorong volatilitas pasar.
Konflik antara Amerika Serikat dan Iran masih memanas, di tengah wacana pertemuan lanjutan yang direncanakan berlangsung di Pakistan.
Namun, situasi tetap penuh ketidakpastian setelah adanya insiden penangkapan kapal tanker Iran oleh Amerika Serikat, serta pernyataan keras terkait kemungkinan aksi militer di kawasan Selat Hormuz.
Di saat yang sama, konflik di Lebanon Selatan juga masih berlangsung, menambah tekanan geopolitik di kawasan tersebut.
Ketegangan ini menjadi krusial karena berkaitan langsung dengan jalur distribusi energi global.
Sumber: Kompas.com