Separah Apa Kerusakan Berbagai Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Gegara Serangan Iran? 
Hasiolan Eko P Gultom April 27, 2026 01:35 AM

Separah Apa Kerusakan Berbagai Pangkalan Militer AS Gegara Serangan Iran? 

TRIBUNNEWS.COM - Jumlah pangkalan militer Amerika Serikat (AS) yang menjadi sasaran serangan Iran terus dilaporkan meningkat.

Pihak Washington pun mengakui adanya serangan di berbagai negara, khususnya di wilayah Timur Tengah.

Sumber militer dan media Iran menyebutkan jumlah pangkalan yang menjadi sasaran lebih dari selusin, namun Pentagon tampaknya berusaha keras untuk menyembunyikan kerusakan-kerusakan tersebut.

Baca juga: Warga Iran Kumpul di Isfahan Peringati Kegagalan Operation Eagle Claw Amerika Serikat

Beberapa jam setelah AS meluncurkan 'Operasi Epic Fury' pada 28 Februari, Iran melancarkan serangan balasan terhadap pangkalan militer Amerika di seluruh Timur Tengah, di mana para pejabat AS mengkonfirmasi semakin banyaknya lokasi yang dihantam rudal Iran.

Hal yang menarik, Pangkalan Pangeran Sultan milik AS di Arab Saudi muncul sebagai titik fokus gelombang serangan balasan Iran tersebut.

"Di balik tabir sensor, semakin jelas bahwa kerusakannya mungkin jauh lebih parah daripada yang diakui Pentagon," tuli ulasan RT, Minggu (26/4/2026) membahas soal dampak serangan Iran ke pangkalan-pangkalan militer AS di berbagai wilayah di Asia Barat.

AS Mengecilkan Skala Kerusakan Dampak Serangan Iran

Kerusakan yang diderita pangkalan-pangkalan AS di Timur Tengah "jauh lebih buruk" daripada yang diklaim oleh Presiden AS Donald Trump dan Pentagon, dan akan "menelan biaya miliaran dolar untuk memperbaikinya," demikian laporan NBC News pada 25 April, mengutip beberapa pejabat Amerika.

Menurut sumber-sumber tersebut, pembalasan Iran atas serangan awal AS-Israel membuat Teheran menyerang puluhan target di berbagai fasilitas AS di tujuh negara Timur Tengah.

Mulai dari gudang, markas komando, hanggar pesawat, infrastruktur komunikasi satelit, landasan pacu, sistem radar canggih, dan puluhan pesawat milik AS menjadi sasaran serangan Iran.

Pada awal konflik, sebuah jet tempur F-5 Iran membom Kamp Buehring di Kuwait, menandai pertama kalinya dalam beberapa tahun pangkalan AS dihantam oleh pesawat sayap tetap musuh, menurut para pejabat.

AS Perintahkan Penangguhan Publikasi Citra Satelit

Pada pertengahan Maret, perusahaan Planet Labs yang berbasis di California, platform penyedia akses ke citra satelit untuk pemerintah dan bisnis, memperpanjang penangguhan menjadi 14 hari untuk mencegah penggunaan oleh "aktor-aktor yang bermusuhan" dengan Washington.

Pada tanggal 5 April, Bloomberg melaporkan kalau pemerintahan Trump meminta perusahaan tersebut, bersama dengan beberapa perusahaan lain yang bekerja di sektor tersebut, untuk "secara sukarela menahan gambar-gambar dari area-area penting yang telah ditentukan karena konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah."

Beberapa gambar Planet Labs yang dibagikan secara online memperlihatkan kerusakan pada situs-situs militer AS.

Kerusakan yang dilaporkan terjadi pada aset bernilai tinggi seperti pesawat E-3 AWACS dan jet tempur F-35.

Hal ini menunjukkan pola yang lebih luas dari serangan Iran di mana mereka menargetkan kekuatan udara dan kemampuan pengawasan AS. 

Sebuah pesawat E-3 Sentry dilaporkan rusak atau hancur dalam serangan pada 27 Maret di Pangkalan Udara Pangeran Sultan, Arab Saudi.

Sebelumnya, sebuah F-35 AS rusak selama misi di atas Iran dan terpaksa melakukan pendaratan darurat, sementara tiga jet F-15E AS ditembak jatuh di atas Kuwait pada 2 Maret dalam insiden tembakan salah sasaran, kata Komando Pusat AS (CENTCOM).

Saat perang memasuki bulan kedua, jumlah korban tewas di pihak AS terus meningkat. Militer AS telah mengkonfirmasi 13 korban jiwa akibat serangan Iran di seluruh wilayah tersebut, sementara lebih dari 300 tentara terluka, menurut pejabat AS yang dikutip oleh Reuters pada akhir Maret.

HANCUR - Gambar ini menunjukkan kerusakan total pesawat E-3G “Sentry” Airborne Early Warning and Control (AEW&C) bernomor seri 81-0005, yang dihantam serangan rudal balistik dan drone Iran. (X:OSINT Defender)
HANCUR - Gambar ini menunjukkan kerusakan total pesawat E-3G “Sentry” Airborne Early Warning and Control (AEW&C) bernomor seri 81-0005, yang dihantam serangan rudal balistik dan drone Iran. (X:OSINT Defender) (HO/IST)

Serangan Baru dan Kerusakan yang Meluas

Iran terus memperluas cakupan serangannya di luar gelombang awal serangan. 

Pernyataan militer Iran yang dimuat oleh media lokal dalam beberapa hari terakhir menyebutkan target-target di antaranya:

  • Kamp Arifjan di Kuwait
  • Pangkalan Udara Pangeran Sultan dekat Al-Kharj di Arab Saudi
  • Pangkalan Udara Sheikh Isa di Bahrain

Sementara itu, Iran memperluas area serangan terhadap posisi AS di Irak, UEA, dan di seluruh Teluk.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) juga mengklaim telah menargetkan Armada Kelima AS dan menghancurkan peralatan militer Amerika yang "bernilai tinggi" .

Serangan rudal dan pesawat tak berawak Iran pada 27 Maret di Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi melukai 12 tentara AS, dua di antaranya luka serius, menurut seorang pejabat AS yang dikutip oleh Reuters.

Serangan itu juga merusak beberapa pesawat AS, menurut pejabat Amerika, dengan laporan terpisah yang menunjukkan bahwa pesawat pengisian bahan bakar termasuk di antara yang terkena serangan.

Para pejabat AS dan Arab yang dikutip oleh Wall Street Journal mengatakan bahwa serangan yang sama juga mengenai pesawat Boeing E-3 Sentry, sebuah pesawat sistem peringatan dan kendali udara (AWACS), platform pengawasan yang sangat penting.

IRGC mengatakan pesawat itu "hancur 100 persen" dalam serangan tersebut, sementara data pelacakan penerbangan sumber terbuka menunjukkan bahwa beberapa pesawat semacam itu telah ditempatkan di pangkalan tersebut dalam beberapa minggu terakhir.

E-3, platform komando dan kendali utama, membutuhkan biaya produksi sekitar $270 juta.

CENTCOM belum secara publik mengkonfirmasi sejauh mana kerusakan yang dilaporkan.

Media Iran pada hari Minggu mengklaim serangan drone dan roket baru terhadap fasilitas yang terkait dengan AS di Irak, termasuk target di sekitar Baghdad dan kompleks 'Pangkalan Kemenangan'. 

Sebelumnya, Reuters melaporkan serangan drone terhadap fasilitas diplomatik AS di dekat bandara Baghdad pada 10 Maret, diikuti oleh serangan roket dan drone lebih lanjut pada 17 Maret.

Berapa Banyak Pangkalan Milik AS di Timur Tengah?

AS mengoperasikan jaringan sekitar 20 pangkalan militer permanen dan sementara di seluruh Timur Tengah.

Pangkalan terbesar adalah Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar – menampung 10.000 pasukan dan berfungsi sebagai markas besar terdepan untuk CENTCOM.

AS mempertahankan jaringan pangkalan militer utama di Bahrain, Mesir, Irak, Yordania, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Pada pertengahan tahun 2025, terdapat antara 40.000 dan 50.000 pasukan Amerika yang ditempatkan di wilayah tersebut pada waktu tertentu.

Pangkalan-pangkalan ini mengelilingi Iran dari barat dan selatan, dan didukung oleh aset angkatan laut AS di wilayah tersebut, termasuk USS Abraham Lincoln di Laut Arab.

Ini masih ditambah keberadaan pasukan amfibi di wilayah tersebut, termasuk USS Tripoli, pluas tambahan bala bantuan kapal induk yang dijadwalkan segera tiba. 

USS Gerald R. Ford telah ditarik dari Timur Tengah dan dipindahkan ke pelabuhan untuk perbaikan setelah kebakaran, sehingga Lincoln menjadi satu-satunya kapal induk yang saat ini berada di posisinya.

Pengerahan pasukan baru-baru ini semakin memperluas jejak militer AS di kawasan tersebut.

Kedatangan sekitar 2.500 marinir dan 2.500 pelaut telah mendorong jumlah total pasukan Amerika di Timur Tengah menjadi lebih dari 50.000, kira-kira 10.000 di atas jumlah normal, menurut seorang pejabat militer AS yang dikutip oleh New York Times.

HANCUR - Media Iran menampilkan citra satelit pesawat AWACS E-3G Sentry Angkatan Udara AS yang hancur di Pangkalan Udara Pangeran Sultan Arab Saudi sebelum dan sesudah serangan Iran pada 27 Maret.

Pangkalan AS Mana Saja yang Telah Dihantam Iran?

Semua pangkalan AS di wilayah tersebut telah digambarkan sebagai "target yang sah" oleh militer Iran, dan fasilitas di tujuh negara telah dihantam oleh rudal dan drone Iran.

Hingga akhir Maret, pangkalan-pangkalan AS dan fasilitas terkait berikut telah dihantam oleh rudal dan drone Iran, seringkali lebih dari sekali, menurut pejabat AS, laporan media, dan sumber-sumber regional:

  • Pangkalan Pendukung Angkatan Laut, Bahrain
  • Bandara Internasional Erbil, Irak
  • Pangkalan Udara Al-Asad, Irak
  • Kompleks Pangkalan Kemenangan (area Bandara Internasional Baghdad)
  • Pangkalan Udara Muwaffaq Salti, Yordania
  • Pangkalan Udara Ali Al-Salem, Kuwait
  • Kamp Buehring, Kuwait
  • Kamp Arifjan, Kuwait
  • Pangkalan Angkatan Laut Mohammed Al-Ahmad, Kuwait
  • Pangkalan Udara Al-Udeid, Qatar
  • Pangkalan Udara Al-Dhafra, UEA
  • Pelabuhan Jebel Ali, UEA
  • Pangkalan Udara Pangeran Sultan, Arab Saudi.

Beberapa serangan ini telah dikonfirmasi oleh pejabat AS atau dilaporkan oleh Reuters dan media internasional lainnya, sementara yang lainnya sebagian besar masih berdasarkan klaim Iran.

Apa Saja yang Ada Dalam Daftar Target Iran?

Serangan terhadap pangkalan udara Amerika bertujuan langsung untuk mengurangi kemampuan AS melakukan operasi udara di atas Iran dan memaksa pesawat untuk beroperasi dari lokasi yang lebih jauh.

Operasi serangan Iran juga sangat berfokus pada sistem radar dan pertahanan rudal, termasuk instalasi yang terhubung dengan THAAD dan radar peringatan dini di seluruh wilayah tersebut.

 

(oln/rt/rtrs/blmbrg/nyp/*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.