TRIBUNJAMBI.COM - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah hulu Kabupaten Merangin memicu luapan besar Sungai Batang Tembesi pada Sabtu malam (25/4/2026).
Akibatnya, banjir bandang menerjang pemukiman warga di Kecamatan Tiang Pumpung, Jambi, yang menyebabkan kerusakan infrastruktur serius dan ratusan rumah terendam lumpur.
Dua desa yang terdampak banjir bandang paling parah adalah Desa Rantau Limau Manis dan Desa Baru Sungai Sakai.
Luapan air sungai dilaporkan mulai merangsek masuk ke pemukiman warga sejak pukul 22.00 WIB dengan kenaikan debit air mencapai dua meter dari bantaran sungai.
Dampak Kerusakan: Ratusan Rumah Terendam dan Infrastruktur Lumpuh
Berdasarkan data yang dihimpun kepolisian dan instansi terkait, kerusakan di Desa Rantau Limau Manis tercatat sangat signifikan.
Sebanyak 277 unit rumah warga terdampak banjir, di mana lima di antaranya mengalami rusak berat dan tiga unit lainnya rusak sedang.
Bencana ini juga memutus akses transportasi warga setelah satu unit jembatan gantung di desa tersebut dilaporkan rusak berat dan tidak lagi bisa dilalui kendaraan bermotor.
Baca juga: 409 Rumah di Tiang Pumpun Merangin Dihantam Banjir , Jembatan Putus
Baca juga: Sekolah Digital Warga: Perjuangan Perempuan dan Orang Muda Lindungi Hutan Bujang Raba
Kondisi serupa terjadi di Desa Baru Sungai Sakai. Tercatat 132 unit rumah warga terendam, dengan tiga rumah mengalami rusak berat.
Tak hanya hunian, fasilitas pendidikan pun turut hancur, di mana pagar sekolah tingkat SD dan PAUD di desa tersebut dilaporkan roboh akibat hantaman arus air.
Kapolsek Muara Siau, Iptu Agung Heru, menjelaskan bahwa banjir ini diduga merupakan kiriman (banjir bandang) akibat hujan lebat di wilayah Jangkat, Jangkat Timur, dan Lembah Masurai.
Volume air yang meningkat secara tiba-tiba membuat warga tidak sempat menyelamatkan banyak harta benda, meski air dilaporkan mulai surut perlahan sejak pukul 00.00 WIB hingga 02.00 WIB dini hari.
Pada Minggu pagi, tim gabungan dari BPBD Merangin, Kodim 0420 Sarko, pemerintah kecamatan, dan pemerintah desa langsung turun ke lokasi untuk melakukan peninjauan.
Meski air telah surut, pemukiman warga masih tertutup material lumpur tebal sisa luapan sungai.
Imbauan Evakuasi dan Gotong Royong
Hingga saat ini, pihak kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.
Namun, mengingat intensitas curah hujan di Merangin yang masih cukup tinggi, Iptu Agung Heru memberikan imbauan tegas agar warga yang bermukim di bantaran sungai untuk sementara waktu tidak menempati rumah mereka.
Warga disarankan mengungsi ke tempat kerabat yang lebih aman guna mengantisipasi adanya banjir susulan.
Pihak kepolisian juga mengajak seluruh pemangku kepentingan atau stakeholder terkait untuk saling bahu-membahu dan bergotong royong guna membantu pemulihan serta meringankan beban warga yang terdampak bencana banjir bandang ini.
Baca juga: Akun Sultan FF Free Fire Legal dan Gratis April 2026, Ada Skin dan Diamond Gratis
Baca juga: Purbaya Buka-bukaan soal APBN, Tegaskan Uang Negara Masih Kuat
Baca juga: Dugaan Pengeroyokan di SMPN 5 Kota Jambi, Psikolog: Masalah Emosi Remaja